Sehat

Sakit Meriang Tidak Sebatas Merindukan Kasih Sayang

Meriang

Sakit meriang dengan tanda suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat Celcius ini sering dialami banyak orang. Kondisi seperti ini kadang disebut tidak enak badan. Di Jawa, disebut dengan nggreges.

Meriang secara keilmuan terjadi karena sistem kekebaan tubuh sedang berjuang melawan infeksi, bisa diakibatkan serangan virus, bakteri, atau parasit. Penyebabnya beragam. Karenanya, cara mengatasinya juga beragam.

Meriang karena terpapar suhu dingin

Misalnya ketika kehujanan saat berada di perjalanan, berenang atau mandi terlalu lama. Bagi pengendara sepeda motor, pasti pernah mengalami kehujanan ketika sedang di tengah perjalanan. Bisa saja karena hujan turun tiba-tiba sebelum kita sempat mengenakan mantel hujan atau mencari tempat berteduh. Kejadian tersebut bisa menyebabkan sakit meriang menggigil. Kadang juga disertai rasa mual, jika perut belum sempat terisi makanan.

Biasanya saat mengalami sakit meriang dan mual seperti ini, yang saya lakukan setelah sampai di rumah yaitu mengganti pakaian dengan baju yang tebal dan hangat, minum air hangat dan obat flu dari warung atau obat tradisional menggigil seperti jahe dan sebagainya, lalu beristirahat. Beberapa jam kemudian, badan sudah terasa enak.

Meriang akibat aktivitas yang ekstrim

Misalnya hiking, naik gunung, atau lari marathon. Saya sendiri hampir selalu mengalaminya saat mengikuti lari marathon yang biasanya saya tempuh dalam waktu sekitar 7 jam. Setelah finish, biasanya badan terasa sakit semua dan meriang.

Cara mengatasinya, saya akan makan dan minum dalam jumlah yang lebih dari biasanya untuk menggantikan kalori dan cairan tubuh yang hilang. Setelah itu, istirahat (tidur) untuk memulihkan tubuh. Usahakan kondisi tempat tidur senyaman mungkin sehingga tidurnya benar-benar berkualitas. Setelah bangun, sakit meriang pun hilang.

Meriang gara-gara begadang atau kurang tidur

Bagi penggemar sepakbola, meriang seperti ini sering dialami. Banyak siaran langsung sepakbola yang ditayangkan malam atau dini hari, misalnya Piala Dunia, Liga Champion, atau Piala Eropa.

Demi menyaksikan tim dan pemain idola yang sedang bermain, kegemaran ini harus dibayar dengan mengorbankan jam-jam tidur. Alhasil, keesokan harinya jadi mengantuk dan kadang juga menggigil.

Untuk sakit meriang jenis ini, cara mengatasinya dengan mengganti jam tidur yang dipakai sebelumnya. Tentunya tidak dianjurkan tidur saat jam kerja di kantor, ya.

Atau, dengan mengubah jam tidur. Gelaran Piala Eropa atau Piala Dunia biasanya berlangsung dalam waktu satu bulan. Untuk menyiasatinya, tidurlah lebih awal sekitar jam 8-9 malam. Kemudian baru bangun dini hari untuk menyaksikan siaran bal-balan tersebut.

Masih banyak penyebab sakit meriang yang lainnya. Misalnya setelah imunisasi (pada bayi), karena efek samping minum obat-obatan, hingga sedang terkena penyakit seperti demam berdarah, tipus, dan lainnya.

Sakit Meriang Saat Puasa

Selain kondisi-kondisi di atas, meriang kerap juga dialami oleh orang yang tengah berpuasa. Seperti saat puasa Ramadan sekarang ini. Saat berpuasa, tubuh kita bisa mengalami dehidrasi. Dalam situasi dehidrasi tersebut, tubuh akan berupaya mengimbanginya dengan mengurangi pengeluaran cairan. Hal ini menimbulkan terjadinya konstriksi (penyempitan) pori-pori kulit, yang akan berdampak pada naiknya suhu tubuh.

Baca juga: Juara Tambora Challenge 2019 Berbagi Tips Sehat dan Bugar di Bulan Puasa

Untuk mengatasinya, kita harus minum air putih dalam jumlah yang cukup. Kita perlu minum 6-8 gelas air setiap hari. Saat bulan puasa, kita bisa mengaturnya yaitu dengan membagi 6-8 gelas tersebut saat sahur, berbuka puasa, dan sebelum tidur di malam hari. Bila perlu, tambah dengan suplemen atau multivitamin supaya ibadah puasa tetap lancar.

Meriang, Merindukan Kasih Sayang

Sakit meriang tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor fisik, tetapi juga bisa disebakan oleh faktor psikis. Misalnya karena memendam perasaan rindu terhadap seseorang yang dicintai. Untuk jenis ini, meriangnya adalah merindukan kasih sayang.

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa jatuh cinta berhubungan dengan dopamine, suatu hormone yang memengaruhi rasa sakit, bahagia, dan hasrat. Produksi dopamine juga memengaruhi hormone serotonin yang mengendalikan tingkat stress, suasana hati, dan nafsu makan.

Karenanya, berjauhan dengan orang yang dicintai bisa terasa berat. Seolah-olah kita merasa tidak enak badan, dan perasaan menjadi ambyar. Sakit meriang jenis ini (merindukan kasih sayang) tidak sulit diatasi. Ambil saja telepon pintar, lalu hubungi dan berbincanglah dengan sang tercinta. Sesudahnya, kita akan sehat kembali.

Cara lainnya, bisa mendengarkan lagu. Misalnya lagu-lagu campursari-nya Didi Kempot yang berjudul Pamer Bojo. Dijamin, akan semakin ambyar. Yuk, nyanyi dulu!

Koyo ngene rasane wong nandang kangen
Rino wengi atiku rasane peteng
Tansah kelingan kepingin nyawang
Sedelo wae uwis emoh tenan

Baca Juga: Lagu ini Mewakili Perasaan yang “Ambyar” karena Tidak Bisa Mudik Lebaran

19 thoughts on “Sakit Meriang Tidak Sebatas Merindukan Kasih Sayang”

  1. Tak gentak gentak joz hahahaha… Kalo meriang karena cinta cukup ketemu aja haha.. kalau meriang karena emang sakit cukup tidur yang banyak 🤭

  2. ashiap, meriang terakhir aku juga pengen ikutan nyanyi kak, hahaha. penderitaannya beda jika mengalami hal itu

  3. Aku yang paling terasaa kalau habis begadang, Mas, awak langsung nggreges besoknya, lungkrak dan sakit semua. Maklum, faktor U hehe. Juga pas puasa, kadang menjelang magrib malah kayak anget. Habis buka puasa, dah normal, mungkin kelaperan wkwkwkw. Asal jangan meriang karena dipamerin bojo kayak lagune didi kempot wkwkw. Bahaya, susah obatinya tuh!

  4. ahaha paragraf penutupnya lucu banget, pake lirik lagu 😀
    bener banget tuh bang, sampai bosan dengar orang “lagi rindu tuh” pas meriang. lagi sakit lho, bukannya dibikin nyaman malah disuruh ingat yang enggak-enggak

  5. wahhh sabar ya kang. Ngga bisa mudik dulu saat ini karena virus ini bia saja membawa celaka, kita harus hati hati danmenjaga supaya orang di kamung tak terpapar
    Duh… turut ambyar juga waktu tahu berita meninggal Didi Kempot 🙁

  6. Hahaha.. penyebab meriang terakhir aduhai sekali, Mas Daniel. Kalau meriang itu, ya obatnya ketemu lansung sama yayang tersayang ya hahaha.
    Kalau saya, meriang karena naik motor dan kena hujan, Mas. karena terkadang, melintas di satua area, terang benderang, eh.. pas masuk area lain langsung hujan deras. Maka biasanya, pas sampai rumah, saya langsung mandi air panas, makan dan minum yang hangat, minum obat, lalu tidur.

  7. Meriang itu obatnya istirahat dan tidur yang cukup ya, bukan hanya fisik taapi juga pikiran. Kalau enggak, yaitu ujungnya bisa meriang kasih sayang. Iya kalau sama-sama sayang, kalau sayangnya hanya sepihak, bisa-bisa obatnya susah ketemu, hahaha.

  8. Kalau Sy meriang kira2 knp ya, bingung sendiri bisa jadi lebih karena stres aja kali ya

  9. sy kadang meriang juga sesekali cuma kalau pas gini jangan deh ya, mau ke RS malah di suruh tes covid nantinya

  10. Biasanya nih mahasiswa yang sering begadang. Bukan karena tugas tapi karena nonton film hehe. Takutnya nanti pas minggu ujian, jadi sakit. Kacau deh itu.

  11. Kirain nyanyinya yang lagu Cita Citata, hihi. Kalau suhu ruangan yang dingin banget gitu, memang suka meriang. Apalagi kalau di tempat event, mau minta tolong di bikin hangat tempat nya kan nggak mungkin juga, karena banyak orang #curcol 😁

  12. Kemarin anakku ngerasa demam gitu. Tapi diukur pake termometer mah normal, 36. Penjelasanku ke dia sama kayak Mas Sam gitu, karena lagi puasa jadi terasa agak meriang karena badan sedang menyesuaikan diri 🙂

  13. Begadang dan kurang tidur bukan cuma miliki para penggemar sepak bola min :”
    Anak kuliahan ditengah pandemi ini juga para pejuang yang kurang tidur wkwkwkwk, digempur mulu sama tugas online. Jadinya banyak anak kuliahan yang merindukan kasih sayang ehh maksudnya meriang :”

  14. Auto nyanyi pas disebut meriang, kurang kasih sayang. Haha. Intinya kebutuhan istirahat tdk tercukupi, sehingga dapat menyebabkan meriang dan penyakit lanjutannya.

  15. Aku kalau habis begadang dan kena dingin, was-was banget kena meriang. Apalagi kalau deadline kerjaan barengan datangnya, harus bener2 sedia multivitamin.

  16. Ya ampun kayaknya meriang jenia terakhir itu ausah banget diobati karena harus melibatkan orang lain ya mas, hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *