Tekno

Samsung dan Xiaomi, Beda Segmen namun Ramai Peminatnya

(sumber gambar: tempo.co)

Handphone atau telepon seluler atau ponsel, benda persegi empat ini tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita saban hari. Tak hanya orang dewasa semata, remaja bahkan anak-anak hampir semuanya memiliki ponsel. Tak heran jika ada sebuah jargon iklan layar kaca yang sempat populer beberapa tahun silam mengatakan, “Hari gene gak punya hape?”

Jargon tersebut menegaskan bahwa masyarakat di era sekarang memang punya ketergantungan yang besar dengan ponsel. Ponsel sudah mengalami pergeseran dari sebuah barang mewah dan mahal, menjadi sesuatu yang biasa di masyarakat. Jika dulu hanya orang-orang berkantong tebal yang bisa menggenggamnya, sekarang penjual sayur keliling pun sudah menerima pesanan melalui ponsel miliknya.

Tahun 1973 menjadi masa pertama kali terjadinya komunikasi menggunakan ponsel. Saat itu Direktur Motorola, Martin Cooper menelepon menggunakan Motorola DynaTAC yang merupakan prototype handphone yang dibuat Motorola. DynaTAC punya ukuran besar dan beratnya hampir 1 kg, sehingga tidak nyaman untuk dibawa ke mana-mana.

Tahun 1990-an bisa dibilang menjadi era perubahan model dan teknologi handphone. Tidak hanya untuk dipakai untuk melakukan dan menerima panggilan, handphone mulai bisa dipergunakan untuk mengirim SMS. Saat itulah handphone mulai dipergunakan banyak orang di dunia, termasuk Indonesia. Produk Eropa dan Amerika banyak dipergunakan di Indonesia kala itu, seperti Nokia, Phillips, atau Motorola.

Perkembangan selanjutnya, handphone mulai juga bisa dipergunakan untuk internet. Karena kemampuannya inilah handphone disebut pula sebagai smartphone. Produk dari negara-negara Asia mulai ikut hadir, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China. Tak hanya sekedari menjadi pemain kelas dua, negara-negara Asia mulai menjadi rival serius bagi Amerika dan Eropa.

Smartphone Populer dari Asia

Banyak merek smartphone dari Asia yang membanjiri pasar, termasuk Indonesia. Pada artikel ini, Saya akan membahas dua pabrikan saja, yaitu Samsung dan Xiaomi yang memiliki pasar cukup besar di negara kita. Bahkan menurut laporan Canalys, disebutkan bahwa Samsung dan Xiaomi menjadi smartphone terlaris  nomor 1 dan 2 di Indonesia pada kwartal ke-4 tahun 2018 lalu.

Untuk perangkat ber-OS Android, Samsung menjadi pemimpin saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, smartphone merek Samsung berada di puncak popularitas di dunia, juga di Indonesia. Samsung juga dikenal rajin merilis seri smartphone terbarunya yang dilengkapi dengan inovasi dan teknologi paling mutakhir. Seperti berbagai seri smartphone Samsung Galaxy yang dengan mudah kita temukan di berbagai toko handphone di Indonesia. Maka tidak heran jika Samsung sangat populer di Indonesia dan sukar untuk menemukan tandingannya.

Jika Samsung dikenal karena teknologinya, maka Xiaomi lebih dikenal karena harganya yang murah, namun dengan spek yang tidak murahan. Ada berbagai pilihan handphone Xiaomi dengan spek mumpuni yang dirilis dengan harga kurang dari Rp 1 juta. Tak heran jika merek ini menjadi pilihan bagi mereka yang belum punya penghasilan sendiri, seperti anak sekolah dan mahasiswa, namun tetap ingin mempunyai gawai dengan kualitas yang bisa diandalkan.

Samsung, Rajanya Android

Samsung menjadi merek teratas untuk smartphone berbasis Android saat ini dan menguasai pasar, baik Indonesia maupun global. Hasil riset Counterpoint menyebutkan pada kuartal 1 2015, Samsung memimpin penjualan ponsel dan smartphone di Indonesia dengan perolehan 21,2% dan 32,9%, disusul Evercross dan Smartfren. Sedangkan untuk pasar global, menurut laporan TrendForce, pada kuartal kedua 2015 Samsung memimpin pasar dengan 26,8% berkat penjualan S6 dan S6 Edge, kemudian dibuntuti oleh Apple 16,4% dan Huawei 7,6%.

(Sumber gambar: Samsung.com)

Samsung memiliki berbagai tipe smartphone yang biasanya dikenal dengan nama Samsung Galaxy. Beberapa tipe smartphone populer saat ini di antaranya, Galaxy Note, Galaxy S, Galaxy A, dan Galaxy M.

Galaxy Note untuk Penyuka Fotografi

Galaxy Note dikenal memiliki spesifikasi yang mumpuni, tak heran jika harganya juga cukup tinggi. Misalnya, Galaxy Note10+ (harga Rp 16,5 juta), Galaxy Note10 (harga Rp 14 juta), dan Galaxy Note9 (harga Rp 11,5 juta). Dari sekian banyak keunggulan, Galaxy Note cocok bagi para pecinta fotografi karena kameranya yang berkualitas.

Galaxy Note 9 sudah dilengkapi kamera ganda yang terdiri dari kamera belakang wide 12 MP (f/1.5 dan f/2.4) dan telephoto 12 MP (f/2.4). Sedangkan Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus keduanya dibekali kamera ultra wide 16 MP (f/2.2), kamera wide angle 12MP dengan 2PD AF (f/1.5) dan (f/2.4), dan kamera telephoto 12MP (f/2.1). Hanya saja, Galaxy Note 10 Plus disematkan satu kamera tambahan, yakni sensor ToF (time of flight) atau dalam bahasa Samsung disebut depth vision camera VGA. Sensor ToF ini berfungsi untuk menentukan kedalaman obyek yang dipindai.

Xiaomi, Murah dan Tetap Mumpuni

Untuk kelas low end, Xiaomi menjadi salah satu merek yang bisa diandalkan. Ada berbagai pilihan handphone dengan spek mumpuni yang dirilis dengan harga resmi kurang dari Rp 1 juta, yaitu: Xiaomi Redmi 5A: Rp 999.000; Xiaomi Redmi 2 Prime: Rp 980.000; dan Xiaomi Redmi 1S: Rp 780.000.

Sedangkan handphone Xiaomi terbaru misalnya Xiaomi Redmi Note 6 Pro, Xiaomi Mi 8, Xiaomi Mi A2 Lite, Xiaomi Mi 8 Explorer, dan Xiaomi Black Shark. Untuk tahun ini, handphone terpopuler dari Xiaomi yaitu Xiaomi Redmi 5A, Xiaomi Redmi Note 5, Xiaomi Redmi 6A, Xiaomi Pocophone F1, dan Xiaomi Redmi S2.

Meski terkena dengan harga murah, Xiaomi juga memiliki handphone dengan harga mahal. Misalnya Xiaomi Black Shark seharga Rp 6-7 juta dan Xiaomi Black Shark Helo seharga Rp 7-9 juta.

Xiaomi Redmi 4A

Fitur kamera menjadi hal wajib bagi handphone saat ini. Bagi kids jaman now yang ingin selalu eksis di media sosial dengan mengunggah foto-foto, Xiaomi Redmi 4A bisa menjadi pilihan. Redmi 4A mempunyai kamera utama dengan lensa optik sebesar 13 MP. Dengan kualitas kamera secanggih ini, hasil jepretan dan video menjadi sangat jelas dan tajam. MIUI akan mengklasifikasi foto-foto sesuai dengan tanggal mengambil foto tersebut. Sistem operasi Xiaomi tersebut juga bahkan dapat mendeteksi apakah foto tersebut adalah panorama atau screenshot.

(Sumber gambar: mi.com)

Xiaomi Redmi 4A dilengkapi prosesor quad-core Snapdragon 425 64-bit dan baterai 3210 mAh sehingga kita bisa menikmati performa lancar sepanjang hari. Meski begitu, Redmi 4A tetap ringan, cuma 131,5 gram dan punya body matte yang membuatnya enak digenggam. Dibalik layar 5″ HD-nya ada MIUI 8, operating system terbaru yang indah dan gampang dipakai.

Xiomi Redmi 4A juga memungkinkan kita punya dua profil. Pakai password atau jari berbeda untuk mengakses masing-masing profil ini, dengan wallpaper, aplikasi, file dan galeri foto yang terpisah. Cocok banget untuk kita yang tidak mau ribet membawa dua handphone.

Dari segi desain, Xiaomi Redmi 4A terlihat elegan dan minimalis. Bodi Redmi 4A tidak terlalu tipis tapi masih nyaman untuk digenggam. Pilihan warna yang ditawarkan Xiaomi Indonesia pun sangat halus, matte finishing sehingga tidak mengkilap atau norak. Harga HP Xiaomi ini dapat ditekan karena bodi Xiaomi Redmi 4A terbuat dari plastik.

Xiaomi Redmi 4A dibanderol dengan harga kurang dari Rp 1,5 juta, bahkan di beberapa toko online harganya bisa kurang dari Rp 1 juta. Wajar, bila handphone ini cocok bagi anak milenial yang ingin punya gadget keren namun tidak mahal harganya.


13 thoughts on “Samsung dan Xiaomi, Beda Segmen namun Ramai Peminatnya”

  1. Xiaomi memang ponsel andalan banget. Sudah beberapa kali ganti Hape, aku selalu memilih Xiaomi. Selain awet, kameranya bagus, jeroannya handal dan harganya relatif murah. Makanya… aku cinta banget sama Xiaomi ini 🙂

  2. Brand Xiomi dan Samsung cukup kuat di segmennya, asal dimanintenance akan tetap merebut market tapi jangan main di harga yang di luar jangkauan targetnya.
    .
    Saya pernah punya Xiomi, tp skrg dipakai anak.

  3. aku akhirnya balik lagi ke samsung sekarang, wkwkw.
    Soalnya samsung sekarang ada harga murceu-nya. Hihiiii. Xiaomi juga bandel si. Aku dulu pernah punya xiaomi dan awet banget. Karena udah ga oke, kameranya terpaksa ganti. Trus sekarang pilih samsung deh dengan harga yang terjangkau dan spek mumpuni.

  4. Antara keduanya daku pilih Xiaomi hanya karena harga dan pilihannya banyaaaak betul.
    Belum pernah beli yang harganya di atas 3juta sih, jadi penasaran apakah akan lebih enak makenya. 🙂

  5. Hm.. Kalau aku disuruh pilih salah satu kayanya akan sulit jadi aku akan beli keduanya 😅 tapi kalau aku punya uang sih, sekarang mah pake handphone yang ada aja.. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *