Ketahui Penyebab Impotensi dan Pengobatan Impotensi
Sehat

Kenali Penyebab Impotensi dan Bagaimana Solusi Mengatasinya

Salah satu gangguan yang paling ditakuti oleh kaum pria yaitu impotensi. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kepuasan seksual, tetapi juga bisa merusak keharmonisan dengan pasangan. Karenanya, perlu diketahui apa yang menjadi penyebab impotensi serta bagaimana cara mengatasinya.

Impotensi atau disfungsi ereksi terjadi seiring dengan bertambahnya usia, biasanya setelah pria berumur 40 tahun. Namun, pria berusia di bawah 40 tahun juga bisa mengalami impotensi yang ditandai dengan ereksi tidak maksimal, sulit ereksi, atau tak bisa mempertahankan ereksi dalam waktu lama.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat terjadi impotensi. Tetapi jika terjadi terus-menerus, maka impotensi perlu diperhatikan secara serius.

Bagaimana Proses Ereksi Terjadi?

Proses ereksi dimulai ketika pria mendapatkan rangsangan seksual, baik rangsangan fisik maupun mental. Saat ada rangsangan tersebut, otak akan meresponnya dengan cara mengirimkan sinyal yang memicu respon hormonal yang pada akhirnya menyebabkan aliran darah ke penis meningkat sehingga tejadi ereksi.

Setelah terjadi ejakulasi, penis akan kembali ke keadaan normal atau dalam periode refrakter, sebelum mengalami ereksi lagi. Refrakter yaitu suatu keadaan di mana membran sel saraf tidak peka lagi terhadap rangsangan (kebal rangsang).

Seiring bertambahnya usia seorang pria, periode refrakter akan berlangsung lebih lama. Pada remaja, periode refrakter hampir tidak ada. Sementara pada pria yang memasuki usia pertengahan, periode tersebut bisa berlangsung 2 hingga 3 hari.

Apa Penyebab Impotensi?

Rantai terjadinya ereksi di atas bisa saja mengalami gangguan. Hal tersebut bisa berpengaruh pada terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi. Ada beragam faktor yang bisa menjadi penyebab impotensi, antara lain:

Faktor Psikologis

Faktor psikologis juga bisa menjadi penyebab impotensi. Pria harus berada dalam keadaan tenang dan senang agar bisa mendapatkan ereksi. Adanya gangguan yang bersifat psikologis seperti depresi, kecemasan, atau gangguan kesehatan mental lainnya, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya impotensi.

Faktor Kardiovaskular

Kondisi jantung, hati, dan aliran darah yang tidak baik dapat mengakibatkan impotensi. Jantung berperan untuk memompa darah ke penis. Jika tidak mendapatkan aliran darah yang memadai, organ reproduksi pria tidak dapat melakukan ereksi.  Pria yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan hipertensi juga berpotensi tinggi mengidap impotensi.

Faktor Neurogenik

Gangguan neurogenik bisa menyebabkan impotensi. Antara lain penyakit Parkinson, gangguan tulang belakang, stroke, Alzheimer, tumor otak, multiple sclerosis, stroke, dan temporal lobe epilepsy, dan lainnya.

Faktor Hormonal

Ada beberapa kondisi hormonal yang bisa menyebabkan impotensi. Misalnya hipogonadisme (kondisi medis yang mempengaruhi kadar testosteron di bawah batas normal), hipertiroidisme atau hipotiroidisme (kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon), dan Sindrom Cushing (kondisi medis yang mempengaruhi produksi hormon kortisol).

Faktor Gaya Hidup

Kebiasaan sehari-hari juga bisa menyebabkan impotensi. Misalnya merokok, mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan, dan gangguan tidur. Impotensi sementara juga bisa dialami oleh pesepeda jarak jauh. Tekanan terus-menerus pada pantat dan area genital yang dialami pesepeda, dapat mempengaruhi fungsi saraf.

Solusi Mengatasi Impotensi

Setelah memahami faktor penyebab impotensi, perlu juga mengetahui solusi untuk mengatasinya. Solusi tersebut bisa melalui beberapa tindakan, mulai dari mengubah gaya hidup hingga melakukan pengobatan impotensi.

Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat adalah cara paling mudah mengatasi impotensi. Misalnya dengan memerhatikan asupan nutrisi, rutin berolahraga, mengelola stres, berhenti merokok, berhenti konsumsi alkohol, serta menjalin komunikasi dan hubungan yang sehat dengan pasangan.

Impotensi juga bisa diatasi dengan pengobatan. Penggunaan obat-obatan tersebut harus berada di bawah pengawasan dokter.

Untuk mendapatkan solusi yang tepat terhadap impotensi, gunakanlah layanan profesional di Diri Care. Pasien bisa mendapatkan layanan Sexual Care Online tanpa harus keluar rumah. Layanan online ini bisa diakses di mana saja dan kapan saja, baik melalui website maupun aplikasi.

Tak perlu ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang ahli di bidangnya. Konsultasi tersebut tidak dikenakan biaya sama sekali, alias gratis. Selain itu, kerahasiaan pasien juga tetap terjaga. Dokter akan secara profesional menangani keluhan seksual yang dialami, serta merekomendasikan produk yang akurat sesuai kondisi tubuh.

Produk yang direkomendasikan tentu saja aman dan terpercaya, karena sudah memenuhi standar BPOM dan FDA. Jadi, pasien akan mendapatkan produk yang terjamin, bukan obat-obatan random yang ada di pasaran.

Yuk, konsultasikan masalah seksual seperti impotensi ke Diri Care! Selain bisa mengetahui apa yang sebenarnya menjadi penyebab impotensi, pasien juga mendapatkan solusi tepat untuk mengatasinya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *