Sehat

Sarapan dengan Biji-bijian Utuh untuk Hidup Lebih Sehat

Sarapan merupakan aktivitas penting yang tidak boleh dilupakan setiap harinya. Ketika kita bangun tidur di pagi hari, tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu cukup lama sejak malam hari. Sarapan akan menjadi amunisi yang akan kita pergunakan dalam menjalani aktivitas.

Waktu yang baik untuk melakukan sarapan yaitu dua jam setelah bangun tidur, paling lambat sebelum jam 9 pagi. Melalui sarapan, anak-anak mendapat nutrisi yang akan dipergunakan untuk bisa berkonsentrasi belajar di sekolah. Bagi pekerja, sarapan menjadi sumber energi agar terus produktif.

Dengan alasan terbatasnya waktu atau sedang terburu-buru, kita kerap melakukan sarapan dengan apa kadarnya bahkan sampai melupakannya. Padahal sarapan adalah waktu makan yang paling penting jika dibandingkan dengan waktu makan lainnya, yaitu makan siang dan malam.

Solusi untuk permasalahan tersebut, yaitu dengan mempersiapkan sarapan dengan menu praktis, namun tetap sehat dan mengandung zat gizi seimbang yang bermanfaat bagi tubuh. Contohnya seperti biji-bijian utuh atau whole grain yang banyak memiliki manfaat bagi tubuh.

Menyadari pentingnya konsumsi biji-bijian utuh, Nestle Breakfast Cereals mencanangkan “7 Days Whole Grain Challenge” yang berlangsung di Three Buns Cafe, Jakarta Selatan pada tanggal 28/3/2019. Melalui acara ini, masyarakat Indonesia diajak untuk mengonsumsi biji-bijuan utuh, misalnya gandum utuh.

Dalam sambutannya, Mr. Alaa Shaaban, Business Executive Officer Cereal Partners Worldwide Indonesia, berharap para ibu dapat menyediakan gandum utuh sebagai makanan utama di rumah karena ibu adalah yang paling menentukan. Kita bisa memulainya dengan mengonsumsi sarapan yang mengandung gandum utuh, agar dapat memulai hari dengan lebih sehat.

Ia juga menegaskan bahwa Nestle berkomitmen untuk menjadikan gandum utuh sebagai bahan utama dalam setiap produk cereal yang diproduksi. Nestle memiliki teknologi khusus yang membuat kandungan gandum utuh tetap baik dan bermanfaat meski sudah melalui proses.

Baca juga: Praktis dan Lezat, Sarapan Sehat dengan Kreasi Semangkuk Nestle NESTUM

Berbeda dengan refined grain seperti beras putih atau roti putih, whole grain atau biji-bijian utuh punya banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh kita. Prof. Ali Khomsan, Guru Besar Pangan dan Nutrisi Institut Pertanian Bogor, menyebutkan bahwa mengonsumsi biji-bijian utuh membantu kita menurunkan risiko penyakit degeneratif sebanyak 15-30 persen. Biji-bijian utuh itu tidak terbatas pada gandum saja, melainkan juga jagung, beras merah, beras hitam, serta sorgum yang umum dijumpai di Indonesia.

Konsumsi biji-bijian utuh harian idealnya sebanyak 48 gram atau setara 3 slice roti. Konsumsi nasi harian yang biasa diasup oleh orang Indonesia sebesar 200 gram, masih terlalu banyak. Konsumsi nasi tersebut bisa perlahan digantikan dengan biji-bijian utuh, mulai dari 8 gram atau 12 gram.

Sampai saat ini, baru masyarakat Denmark yang bisa mencapai konsumsi 58 gram per hari. Konsumsi Amerika sebesar 10 gram per hari, dan Malaysia sebesar 4 gram per hari. Di Indonesia sendiri konsumsi rata-rata biji-bijian utuh, khususnya jagung sebesar 4 gram per hari .

Biji-bijian utuh memiliki beberapa manfaat, yaitu:

1. Membuat kenyang lebih lama

Berbeda dengan refined grain atau biji-bijian yang telah dihilangkan kulit arinya, biji-bijian utuh membuat kita kenyang lebih lama karena tingginya kandungan serat di dalamnya. Kita pun akan terhindar dari ngemil yang nggak sehat.

2. Mengecilkan lingkar pinggang

Semakin panjang lingkar pinggang akan membuat semakin pendek usia kita. Lingkar pinggang yang ideal yaitu kurang dari 80 cm untuk perempuan dan kurang dari 90 cm untuk pria.

3. Menurunkan tekanan darah

Kandungan potasium dalam biji-bijian utuh juga membantu mengendalikan tekanan darah. Dengan mengonsumsi biji-bijian utuh secara teratur, akan membantu kita mengontrol dan menurunkan tekanan darah.

4. Indeks massa tubuh turun

Banyak penelitian menunjukkan bahwa semakin ideal indeks massa tubuh atau body mass index (BMI), semakin jauh pula terhindar dari penyakit serius seperti jantung dan kanker. Salah satu cara mencapainya adalah dengan menjauhi makanan yang telah banyak melalui tahap pemrosesan sehingga hilang nilai gizinya, kemudian menggantinya dengan makanan tinggi serat seperti biji-bijian utuh.

Pada acara tersebut, Chef Steby hadir dan ikut meramaikan dengan melakukan sesi demo memasak. Chef Steby mendemokan 2 menu yaitu Kokoda dan Shaksouka. Shaksouska merupakan menu khas Timur Tengah berupa sajian telur yang dipadu dengan saus tomat serta ditambahkan tortila (tepung gandum). Sedangkan Kokoda merupakan masakan dari Fiji Island yang menggunakan santan dan disajikan dalam batok kelapa.

Selain praktis dan mudah diolah, menu sarapan dengan produk Nestle Breakfast Cereals bisa lebih bervariasi karena Nestle memiliki berbagai macam produk seperti Koko Krunch, Koko Krunch Duo, Milo Balls, Honey Stars dan Corn Flakes.

Di akhir acara, para peserta ditantang membuat menu sarapan dari produk Nestle Breakfast Cereals yang dipadukan dengan bahan lain yang sudah disediakan, seperti buah, kacang-kacangan, yoghurt dan susu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *