Destinasi Sumatera

Mengagumi Keindahan Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun di Kota Medan

Setelah dua hari sebelumnya menikmati keindahan Danau Toba, pada hari ketiga aku nikmati dengan berkeliling kota Medan. Beberapa tempat bersejarah seperti Istana Maimun dan Masjid Raya menjadi tujuanku.

Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang dibangun oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah (Sultan Deli IX) pada tahun 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891. Istana yang merupakan salah satu istana terindah di Indonesia  ini berlokasi di Jalan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Medan.

Bangunan istana ini memiliki perpaduan gaya Melayu, Belanda, Spanyol, Turki, India, dan Italia. Misalnya pada bagian atap bangunan, pengaruh Timur Tengah terlihat dari bentuknya  yang menyerupai perahu terbalik. Bentuk lampu, meja, pintu, dan jendela yang berukuran lebar identik dengan gaya khas Eropa. Pengaruh Belanda dapat dilihat dari marmer prasasti di depan tangga yang bertulisan bahasa Belanda.

Warna kuning mendominasi Istana Maimun

Ciri yang menonjol dari istana ini adalah dominasi warna kuning yang mengelilingi seluruh sisi bangunan. Warna kuning dianggap sebagai warna kebesaran Kesultanan Deli yang di Sumatera Utara, sekaligus melambangkan warna Melayu.

Istana Maimun memiliki 2 lantai dan juga terdapat 30 ruangan di atas lahan seluas 2.772 meter persegi. Bangunan istana sendiri terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian utama dan dua lagi di sayap kiri dan kanan. Pada bagian utama ada ruangan besar yang dahulu digunakan untuk kegiatan adat kerajaan.

Baca juga: Menikmati Samosir dan Sipiso-Piso

Pada bagian utama bangunan, saat ini dipergunakan untuk menyimpan koleksi peninggalan kesultanan seperti perabotan rumah yaitu kursi dan meja. Foto-foto Sultan yang pernah memimpin terpasang di dinding bangunan.

Masjid Raya Medan

Dari Istana Maimun, aku melanjutkan kunjungan ke Masjid Raya Medan. Jaraknya tak terlalu jauh, jadi aku berjalan kaki menuju masjid yang dibangun pada tahun 1906 pada masa pemerintahan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Masjid tersebut sebenarnya bernama Masjid Raya Al Mashun, dibangun di masa kejayaan Kesultanan Deli. Pada masa lalu, Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun ini menjadi penanda Kota Medan. Keduanya berada dalam satu kompleks, bersama Taman Sri Deli. Bahkan, konon kabarnya ada jalan rahasia dari dekat singgasana Sultan Deli di Istana Maimun ke masjid ini.

Masjid dan menara

Kubah masjid berbentuk pipih dan berhiaskan bulan sabit di bagian puncak. Sebuah menara yang menjulang tinggi terlihat menambah kemegahan masjid ini. Nilai seni lainnya dapat terlihat pada lukisan berupa bunga-bunga dan tumbuhan yang berkelok-kelok di dinding, plafon dan tiang-tiang kokoh di bagian dalam masjid.

Stasiun Medan

Setelah dari dua tempat tersebut, menjelang sore aku menuju ke Lapangan Merdeka. Beberapa bangunan seperti kantor pos dan stasiun kereta yang berada di dekat Lapangan Merdeka tak lupa menjadi objek yang menarik untuk diabadikan.

12 thoughts on “Mengagumi Keindahan Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun di Kota Medan”

  1. Masjid Raya Al Mashun ini jadi bangunan bersejarah penuh kenangan perkembangan bangsa Indonesia yang jadi saksi bisu “lalu lalangnya” orang Medan ya. Senangnya semua masih berdiri tegap dengan gagahnya.

  2. danau toba, salah satu destinasi wisata di Indonesia yang penge banget kesana. penasaran banget dengan keindahan menurut cerita orang, apalagi banyak sejarahnya disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *