Rawa Pening Ambarawa
Destinasi

Mengunjungi Rawa Pening Ambarawa

[ A+ ] /[ A- ]

Jika kita tengah mengunjungi Kabupaten Semarang, ada baiknya untuk berkunjung ke Rawa Pening Ambarawa. Danau alami ini memiliki pemandangan yang indah, dengan latar belakang gunung-gunung yang mengelilinginya.

Tulisan ini saya buat berdasarkan kunjungan saya ke Rawa Pening 3 tahun lalu, yaitu pada musim liburan lebaran 2017. Foto-foto yang saya tampilkan juga diambil pada saat itu. Bisa saja ada perubahan jika dibandingkan dengan kondisi terkini.

Mudik 2017

Tahun ini saya tidak mudik sehubungan dengan pandemi Covid-19. Padahal tiket kereta api sudah saya dapatkan pada bulan Februari lalu. Tiket tersebut akhirnya saya batalkan beberapa waktu lalu.

Mudik menjadi tradisi yang tidak pernah saya lewatkan sejak merantau ke Tangerang 23 tahun lalu. Bertemu dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman merupakan hal yang membawa kegembiraan. Foto-foto yang masih tersimpan di ponsel ataupun laptop, menjadi saksi atas kenangan indah tersebut.

Salah satu kenangan tersebut muncul kembali saat saya membuka laptop dan melihat foto-foto saat mudik tahun 2017, antara lain foto-foto di Rawa Pening. Saya sudah pernah mengunggah foto-foto itu ke media sosial, namun belum sempat menulis kisahnya di blog.

Beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, seorang teman kuliah yang kebetulan bertempat tinggal dekat dengan rumah saya menawarkan untuk berangkat bersama. Teman tersebut mudik ke Salatiga, sementara saya ke Pati.

Baca Juga: Meraba Urat Nadi Juwana

Biasanya saya akan turun di Semarang, dan melanjutkan perjalanan dengan bus ke arah timur (Pati) sementara ia melanjutkan perjalanan ke selatan (Salatiga). Namun saat itu (2017) saya punya rencana lain.

Kebetulan saat itu gerbang tol Salatiga pertama kali siap dibuka dan bisa dipakai oleh masyarakat. Berbagai foto-foto tentang indahnya gerbang tol yang berlatar belakang Gunung Merbabu cukup viral di media sosial.

Gerbang Tol Salatiga

Singkat cerita, kami berangkat dari Tangerang sore hari. Kami tiba di Salatiga pada siang hari berikutnya. Cuaca cerah berawan saat kami keluar dari gerbang tol Salatiga.

Saya kemudian turun di salah satu tempat dan berpisah dengan teman tersebut. Rencananya akan ada teman lain (seorang bloger) yang akan menjemput saya, dan saya akan menginap sehari di rumahnya.

Berkunjung ke Rawa Pening Ambarawa

Siang itu saya beristirahat sejenak di tempat tinggal teman bloger dan juga dosen di salah satu universitas di Salatiga tersebut. Sekitar jam 4 sore, kami berangkat dari Salatiga ke arah utara menuju Rawa Pening, dengan naik angkot. Kami turun dari angkot di dekat Stasiun Tuntang, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Rawa Pening berada di Kabupaten Semarang. Danau alami ini masuk ke dalam 4 kecamatan di Kabupaten Semarang tersebut,  yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru.

Baca juga: Magelang, Novel Mangun, dan Borobudur Marathon

Saya sendiri pertama kali mendengar nama Rawa Pening sewaktu masih SD. Legenda Rawa Pening sangat populer di Jawa Tengah, dengan tokoh anak kecil bernama Baru Klinting yang menenggelamkan sebuah desa. Kisah selengkapnya bisa kita temukan di internet.

Perahu-perahu di Rawa Pening

Dari jalan raya, kami kemudian berjalan menyusuri rel kereta api ke arah barat. Belasan menit kemudian, tibalah kami di Rawa Pening. Saya langsung takjub melihat pemandangan yang terhampar di hadapan saya.

Rawa Pening mempunya luas sekitar 2670 hektar. Ia dikelilingi oleh beberapa gunung, yaitu Merbabu, Ungaran, dan Telomoyo. Secara geografis, Rawa Pening berada di cekungan terendah dari gunung-gunung tersebut.

Sunset di Rawa Pening

Air di Rawa Pening cukup bersih dan memantulkan warna langit yang sedang cerah pada sore hari tersebut. Di beberapa titik terdapat perahu-perahu berwarna-warni yang parkir di tepi danau.

Dari lokasi yang berada di rel kereta api tersebut, saya menikmati ketenangan dan keindahan sore. Air yang tenang serta bukit dan gunung di kejauhan, berpadu dengan langit yang cerah.

Keindahan lainnya segera menyusul, ketika matahari mulai turun. Perlahan bola berwana kemerahan tersebut tenggelam di punggung bukit yang ada di sisi barat.

Senja di Rawa Pening Ambarawa

Bak lukisan yang rupawan, jalur kereta api yang membelah air danau, terlihat semakin mengecil menuju kaki bukit di sisi barat. Sementara di atas bukit tersebut, langit senja menunjukkan kemegahannya dengan warna keemasan. 

Sunset di Rawa Pening sore itu adalah salah satu sunset terindah yang pernah saya saksikan. Tak mengherankan, jika Rawa Pening Ambarawa menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.

Ikuti cerita Samelinad di media sosial di Instagram @samleinad dan like Facebook Page Samleinad

Bagikan

18 thoughts on “Mengunjungi Rawa Pening Ambarawa”

  1. blm pernah kesini aku mas,seringnya lihat lewat artikel / foto hehe
    btw itu ada rel kereta yang skrng udh g aktif y mas?

  2. Dengar kata Ambarawa yang ingat adalah wisata naik kereta semoga pandemi usai sikon aman nyaman saya bisa jalan jalan lagi deh

  3. Aku suka fotonya dan belum pernah ke Ambarawa. Cantik bgt.. hiks jadi kangen travelling

  4. Jadi pengen main kesini mas. Lebaran kali ini memang terasa berbeda ya hanya dirumah saja tapi sangat bermanfaat sekali dengan tulisan mas tentang rawa pening dengan foto-foto indahnya serasa sudah melihat dan jalan-jalan kesana. Thanks mas.

  5. Selama ini baru dengar doang nama Ambarawa, smoga suatu saat nanti bisa ke tempat indah ini amin

  6. Aku tahun 2017 ke Semarang dan mampir main ke Rawa Pening ini untuk foto-foto. Ada beberapa spot foto yang cakep di Rawa Pening ini, kebetulan memang aku mengkhususkan untuk photo hunting.

  7. MasyaAllah cantik sekali pemandangannya, terutama yang di rel kereta api itu. Terima kasih atas sharingnya, jadi tahu tentang Rawa Pening ini dan langsung googling cerita tentang Rawa Pening deh.

  8. Ambarawa tuh emang indah yaaahh…persawahannya juga bikin semangat foto2. Rawa Pening pernah dengar tp lom sempet singgah. Semoga bs ke sana kangen jg naik travel Semarang-Jogja melewati kota ini. Road trip kayaknya seru yah.

  9. Aku pernah ke sini
    Sebelumnya ke Eling Bening dulu
    Trus langsung ke Rawa Pening. Pas banget waktunya sore hari, naik perahu menyusuri rawa itu seru banget, ditemani angin sepoi-sepoi dan langit yang mulai jingga

    Ah khan jadi kangen pengen ke sana lagi

  10. Saya teringat akan iklan dari salah satu iklan dari brand minuman energi yang mengambil background di Rawa Pening ini.

    Dan setelah membaca tulisan mas Daniel, saya berharap, semoga kelak bisa menikmati sunset di Rawa Pening juga.

  11. Bagus banget tempatnya ya. Pasti kalo gak lagi pandemi, saat libur lebaran pasti rame pengunjung ya.

  12. Dud duh baca tentang wisata Semarang lagi, tambah miris 2 kali dinas ke Semarang tapi belum sempat eksplore wisatanya. Pernah lihat juga beberapa tempat wisata Ambarawa di sosial media teman, memang bikin mupeng eksplore Ambarawa

  13. Aku pernah dengar Ambarawa tapi brasanya baru kali ini dengar soal Rawa Pending deh hehe. Belajar soal sejarah sekaligus mengagumi alam yah

  14. seru ya lihat rel kereta seperti itu bisa buat spot foto-foto mas daniel hehe..

  15. Duhhh adem tenag banget ke sini kayaknya. kalau dari bahasa indonesia, pening bikin pusing. kalau diliat dari foto mase, kagak bikin pening iniiii tapi bikin refresh otak lagi

  16. Mas mohon izin untuk mengunakan foto rel melintas di rawa pening, untuk ilustrasi di bahan presentasi. Fotonya cantik sekali, saya belum bisa bikin yang sebagus ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *