Sofa adalah pusat aktivitas di rumah. Tempat bersantai sepulang kerja, menonton televisi bersama keluarga, sampai menerima tamu. Karena dipakai setiap hari, sofa juga menjadi salah satu perabot yang paling cepat kotor, meskipun sering tidak terlihat.
Banyak orang baru sadar sofanya bermasalah ketika muncul bau apek atau noda yang tidak kunjung hilang. Padahal, kotoran itu sudah menumpuk berbulan-bulan di dalam kain dan busa.
Dari Mana Datangnya Bau dan Noda?
- Keringat dan minyak kulit. Setiap kali duduk, kain sofa menyerap keringat dan minyak dari tubuh. Lama-kelamaan, area sandaran dan dudukan berubah warna menjadi lebih gelap.
- Tumpahan makanan dan minuman. Kopi, teh manis, susu, atau kuah makanan yang meresap ke busa akan basi jika tidak dibersihkan tuntas, lalu menimbulkan bau asam.
- Kelembapan. Udara lembap, apalagi saat musim hujan, membuat busa sulit kering. Ini kondisi ideal bagi jamur dan bakteri penyebab bau apek.
- Debu dan tungau. Seperti kasur, sofa berbahan kain juga menjadi tempat tinggal tungau debu yang bisa memicu bersin dan gatal.
- Bulu dan aroma hewan peliharaan. Bagi pemilik kucing atau anjing, bulu dan bau pesing bisa menempel kuat di serat kain.
Perawatan Rutin yang Bisa Dilakukan Sendiri
- Vacuum seminggu sekali. Gunakan nozzle sikat untuk permukaan dan nozzle sempit untuk sela-sela dudukan, tempat remah makanan dan debu sering terselip.
- Tangani tumpahan secepatnya. Tekan, jangan digosok, dengan kain bersih yang menyerap. Menggosok justru membuat cairan masuk lebih dalam dan noda melebar.
- Balik dan putar bantal dudukan. Cara ini membuat pemakaian lebih merata sehingga busa tidak cepat kempis di satu sisi.
- Jaga sirkulasi udara. Hindari meletakkan sofa terlalu rapat ke dinding yang lembap agar bagian belakangnya tidak berjamur.
- Hindari sinar matahari langsung terlalu lama agar warna kain atau kulit sintetis tidak pudar dan mengelupas.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menyiram sofa dengan banyak air dan sabun adalah kesalahan yang paling umum. Kain mungkin terlihat bersih, tetapi air yang terperangkap di dalam busa justru memicu bau apek beberapa hari kemudian. Menyemprotkan pengharum ruangan juga hanya menutupi bau sementara tanpa menghilangkan sumbernya.
Setiap bahan sofa juga butuh perlakuan berbeda. Kain beludru, linen, dan kulit sintetis tidak bisa dibersihkan dengan cara dan cairan yang sama.
Saatnya Dibersihkan Secara Profesional
Jika noda sudah membandel, bau tetap muncul meski sudah dijemur, atau sofa sudah lebih dari enam bulan tidak dibersihkan menyeluruh, pembersihan profesional adalah langkah yang lebih aman. Proses deep cleaning memakai mesin ekstraksi yang menyemprotkan cairan khusus sekaligus menyedot kotoran dari dalam busa, sehingga sofa bersih sampai ke dalam dan cepat kering.
Untuk warga Cianjur dan sekitarnya, salah satu pilihannya adalah jasa cuci sofa di Cianjur dari Bilas Wangi. Sofa bisa dibersihkan langsung di rumah sehingga tidak perlu diangkut, dengan perawatan yang disesuaikan untuk bahan kain maupun kulit sintetis.
Sofa Bersih, Rumah Lebih Nyaman
Sofa yang bersih membuat ruang keluarga terasa lebih segar dan sehat, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di atasnya. Dengan perawatan rutin dan pembersihan menyeluruh secara berkala, sofa kesayangan pun bisa awet bertahun-tahun.
