Ekonomi

Green Designer, Peluang Kerja untuk Anak Muda

green designer peluang kerja anak muda

Mudik atau pulang ke kampung halaman sambil mengenang masa kecil merupakan hal yang membawa kesan spesial bagi perantau. Demikianlah yang aku alami setiap kali mudik ke Jawa Tengah. Bertemu dengan keluarga tercinta, mengobrol dengan teman-teman, dan menghirup udara segar, tentunya membawa kebahagiaan tersendiri bagiku.

Perkembangan zaman ikut merubah wajah kampungku. Anak-anak sekarang lebih banyak bermain dengan gawai, tak lagi bermain kasti, sepakbola, atau berkejar-kejaran di lapangan seperti aku dulu.  Wajar saja, saat ini hampir tak ada lahan kosong yang bisa dijadikan tempat bermain. Bertambahnya jumlah warga berakibat pada bertambahnya kebutuhan akan tempat tinggal. Lahan di kampung bisa dibilang penuh dengan rumah penduduk. Bahkan, lahan sawah di sisi timur kampung mulai digunakan untuk mendirikan rumah dan bangunan lain.

Jumlah manusia dan kebutuhannya terus meningkat, sementara sumber daya yang ada terbatas. Harus ada tindakan yang perlu diambil segera, agar sumber daya dimanfaatkan secara bijaksana. Ekoefisiensi, demikian istilah untuk menyebutnya agar penggunaan sumber daya alam bisa seefektif mungkin.

Green Jobs, Peluang Kerja Ramah Lingkungan untuk Anak Muda

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia perlu bekerja. Memilih green jobs, jenis pekerjaan yang berkontribusi terhadap kelestarian dan perbaikan lingkungan, adalah langkah tepat yang perlu diambil oleh anak muda saat ini. Selain melindungi dan memperbaiki ekosistem, green jobs juga membantu hal-hal penting lainnya. Mulai dari meningkatkan efisiensi energi dan bahan baku, mengurangi limbah dan polusi, membatasi emisi gas rumah kaca, hingga mendukung penyesuaian terhadap efek perubahan iklim.

Ada banyak contoh green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan. Misalnya, yang berkaitan dengan pengelolaan limbah, energi terbarukan, pertanian dan kehutanan, energi, transportasi rendah karbon, efisiensi energi, dan green construction.

Aku tertarik untuk membahas yang terakhir, yakni green construction. Kebutuhan akan tempat tinggal terus meningkat, dan hal ini bisa menjadi peluang kerja untuk anak muda. Bagi anak muda yang menggemari desain, maka menjadi green designer untuk membuat arsitektur yang ramah lingkungan akan menjadi tantangan mengasyikkan.

Rumah Botol, Green Inspiration dari Bandung

Berbincang soal green designer, aku teringat dengan sebuah rumah dengan desain unik dan inspiratif yang sempat populer beberapa tahun lalu. Disebut dengan rumah botol, rumah ini dianugerahi Green Design Award 2009 oleh BCI Asia.

Rumah ini milik Ridwan Kamil alias Kang Emil, gubernur Jawa Barat saat ini. Selain seorang politikus, Kang Emil juga arsitek lulusan Insititut Teknologi Bandung dan University of California, Berkeley di Amerika Serikat. Hasil karyanya estetik dan unik, misalnya Museum Tsunami di Aceh, Masjid Seribu Bulan Sabit di Banyumas, dan lainnya.

Rumah Botol Ridwan Kamil (Sumber: kompas.com)

Rumah botol di Bandung yang ramah lingkungan tersebut beliau desain sendiri dengan memanfaatkan botol-botol bekas untuk mengurangi sampah di kota Bandung. Kang Emil mengumpulkan 30.000 botol kaca selama dua tahun, kemudian mendesainnya pada eksterior dan interior rumah. Unik, sekaligus estetik!

Selain memanfaatkan botol bekas, rumah ini juga didesain dengan baik untuk tidak membuang energi secara sia-sia. Ada pintu geser dan jendela yang dapat dibuka penuh sehingga udara di dalam ruangan tetap sejuk meski tanpa pendingin ruangan.

Green Designer, Pekerjaan Mengasyikkan bagi Anak Muda

Menjadi seorang green designer di bidang arsitektur tentunya mengasyikkan. Di masa sekarang, membuat desain bisa dilakukan dengan smartphone, tab, atau laptop. Tidak serepot aku dulu ketika membuat tugas kuliah gambar teknik di atas kertas kalkir. Berjam-jam bikinnya, bahkan sering begadang untuk menyelesaikannya. Dan apa yang sudah dikerjakan bisa gagal begitu saja ketika aku salah membuat garis dengan pulpen Rapido, atau tak sengaja menyenggol cangkir kopi hingga isinya tumpah ke atas kertas kalkir. Marah dan kesal rasanya!

Teknologi juga sangat membantu mencari inspirasi desain. Inspirasi seperti rumah botol di Bandung bisa didapatkan dengan mudah dengan berselancar di internet. Lantas, hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang designer saat merancang rumah atau bangunan lainnya?

Perbanyak Bukaan

Memperbanyak bukaan pada dinding, langit-langit, atau lainnya bertujuan untuk melancarkan sirkulasi udara serta meminimalkan penggunaan lampu untuk pencahayaan rumah, terutama pada siang hari. Dengan demikian, konsumsi listrik juga lebih rendah.

Penggunaan Material Daur Ulang

Barang-barang bekas yang tidak terpakai bisa dimanfaatkan dan diubah menjadi barang yang memiliki nilai dan fungsi. Contoh tindakan peduli lingkungan ini yaitu pemanfaatan botol bekas pada rumah botol, seperti yang sudah diulas sebelumnya.

Tanaman Hijau yang Menyegarkan

Tanaman hijau menghasilkan oksigen dan menyegarkan suasana rumah. Tanaman hidup bisa ditempatkan di luar maupun dalam ruangan. Di masa pandemi, banyak orang melakukan kegiatan positif ini. Beragam tanaman bisa dipilih, baik tanaman hias, buah, maupun sayuran yang bisa dipanen untuk keperluan sehari-hari.

Hal-hal lainnya juga bisa ditambahkan, misalnya penggunaan panel surya untuk kebutuhan listrik, penampungan limbah rumah tangga (air dari kamar mandi, AC, dan lainnya) yang diolah dan dimanfaatkan untuk keperluan lain, atau pembuatan biopori di lahan sekitar bangunan.

Menjadi Green Designer, Mulai dari Hal Sederhana

Kebutuhan hunian akan terus meningkat. Rumah dan bangunan yang didesain secara ramah lingkungan menjadi kebutuhan di masa kini. Karenanya, green designer di bidang arsitektur menjadi peluang kerja yang menjanjikan bagi anak muda.

Menjadi green designer bisa dimulai dari hal sederhana, dari rumah sendiri. Kita bisa membuat desain sederhana yang tidak membutuhkan biaya terlalu besar, baik untuk eksterior maupun interior rumah. Lahan terbatas di depan rumah bisa didesain menjadi taman mungil yang elok. Tak hanya di luar rumah, taman vertikal bisa dibuat di dalam rumah dengan memanfaatkan dinding yang kosong untuk dipasangi pot-pot tanaman secara vertikal.

Dokumentasikan hasil desain tersebut ke dalam foto atau video, kemudian unggah ke media sosial. Kita bisa membuat akun khusus untuk desain rumah yang berkonsep ramah lingkungan. Promosikan keahlian tersebut kepada teman di media sosial. Dengan terus membuat postingan bertema green design, hal ini menjadi portofolio yang akan membuka peluang lebih besar lagi.

Setelah memiliki portofolio yang mendukung, mengapa tidak membuka bisnis sendiri saja dengan membuat usaha jasa green design? Bisnis ini bisa dilakukan secara online sehinga jangkauan pasarnya sangat luas.

Dengan bantuan teknologi digital, saat ini cukup banyak start-up di Indonesia yang menawarkan jasa desain atau renovasi rumah. Anak muda dengan keahlian green design dan kemampuan digital bisa berkolaborasi dengan start-up yang sudah ada, atau bahkan bisa membuat start-up baru. Cukup beralasan, green jobs ini menjadi peluang kerja yang menjanjikan bagi anak muda untuk menciptakan Indonesia yang lebih bersih.

Share this:

18 thoughts on “Green Designer, Peluang Kerja untuk Anak Muda”

  1. Waaaah unik jg ya desain rumah botol dari Ridwan Kamil. Sebelum menjadi gubernur memang beliau terkenal dengan desain-desainnya yang unik dan membumi ya.

  2. Rumah botolnya bagus deh, siapa sangka dengan bermodal botol yang udah gak kepakai bisa dijadikan rumah seunik itu.
    Dan yang pasti jika kita memiliki kreatifitas apapun bisa disulap jadi berharga, patut dicontoh nih buat yang lain supaya secara nggak langsung menjaga lingkungan

  3. Aku kemarin sempet liat di TV rumah ridwal kamil ini emang unik banget, belum ngeh kalau itu konsep green design. Tapi pas kemarin ikut webinar ternyata memang green jobs ini peluang masa depan banget ya termasuk green designer ini.

  4. Sepertinya bakalan melonjak ya Mas peminat green jobs di masa depan karena urgensinya terhadap keseimbangan alam makin disadari. Saya setuju kita kudu sadar untuk beraktivitas dengan mengurangi polusi dan sampah, salah satunya dengan menjadi desainer yang memanfaatkan bahan sisa. Banyak muncul inovator dan desainer muda yang menggunakan bahan alami yang ternyata jadi solusi utk menurunkan emisi karbon. Moga makin banyak yang paham seputar green jobs!

  5. Baru tahu rumah dari pak Ridwan Kamil ini mengakat tema dari botol bekas. Banyak juga yaa harus mengumpulkan 30.000 botol kaca, tapi puaaaas sih sama hasi desain rumah nya hihi.

    Green jobs memang sangat menjanjikan untuk masa depan, dapat nilai plus dari ramah terhadap lingkungan lagi.

  6. Semoga banyak green designer yang hadir dan membuat design hunian yang ramah lingkungan ya.

    Iya, sekarang lahan untuk bermain semakin berkurang. Salah satu alasan saya ya kemarin mencari hunian second agar nggak membuka lahan baru yang sebaiknya dipertahankan sebagai daerah resapan air.

    Semoga Green Jobs ini lama kelamaan menjadi budaya ya. Agar hidup lebih baik, dimulai dari penghidupan dengan semangat ramah lingkungan.

  7. Keren banget profesi green designer ini… Saya juga kepingin punya rumah yang hijau banyak tanaman plus banyak bukaan… Tapi belum terwujud, harus nyari jasa designer nih…

  8. Aku baru tahu kalau home designer bisa sekeren ini, apalagi dengan pendekatan yang ecofriendly dan empati pada lingkungan. Jadilah nggak sekadar home designer tapi green designer. Waah, harus semakin banyak orang2 keren kaya gini biar bumi tambah sehat, dimulai dari diri sendiri ya mas.

  9. Green job ini, selain memenuhi kebutuhan hidup. Juga menyelamatkan lingkungan ya. Ibarat kata, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui ^^

  10. Green Jobs saya kira merupakan kreativitas keren dalam dunia profesi. Secara, kontribusi nya sangat baik untuk melestarikan alam kita. Selain itu, lingkungan rumah juga makin asri dengan green desain kaya gini ya.

  11. wah sebagai kuliah di jurusan teknik lingkungan aku memandang ini suatu peluang yang bagus dan bisa jadi dilirik oleh anak generasi milenial dan generasi Z yang dimana mempelejari pentingnya lingkungan sekaligus mengajari penggunanan plastik atau sterofom itu gak baik untuk lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *