Hiburan

Menonton “The Great British Circus”, Sirkus Tanpa Atraksi Binatang

Jam 4 lewat 6 menit hari Kamis sore itu pertunjukan dimulai. Lampu dipadamkan sejenak sehingga ruangan yang semula temaram berubah gelap, dan tak lama kemudian sorotan lampu warna-warni mengarah ke arena sirkus.

Sekelompok penari wanita berkostum merah dengan penutup kepala berukuran besar berwarna hitam mulai menampilkan koreografi diiringi musik yang menghentak.

Tak lama kemudian seorang wanita lagi muncul dari belakang panggung untuk melakukan atraksi hulla aerial. Hulla aerial adalah atraksi berayun sambil menari di ketinggian menggunakan hula hoop. Demikianlah The Great British Circus dibuka sore itu.

Selepas atraksi hulla aerial menghibur penonton, atraksi-atraksi menarik yang lain menyusul. Atraksi sulap membuat pengunjung tertawa terpingkal menyaksikan pertunjukan yang dibalut dengan komedi yang kocak. Cukup menghibur!

Selanjutnya ada rollabolla yaitu atraksi keseimbangan sambil memainkan bola di tangan. Pada atraksi ini pemain sirkus berdiri di atas beberapa tumpukan besi dan berusaha menjaga keseimbangannya.

Hair aerial menjadi atraksi berikutnya di mana pemainnya berayun sambil menari di ketinggian dengan rambut terikat pada tali. Pemain wanita tersebut dikuncir rambutnya, dan ada pengait pada ujung kunciran yang akan disambungkan dengan sebuah tali.

Pemain akan bergantung dan terbang menggunakan tali sambil menari di ketinggian dengan diiringi lagu seperti Let It Go dan Never Enough yang cukup tekenal.

Wheel of stunt menjadi atraksi berikutnya yang dimainkan dengan 2 roda besi yang berputar. Dua orang pemain sirkus akan memainkan atraksi di atas roda raksaksa yang terus beputar tersebut. Cukup menegangkan.

Berikutnya ada trapeze, yaitu aksi berayun pada ketinggian dengan menggunakan tali. Pada aksi ini, para pemain bergelantungan pada bar horizontal pendek yang dikaitkan dengan tali dan berayun kesana kemari, berputar, bahkan terbang dari bar horizontal ke tangan pemain lainnya dan kembali lagi ke bar horizontal sebelumnya. Begitu atraktif.

Baca juga: “The Cure” (1995), Film Lama yang Tak Pernah Usang untuk Mengajarkan Cinta Kasih

Polar bear, yaitu pertunjukan beragam kostum binatang dengan size sebenarnya menjadi atraksi sela sebelum atraksi terakhir. Sebagai penutup ada crazy globe yaitu atraksi berkendara sepeda motor di dalam sebuah bola besar.

Sebanyak empat pengendara motor sekaligus akan masuk ke dalam bola besar dan kemudian berkendara di dalam bola tersebut. Dengan raungan suara sepeda motor trail, para pengendara akan berputar terus menerus dengan gerakan horizontal bahkan vertikal tanpa bertabrakan dengan pengendara lainnya. Atrkasi teakhir ini paling menegangkan dibandingkan dengan aksi lainnya.

No animal abused

The Great British Circus merupakan pertunjukan sirkus musikal yang diproduksi oleh perusahaan asal Inggris. Mereka menampilkan kombinasi dari atraksi yang menegangkan dipadu dengan keahlian sirkus tradisional yang memukau dengan tata musik dan cahaya yang indah. Mayoritas semua pemain sirkus belajar dari kecil, mereka hidup di lingkungan sirkus dan mendedikasikan hidup untuk sirkus.

Pada pertunjukan The Great British Circus yang saya saksikan, tidak ada gajah, singa, beruang, lumba-lumba dan binatang lainnya yang tampil dan ‘dieksploitasi’ untuk menghibur penonton. Saat ini penggunaan binatang dalam petunjukan sirkus memang sudah mulai ditinggalkan, bahkan dilarang di beberapa negara.

Alasannya sederhana, yaitu terkait dengan hak asasi binatang. Seperti halnya manusia, binatang juga memiliki hak-hak kebebasannya. Tanggal 15 Oktober bahkan secara khusus didedikasikan sebagai hari hak asasi binatang.

Gajah, singa, dan binatang lainnya yang dipergunakan dalam pertunjukan sirkus tidak melakukan berbagai atraksi atas keinginan mereka sendiri, seperti berdiri di atas tangan atau melompati lingkaran besi.Mereka melakukannya karena takut terjadi sesuatu pada mereka jika atraksi tersebut tidak dilakukan.

Untuk memaksa binatang-binatang beraksi, pelatih sirkus menggunakan cambuk, ban leher yang ketat, lecutan listrik, dan peralatan menyakitkan lainnya. Kekerasan pada binatang sirkus tersebut berlangsung selama berabad-abad.

Sirkus akan melakukan perjalanan berkeliling sepanjang tahun, dalam cuaca yang kadang ekstrim. Saat kelompok sirkus transit di satu tempat, binatang-binatang yang ada akan ditempatkan pada trailer atau truk yang membuat mereka tidak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan dan air. Gajah-gajah dirantai, kucing-kucing besar dikerangkeng, di mana mereka makan, minum, tidur, berak dan kencing pada tempat yang sama.

Karena frustasi dengan keadaan yang menyakitkan tersebut, beberapa kasus terjadi di mana binatang-binatang sirkus kabur begitu mereka memiliki kesempatan. Mereka berlarian di jalan, masuk ke pemukiman, dan bahkan merusak rumah hingga melukai manusia. Dan untuk menghentikan serta menangkapnya, mereka harus ditembak dengan senapan bius dan bahkan harus berakhir pada kematian.

Kepedulian terhadap nasib binatang sirkus akhirnya mulai muncul. Salah satu cara untuk melindungi binatang sirkus adalah dengan melarang pertunjukan sirkus melakukan penampilan atau atraksi dengan binatang-binatang tersebut.

Hari Hak Asasi Binatang

Tanggal 15 Oktober dijadikan sebagai hari hak asasi binatang. Hari tersebut lahir dari deklarasi universal kesejahteraan hewan yang didukung 46 negara dan 330 kelompok pendukung satwa, sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya kasus kekerasan pada binatang yang terjadi di kebun binatang dan sirkus.

Hak asasi binatang terdiri atas 5 kebebasan, yakni bebas dari rasa haus dan lapar, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas mengekspresikan tingkah laku alami, bebas dari stres dan takut, serta bebas dari dilukai dan sakit.

Istilah hak asasi binatang mulai populer sejak tahun 1964 hingga awal 1970-an, istilah ini muncul karena objektifikasi terhadap binatang yang dianggap sudah keterlaluan. Penulis dan psikolog dari Inggris bernama Richard Ryder adalah salah satu orang yang mempulerkannya.

Ryder menciptakan istilah speciesisme untuk menggambarkan orang-orang yang mendukung berhentinya objektifikasi pada binatang. Paham ini menilai bahwa binatang tidak seharusnya dipandang hanya sebagai alat pemuas kebutuhan manusia, seperti dijadikan makanan, pakaian, subjek penelitian, hiburan, atau selalu dicap sebagai sesuatu yang mengerikan atau dikesampingkan hak hidupnya.

Nah, bagi kita yang peduli terhadap hak asasi binatang, salah satu cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan tidak menonton pertunjukan sirkus yang menampilkan atraksi binatang.

1 thought on “Menonton “The Great British Circus”, Sirkus Tanpa Atraksi Binatang”

  1. Aku paling suka nonton sirkus itu ya memang yang bukan sirkus hewan.
    Aku suka kasihan lihat hewan-hewan yang disirkuskan.
    Eh, ternyata ada sirkut tanpa hewan.
    Asik lagi cara menceritakannya.
    Sukses dan salam kenal Kak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *