Hiburan

Mengenang Didi Kempot, Sang Ambyarsador of Broken Heart

Didi Kempot Sang Ambyarsador

Lagu-lagu Didi Kempot mengena di hati, menjadi ambassador bagi orang-orang yang tetap terus mencoba menyungging senyum dalam kenelangsaan hati. Sebuah penawar pilu di masa pandemi.

Hari-hari yang berat sedang dilalui. Pandemi telah mengubah banyak hal dalam hidup. Ada yang bisa bertahan, namun tak sedikit yang bertumbangan.

Pertengahan Februari lalu saya sempat mudik ke kampung halaman di Jawa Tengah. Melepas kangen untuk bertemu Bapak, saudara, dan kerabat lain. Sebelum kembali lagi ke Tangerang, saya sudah menyempatkan diri memesan tiket kereta untuk mudik lebaran. Tiket untuk keberangkatan dari Stasiun Senen ke Poncol Semarang pun sudah saya dapat.

Indonesia juga terkena pandemi

Bulan Maret, kasus pertama Covid-19 di negeri ini diumumkan oleh Presiden. Kepanikan mulai terjadi. Masker, penyatisasi tangan, dan beberapa barang lainnya mulai naik harga, bahkan sulit didapatkan.

Perlahan, perubahan mulai terjadi. Pemerintah kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menghambat penyebaran pandemi. Pergerakan orang dibatasi. Social distancing, physical distancing, work from home, menjadi frasa-frasa populer.

Berbagai profesi terkena dampak. Buruh pabrik, tukang bangunan, karyawan kantor, pengemudi ojek daring, dan yang lainnya tidak bisa bekerja seperti sebelumnya. Pun saya sebagai freelancer, mengalami hal yang sama.  Penghasilan menjadi berkurang.

Pandemi menjadi ujian terberat, apalagi bagi umat muslim yang tengah menjalankan puasa Ramadan tahun ini. Di tengah kondisi yang tidak mudah, untungnya masih ada masyarakat yang saling menguatkan. Mengibur satu dengan yang lain. Semua akan baik-baik saja, meski sedang tidak baik-baik saja.

Banyaknya waktu luang di rumah, bermacam kegiatan dilakukan untuk membunuh rasa jenuh. Menonton serial film, membaca buku, streaming musik, dan lainnya.

Tidak mudik lebaran tahun ini

Pemerintah kemudian mengeluarkan larangan mudik lebaran. Saya juga menyetujuinya, demi kebaikan bersama. Tiket kereta yang sudah dipesan, dibatalkan. Tidak ada lagi mudik lebaran tahun ini untuk melepas kangen bertemu keluarga di kampung halaman, bertemu teman-teman, atau menengok makam ibu.

Sejak merantau tahun 1997, saya belum pernah sekali pun melewatkan mudik lebaran. Termasuk saat krisis 1998 yang lalu. Pulang ke kampung halaman adalah tradisi tahunan yang terus saya pelihara. Sayang sekali, rekor tersebut terpaksa terputus pada musim ini.

Tentuah sangat berat menahan kangen. Kangen ibarat bom waktu. Kangen ibarat pisau yang bisa membunuh diri sendiri. Menghibur diri dengan mendengarkan musik dan lagu menjadi cara meredam rindu. Juga melepas sejenak beban berat akibat pandemi.

Lagu Didi Kempot untuk menghibur diri

Lagu Didi Kempot mulai mengisi ruang pendengaran. Lirik-lirik Kagem Ibu bahkan sempat membuat saya larut dalam haru, hingga meneteskan air mata.

Ibu sing wis nuntun uripku, sing nresnani aku saking suku tekane rambutku
Ibu ora kendhat ndongaku, aku ra lali wektu terus yen isih ono nyawaku
Tak eling tresno lan ngendhikamu sing gawe tentrem batinku

Menikmati lagu-lagu campursari dari Didi Kempot setidaknya bisa membuat saya lebih rileks. Ada semacam energi yang bisa membuat saya lebih tegar di tengah pandemi ini. Di saat hidup yang seakan-akan ambyar, namun semangat tidak boleh hilang.

Lagu-lagu Didi Kempot mengena di hati, menjadi ambassador bagi orang-orang yang tetap terus mencoba menyungging senyum dalam kenelangsaan hati. Sebuah penawar pilu di masa pandemi.

Beberapa lagu dari The Godfather of Broken Heart tersebut seperti Ora Bisa Mulih dan Pamer Bojo bahkan saya kutip lirik-liriknya, dan menyematkannya di beberapa tulisan di blog ini sebelumnya.

Innalillahi wa innailaihi roji’un

Selasa pagi berbagai group WA yang saya ikuti mengabarkan berita dukacita. Sangat mengejutkan. Hampir tak percaya rasanya, mendengar Didi Kempot berpulang.

Saya segera menyalakan televisi, mengikuti siaran breaking news yang mengabarkan secara langsung peristiwa dukacita tersebut. Mulai dari Rumah Sakit Kasih Ibu di Solo tempat almarhum Didi Kempot menghembuskan nafas terakhir, hingga Pemakaman di Majasem, Ngawi, Jawa Timur sekitar jam 2-3 sore.

Kepergian Didi Kempot menjadi hal berat, selain pandemi yang harus dihadapi saat Ramadan kali ini. Saat menulis ini, saya sambil mendengarkan lagu-lagu amarhum dan membayangkan wajahnya yang bersahaja.

Selamat jalan Mas Didi Kempot, sang ambyarsador of broken heart. Semoga amal dan ibadahmu diterima oleh Yang Maha Kuasa.

(Gambar utama, sumber: tribunnews)

Baca juga: Film Ziarah dan Memaafkan Masa Lalu

21 thoughts on “Mengenang Didi Kempot, Sang Ambyarsador of Broken Heart”

  1. Mungkin karena saya gak sering dengerin lagunya, dan yaaa…. Emang gak gaul hahaha.. jadi saya nggak ngerasain banyak hal hehe.. semua dari kita emang hanya menunggu waktu. Semoga bisa menjadi lebih baik dengan adanya peringatan kematian seperti ini. Semoga juga tetep sabarrr ya mas.. buat nggak mudik hehe

  2. Saya tau lagu-lagu Didi Kempot yang jaman dulu..yang jaman sekarang ambyar ambyar ini malah belum pernah dengerin. Tapi ikut sedih dan kaget juga dengar beliau meninggal . Semoga husnul khotimah

  3. Akhir-akhir ini kurang update dng lagu-lagunya Didi Kempot. Tahunya cuma Stasiun Balapan doang…
    Banyak yang kaget ya, karena kan baru aja konser amal. Semoga Didi Kempot amal ibadahnya diterima Allah swt…

  4. Sy paling suka dgn kartonyono medot janji n pamer bojo mas. Apalagi versi akustik ny. Bikin melayang gitu

  5. Kaget pas pertama baca beritanya, saat nama beliau sedang hits-hitsnya. Bahkan jadi bintang iklan Shopee. Walau saya bukan penggemarnya, saya akui lagu-lagunya enak didengar. Semoga beliau diterima di sisi Allah SWT.

    1. Aku tau didi kempot sejak SD. Dulu pertama kali dengar lagunya sewu kutho sama setasiun balapan.
      Duh kalau ingat jadi sedih.
      Daaa… Dada sayang. Daaa… Selamat jalan.

  6. Dunia hiburan di tanah air sedang dirundung duka. Banyak selebritisnya yang meninggal dunia dalam jarak yang tidak berjauhan. Semoga almarhum Didi Kempot mendapatkan tempat terbaik di alam akhirat.. Amiin..

  7. Aku sejak kecil lumayan akrab dengan lagu Didi Kempot. Pas ada berita beliau meninggal, duh patah hati banget!

    Doa terbaik untuk beliau. Semoga kita tetap kuat melawan pandemi ini

  8. Pas tahu berita meninggalnya Didi Kempot cukup terkejut. Nggak nyangka banget beliau meninggal krn kan nggak ada kabar sakit atau apa. Malahan lg banyak job. Umur memang benar2 rahasia. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisiNya.

  9. Saya sebenarnya ga begitu paham arti lagu-lagu Sang ambyarsador ini, karena saya hanya ‘terpapar’ dengar oleh teman hidup yang suka dengerin.
    Pelajaran buat kita kepergian almarhum ini ya, di berpulang setelah sukses melakukan konser amal di rumah saja untuk membantu yang terdampak pandemi.
    Usia benar-benar sebuah rahasia.

  10. kadang ingin memnatu dan menyenangkan orang lain butuh kerja keras ya kang. Semoga kita diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan.
    Lagu didi kempot selalu jadi lagu akrab setiap pagi berkat tetanggaku. Selalu doyan sih muterin lagunya. Liriknya semacam kisah nyata sehari hari

  11. 2020 makin terasa berat ya kak, sudahlah ada virus, musisi2 legenda pergi satu per satu. bahkan ini belum ke tengah tahun lo πŸ™ semoga kita kuat teruuus menghadapi tahun ini, mungkin memang roda sedang berputar ya

  12. Kita kehilangan banget Om Didi, apalagi di masa pandemi ini. Semoga kita yang masih ada, diberi kesehatan. Amin.

  13. Saya juga sedih mendengar kabar bahwa salah satu penyanyi legendaris Indonesia seperti beliau meninggal dunia, lagu-lagunya yang mudah diingat apalagi keluargaku orang jawa. Semoga beliay diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin

  14. Saya bukan fans Lord Didi, tapi familiar dengan lagu-lagu beliau karena sering dengar saat di perjalanan, baik itu diputar di bis atau kendaraan umum lainnya, selamat jalan Lord Didi, tapi karya-karyamu akan senantiasa menemani para fansmu

  15. Sedih banget dengar kabar tentang meninggalnya The Godfather of Broken Heart, Om Didi Kempot. Kayaknya 2020 ini beneran ga seru, baru bulan ke-5 udah banyak berita sedih yang muncul bertubi-tubi.

  16. perjalanan yg luar biasa untuk father of broken heart. gak nyangka dgn umur yang masih tergolong muda, beliau meninggalkan kita semua. Tapi kenangan lagu-lagu jawa yg selalu mewakili hati akan terus membekas di hati para penggemarnya, al-fatihah utk beliau πŸ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *