Serba-serbi

Siasat Cerdas Mengatur Rumah Mungil dengan Luas Terbatas

Hunian yang cantik dan rapi menjadi idaman bagi setiap orang. Tidak hanya enak dipandang, hunian yang cantik membuat penghuninya merasa betah dan nyaman. Ini tentunya bisa membuat penghuni mempunyai kualitas hidup yang bagus serta menjadi lebih produktif.

Ada beberapa keterbatasan yang sering dihadapi untuk membuat hunian terlihat cantik, terutama apabila ukuran hunian berukuran tak luas. Namun ada beberapa trik yang perlu diketahui agar rumah kecil bisa tetap terlihat cantik dan menjadikan penghuninya merasa nyaman.

Sebuah acara kumpul bloger pada tanggal 31 Juli 2019 lalu memberikan banyak inspirasi tentang bagaimana menata rumah kecil dan ruang kerja. Acara ini belangsung di tengah event Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Beragam penawaran promo menarik dari peserta di Indonesia Properti Expo (IPEX) digelar pada 27 Juli hingga 4 Agustus 2019 yang lalu, seperti yang ditampilkan pada akun Instagram @indonesiapropertiexpo. Tak hanya harga terjangkau, tapi ada rumah harga subsidi dan promo down payment (DP) atau uang muka nol rupiah juga ditawarkan di IPEX 2019 ini.

Banyak pengunjung datang di ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019 yang berlangsung di Hall A dan B JCC Senayan. Mereka datang dari sejumlah wilayah untuk mendapatkan harga promo rumah subsidi dan hadiah menarik di pameran properti tersebut.

Acara kumpul bloger sendiri berlangsung di Hall B. Acara ini dipandu oleh Ani Berta, serta menghadirkan narawicara Adelya Vivin Kumidaninggar dan Zata Ligouw.

Mengatur Rumah Mungil

Pada sesi petama, Adelya yang berprofesi sebagai interior consultant bebagi rahasia bagaimana cara menata rumah yang mungil agar tetap nyaman bagi penguninya. Adelya sendiri pernah memiliki hunian kecil, luas bangunan 36 m2 dengan luas tanah 60 m2. Melalui sentuhan kreatifnya, Adelya mampu menjadikan rumah mungil terlihat cantik. Rahasianya ada pada penataan interior serta furniture yang sesuai.

Sumber: Instagram @adelyavk

Small space living merupakan bagaimana hidup di ruang kecil, serta membutuhkan gaya hidup yang disederhanakan. Lebih sedikit ruang berarti lebih sedikit space untuk barang tambahan yang tidak penting, seperti kardus kemasan barang elektronik. Jika masa garansi produknya sudah habis, sebaiknya kardus tersebut dibuang saja. Ini yang kadang membuat rumah menjadi sempit. Ada beberapa esensi dalam mengatur rumah kecil, yaitu: lighting, sirkulasi udara, warna, dan storage.

  • Pencahayaan (Lighting)

Pencahayaan menjadi esensi penting dalam sebuah hunian. Pencahayaan yang baik akan membuat ruangan terlihat terang dan lapang. Ada dua sumber cahaya yang bisa dipergunakan, baik secara natural dengan memanfaatkan sinar matahari maupun secara buatan dengan cahaya lampu.

Untuk pencahayaan natural, Adelya menggunakan skylight di ruang-ruang tertentu.Misal untuk ruang dapur, skylight ditempatkan di atas kompor sehingga tidak perlu menyalakan lampu jika memasak di siang hari. Sedangkan untuk pencahayaan buatan, Adelya menggunakan lampu yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. misalnya lampu putih yang terang untuk ditempatkan di meja makan atau lampu kuning untuk ruang baca.

Sumber: Instagram @adelyavk
  • Sirkulasi Udara

Sirkulasi udara yang baik akan membuat ruangan terasa segar dan tidak pengap. Hal tersebut bisa diperoleh dengan memasang jendela dan ventilasi udara pada setiap ruangan yang ada di dalam rumah. Kendala keterbatasan space yang dimiliki oleh rumah mungil, membuat tidak semua ruangan bisa dipasang jendela seluruhnya. Hal ini bisa disiasati dengan memasang exhaust fan, seperti di ruang kamar mandi dan di dapur untuk melancarkan sirkulasi udara di ruangan tersebut. Selain itu, bisa juga dengan pemasangan cooking hood di atas kompor di ruang dapur agar asap, hawa panas, dan bau dari bahan-bahan masakan bisa tersedot keluar.

  • Warna Cat

Pemilihan warna cat rumah yang sesuai membantu membuat rumah terkesan lapang dan terang. Pilih warna-warna yang terang untuk dinding, seperti warna putih. Hindarilah warna-warna gelap. Jika kurang suka dengan warna putih karena khawatir cepat kotor, kita bisa memilih warna lain, seperti warna krem muda atau abu-abu muda.

  • Penyimpanan (Storage)

Keterbatasan ruang dalam rumah mungil biasanya membuat penghuni tidak memiliki ruang gudang untuk penyimpanan barang. Semua ruangan yang ada sudah dimanfaatkan, bahkan terasa masih butuh space tambahan lagi untuk menyimpan barang-barang. Penggunaan open storage bisa dilakukan untuk rumah mungil. Open storage tersebut bisa berupa kotak, dan pilihlah kotak yang ukurannya sesuai. Atau bisa juga menggunakan lemari.

Jika kita mengoleksi banyak buku, pergunakanlah rak buku. Rak buku tersebut bisa berupa rak gantung yang ditempatkan di dinding ruangan. Penataan buku-buku sesuai dengan warna sampul bisa membuat kesan rapi dan lega. Kita juga bisa membalik posisi buku yaitu bagian sampul berwarna menghadap ke belakang (ke dinding) hingga yang terlihat adalah bagian kertas berwarna putih. Hal ini memungkinkan buku-buku terlihat berwarna seragam, memberi kesan rapi dan lega.

Sumber: Instagram @adelyavk

Selain keempat esensi di atas, pemanfaatan tanaman dan pemilihan furniture juga perlu.Penempatan tanaman di dalam rumah akan membuat suasana semakin cantik dan nyaman,selain juga memperbaiki kualitas udara di dalam rumah. Tanaman yang mudah perawatnnya, seperti kaktus, bisa dipilih apabila kita tidak ingin terlalu repot merawat tanaman tersebut.

Furnitur yang dipakai juga perlu disesuaikan dengan tema rumah. Misalnya, jika kita memilih tema Jepang untuk interior rumah, maka pilihlah furnitur yang juga seragam yaitu yang lebih dominan dengan warna putih dan hitam, serta berbahan kayu. Demikian juga dengan tema yang lain, misalnya tema rumah skandinavia yang identik dengan kesan putih bersih dan alami, atau tema tradisional khas Eropa yang menggunakan furnitur berwarna coklat dan identik dengan elemen kayu.

Mengatur Ruang Kerja

Di sesi kedua, Zata yang berprofesi sebagai bloger berbagi tentang bagaimana mengatur ruang kerja. Pengaturan ruang kerja diperlukan bagi penghuni yang banyak melakukan pekerjaan di rumah. Ruang kerja tersebut bisa berupa satu ruangan, atau satu sudut di dalam ruangan.

Sumber: zataligouw.com

Meja kerja menjadi barang yang mutlak diperlukan dalam ruang kerja. Di sinilah sebagian besar kegiatan dilakukan. Untuk pemilihan meja kerja, sesuaikan dengan ukuran ruangan yang ada. Pengadaanya bisa dengan dilakukan dengan membeli yang baru, jika kita memiliki budget. Atau bisa juga memanfaatkan meja yang sudah ada, bahkan bisa dengan membuat sendiri. Aspek ergonomis perlu diperhatikan agar setiap gerakan yang dilakukan menjadi nyaman dan tidak membuat tubuh pegal.

Tambahan aksesoris bisa ditempatkan di ruang kerja, yang berguna untuk mengangkat mood saat bekerja. Pengadaan aksesoris ini bisa dengan cara membelinya, atau membuat sendiri. Seperti misalnya membuat sendiri moodboard dan kalender kegiatan. Moodboard tersebut bisa berupa papan dengan tempelan foto, gambar, atau quotes yang membuat kita bersemangat dalam bekerja.

Penempatan tanaman dalam ruang kerja memberi nilai positif tersendiri. Selain mempercantik, keberadaan tanaman mampu membuat kita rileks serta mengurangi stress. Sebuah penelitian di Universitas Michigan mengungkap bahwa memberikan sentuhan alam bisa menambah daya serap dan konsentrasi hingga 20%. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan produktivitas saat bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *