Lomba Blog Tekno

Fitur Canggih Fossil Gen 5 Smartwatch Membuat Saya Jatuh Hati

I decided to go for a little run. So I ran to the end of the road. And when I got there, I thought maybe I’d run to the end of town.”

Saya suka dengan quote dari film Forrest Gump di atas. Meski termasuk film lawas (1994), Forrest Gump beberapa kali saya saksikan saat film ini ditayangkan di tv kabel. Para penggemar Tom Hanks tentu tidak asing dengan film tersebut. Jalan ceritanya sederhana, namun menarik. Setiap saya menontonnya hingga akhir, saya selalu berkata, ”Kok sudah selesai, sih?

Film ini berkisah tentang seorang laki-laki yang memiliki kelainan pada tulang kaki dan sering diejek oleh teman-temannya, namun karena semangatnya yang luar biasa, ia kemudian berhasil mengubah jalan hidupnya. Pada salah satu bagian film, sang aktor yang tengah dilanda kejenuhan, mulai berlari meninggalkan rumahnya. Ia terus berlari, mulai dari jalan di kotanya hingga akhirnya ia menempuh jarak yang sangat jauh melintasi negara bagian Alabama, AS.

Ada kemiripan bagian fim tersebut dengan apa yang saya alami. Sekitar empat tahun lalu saya mengalami kebosanan dengan rutinitas. Bangun pagi, kerja, pulang ke rumah, tidur, dan berulang terus setiap hari. Badan gampang leah, karena jarang berolah raga. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk berlari di sekitar kompleks perumahan. Mulai dari 2-3 kali setiap minggu dengan jarak 3 KM setiap kali berlari. Perlahan, jarak tempuh mulai bertambah menjadi 5 atau 10 KM.

(dok. Titan Run)

Untuk mengukur performa, saya memasang aplikasi di smartphone seperti Endomondo, Nike Run, atau Strava. Setiap mulai berlari, aplikasi pada smartphone saya nyalakan. Jadi saya berlari sambil menggengam atau mengantongi smartphone. Kebiasaan menggunakan aplikasi pada smartphone tersebut terus berlanjut saat saya memberanikan mengikuti race (lomba lari). Beberapa foto saat mengikuti race, terlihat saya memegang smartphone di tangan kanan atau kiri.

Tentu ada ketidaknyamanan manakala saya berlari sambil menggenggam smartphone yang layarnya lumayan lebar. Lama-kelamaan telapak tangan menjadi lelah.

Sempat terpikir, saya ingin menggunakan jam tangan digital atau smartwatch untuk mengukur performa saat berlari. Namun sampai sekarang, saya belum memutuskan smartwatch apa yang cocok untuk saya.

Fossil Gen 5 Smartwatch Membuat Saya Jatuh Hati

Sebuah artikel di urbanicon tentang Fossil Gen 5 Smartwatch membuat saya tertarik membacanya. Penampilannya yang sederhana namun tetap terkesan elegan dan modern membuat saya jatuh hati pada pandangan pertama.

(dok. urbanicon)

Tampilan layar smartwatch android ini minimalis, didominasi warna hitam sebagai latar belakang dengan tulisan penunjuk waktu digital bewarna putih. Tampilan display tersebut mengusung teknologi OLED dengan ukuran penampang 1.19 inci. Dengan resolusi 390 x 390, maka pandangan pengguna bisa tetap nyaman ketika mengamati jam dari berbagai sudut. Ada tiga tombol pengatur di sisi samping jam tangan android ini, serta strap atau tali jam dengan warna sederhana dan berkesan sporty.

Fitur yang saya cari yaitu untuk mengukur performa saat berlari sudah dimiliki oleh Fossil Gen 5 Smartwatch ini. Smartwatch android terbaik ini memiliki aplikasi pendukung Google Fit yang dapat membantu memonitor setiap kegiatan olahraga, mulai dari seberapa banyak dan jauh saya melangkah dalam sehari sampai mengukur heart rate (detak jantung)saat beraktivitas.

Penting sekali untuk terus memantau heart rate, terutama saat saya berlari. Caranya sederhana, yaitu menghitung Heart Rate Maximum (HRM) dengan rumus 220 dikurangi usia. Misalnya, usia saya 40, maka HRM saya adalah 220-40, yaitu 180. Jadi saat berlari, detak jantung saya tidak boleh melewati angka 180 per menit yang muncul di jam tangan pintar. Jika angkanya sudah menunjukkan 160-165 (atau 90% dari HRM), saya perlu mengurangi kecepatan berlari.

Fitur-fitur Canggih Lainnya

Meski saya sudah menemukan fitur yang saya cari, yaitu fitur untuk mengukur performa saat berlari, saya juga terkesan dengan fitur-fitur lainnya yang dimiliki oleh Fossil Gen 5 Smartwatch.

(dok. urbanicon)

Selain aplikasi pendukung Google Fit, Fossil Gen 5 Smartwatch juga menggunakan teknologi Bluetooth yang mempermudah melihat pemberitahuan atau peringatan dengan getaran lembut. Smartwatch terbaik 2019 ini juga punya fitur untuk mengganti dial yang bisa menyesuaikan dengan suasana hati atau sesuai dengan foto Facebook dan Instagram favorit.

Ada pula fitur Google Pay, yang dapat membantu untuk melakukan pembayaran dengan kartu kredit menjadi lebih mudah menggunakan smartwatch android ini. Google Pay merupakan platform dompet digital dan sistem pembayaran online yang dikembangkan oleh Google, yang memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran dengan ponsel, tablet, atau smartwatch.

Fossil Gen 5 Smartwatch juga punya keunggulan swimproof. Jadi saya tidak perlu takut jika saat berlari tiba-tiba gerimis atau hujan turun. Biasanya, saya akan berhenti berlari dan berteduh di emperan ruko saat hujan turun. Atau jika tidak ada tempet berteduh, saya akan membungkus smartphone dengan kantong plastik agar tetap aman. Namun jika saya menggunakan Fossil Gen 5 Smartwatch, maka smartwatch sport ini akan tetap aman meski saya pakai berlari saat hujan turun, atau ketika berada di kolam renang, mandi dengan shower dan membasuh tangan.

Saya teringat dengan pengalaman ikut salah satu lomba lari di Yogyakarta. Saat itu saya berada di Kaliurang, dan hujan deras turun. Saya membungkus smartphone dengan kantong pastik, lalu memasukkannya ke dalam tas punggung. Saat menyentuh garis finish, saya lupa menghentikan aplikasi lari yang masih menyala di smartphone dan baru menghentikannya beberapa jam kemudian. Akibatnya, waktu tempuh menjadi tidak sesuai lagi

(dok. urbanicon)

Fitur Untethered GPS juga dimiliki oleh Fossil Gen 5 Smartwatch.  Dengan fitur ini, saya bisa melacak jarak lari dan juga mendengarkan musik yang sudah tersimpan di jam tangan ini. Jadi, saya bisa berlari berkilo-kilometer tanpa merasa jenuh.

Fossil Gen 5 Smartwatch juga diperkuat dengan sistem Wear OS (yang dulu bernama Android Wear). Sistem operasi ini dikhususkan sebagai software perangkat wearable device, seperti jam tangan pintar atau smartwatch, di mana Wear OS sudah kompatibel dengan smartphone Android dan iOS. Dengan sistem ini, pengguna Fossil Gen 5 Smartwatch bisa menerima panggilan masuk lewat smartwatch sport ini. Benar-benar praktis dan cocok digunakan saat saya berlari.

Teknologi smart battery yang dimiliki Fossil Gen 5 Smartwatch membuat pengisian baterai lebih pada jam tangan pintar ini menjadi cepat dan berdaya maksimal. Fitur smart battery tersebut bisa memperpanjang daya baterai menjadi lebih lama. Ada empat pilihan mode yang bisa digunakan untuk menghemat energi baterai, dari “daily mode” hingga “time only“.  Selain itu, teknologi smart battery juga bisa membuat proses pengisian baterai menjadi lebih cepat dari biasanya.

(dok. urbanicon)

Fitur selanjutnya yaitu fitur speaker yang bisa digunakan saat menikmati musik. Saya dapat langsung mendengar suara dari smartwatch melalui mic dan speaker yang terinstal dalam Fossil Gen 5 Smartwatch tipe display. Saya juga bisa mendengarkan pilihan lagu favorit di Spotify serta mendengar audible functionality dan respon termasuk alarm atau alert, respons Google Assistant yang menerjemahkan perintah saya, memainkan musik langsung dari smartwatch sport terbaik ini, dan mengangkat telepon langsung.

Dengan keunggulan yang dimilikinya, Fossil Gen 5 Smartwatch menjadi pilihan tepat untuk mendukung aktivitas berlari dan kegiatan sehari-hari lainnya. Jam tangan pintar Fossil ini menjadi rekomendasi smartwatch yang sesuai untuk saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *