Perbedaan sistem injeksi bahan bakar dengan karburator
Sains & Tekno

Catat! 6 Perbedaan Injeksi Bahan Bakar & Karburator

Sepeda motor keluaran terbaru, kini banyak mulai meninggalkan sistem karburator dan beralih ke sistem injeksi bahan bakar. Sistem ini dipercaya memiliki performa yang lebih baik dibanding dengan sistem karburator. Mari simak perbedaan injeksi bahan bakar dengan karburator di bawah ini untuk tahu lebih rinci!

  1. Sistem injeksi bahan bakar memiliki campuran yang ideal

Perbedaan paling mencolok dari sistem injeksi vs karburator adalah perbandingan udara dan bahan bakarnya. Sistem karburator sangat bergantung pada diameter pilot jet dan main jet. Jika kedua komponen tersebut besar, maka campurannya jadi semakin kaya. Hal ini tidak terjadi pada sistem injeksi, sebab pada sistem ini hanya memiliki satu komponen injektor yang mengeluarkan bensin ke dalam intake. Volume bensin yang keluar, tidak lagi ditentukan dengan diameter/besarnya ukuran injektor melainkan dari lamanya injektor membuka. Dan lamanya injektor membuka itu diatur oleh ECU yang sebelumnya sudah memperhitungkan semua indikator mesin dengan bantuan sensor. Sehingga, kalau RPM rendah maka injektor hanya membuka sebentar namun kalau di RPM tinggi baru injektor membuka lebih lama.

  1. Karburator lebih mudah disetting

Untuk menyesuaikan sistem karburator, Anda bisa melakukannya sendiri dengan alat sederhana seperti obeng biasa. Cukup putar sekrup pada pilot jet dan sekrup gas untuk mengatur RPM dan campuran bensin sesuai keinginan. Pada sistem injeksi hal ini tidak akan bisa terjadi, karena sistem ini memiliki ECU yang mengatur campuran bahan bakar secara otomatis lewat  sensor atau ECU remapping. Untuk melakukan setting terhadap sistem injeksi, pastinya tidak bisa dilakukan oleh orang awam karena proses ini membutuhkan pengetahuan yang mendalam.

  1. Sistem karburator lebih sederhana

Komponen injeksi mungkin terlihat sederhana tapi sebenarnya komponen ini sangat rumit karena memiliki banyak kabel-kabel dekat mesin yang saling terintegrasi satu sama lain. Berbeda dengan karburator, yang memiliki bentuk berupa selang tanpa rangkaian kelistrikan.

  1. Sistem injeksi lebih irit

Masih ada hubungannya dengan yang pertama, karena campuran bensin berlangsung ideal sepanjang kondisi maka konsumsi bensin pada motor injeksi bisa lebih terjaga. Tapi, bagaimana dengan sistem karburator yang semuanya serba konvensional? Pada sistem karburator, semakin tinggi RPM mesin maka campuran bensin cenderung semakin kaya. Sehingga konsumsi bensin bisa lebih boros dibandingkan tipe injeksi.

  1. Karburator kurang ramah lingkungan

Emisi itu dipengaruhi dari pembakaran mesin, dan bagaimana pembakaran mesin terjadi itu dipengaruhi oleh kandungan bensin yang ada pada udara. Kalau campurannya kaya/lebih boros maka emisi yang dihasilkan akan banyak mengandung HC dan NOx. Sementara kalau perbandingannya selalu ideal seperti pada motor injeksi, maka emisi yang dihasilkan cenderung berbentuk CO dengan sedikit kandungan HC dan NOx.

  1. Perawatan sistem injeksi lebih mahal

Untuk merawat sistem injeksi, biasanya harus mengeluarkan biaya lebih mahal. Sebab untuk melakukan perawatan ini perlu beberapa alat khusus seperti injektor service tool yang bisa membersihkan injektor dari deposit. Sementara untuk karburator sebenarnya sangat minim perbaikan, sebab selama Anda tidak mengisi bensin yang mengandung banyak kotoran karburator biasanya akan tetap bekerja dengan baik. 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *