Sehat

Hari Ginjal Sedunia 2020: Ginjal Sehat untuk Semua

Hari Ginjal Sedunia 2020

Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap hari Kamis minggu kedua di bulan Maret. Untuk tahun ini, peringatannya jatuh pada tanggal 12 Maret 2020. Tema global tahun ini yaitu “Kidney Health for Everyone Everywhere: from Prevention to Detection on Equitable Access to Care” sedangkan tema nasional yaitu “Ginjal Sehat untuk Semua”.

Dalam peringatan Hari Ginjal Sedunia 2020, Kementerian Kesehatan RI melakukan sosialisasi di Ruang Germas, Gedung Adhyatmaa Kemenkes RI, Jakarta yang juga dihadiri oleh para blogger. Narasumber pada acara tersebut yaitu dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH dari Perhimpunan Nefrlogi Indonesia (PERNEFRI), dan dr. Cut Putri Arianie, MH.Ks selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI.

Data Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2018 menyebutkan prevalensi gagal ginjal kronis pada penduduk usia di atas 15 tahun sebanyak 0,38 persen atau 739.208 jiwa.  Berdasarkan data Jaminan Kesehatan Nasional tahun 2019, jumlah total pembiayaan untuk penyakit katastropik mencapai Rp20,27 triliun atau 21,99 persen dari total biaya pelayanan kesehatan tingkat lanjut yang mencapai Rp92,187 triliun. Pembiayaan JKN untuk gagal ginjal tahun 2019 mencapai Rp2,321 triliun dengan jumlah kasus penyakit gagal ginjal sebanyak 1,76 juta.

Dok. pribadi

Pada pemaparannya, dr. Pringgodigdo menyampaikan bahwa 850 juta orang di dunia menderita penyakit ginjal. Penyakit ginjal menjadi penyebab ke-11 kematian di dunia. Sedangkan penyakit ginjal kronis merupakan penyebab ke-16 kematian di dunia, dengan jumlah kematian mencapai 2,4 juta per tahun.

Fungsi ginjal antara lain memfiltrasi darah dan membuang zat beracun dari dalam tubuh, serta menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh. Selain itu ginjal juga terlibat dalam memproduksi hormon yang berfungsi sebagai pembuatan sel darah merah, pengaturan tekanan darah, dan metabolism mineral.

Penyakit ginjal merupakan kelainan pada organ ginjal karena infeksi, tumor, kelainan bawaan, dan faktor lainnya. Penyakit ginjal kronis (PGK) biasanya timbul perlahan dan sifatnya menahun. Penyakit ginjal kronis (PGK) tidak ditemukan gejala yang khas pada awalnya, sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui. Tanda dan gejala yang timbul karena penyakit ginjal sangat umum seperti pada penyakit lain misalnya tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi buang air kecil dalam sehari, adanya darah dalam urin, mual dan muntah, serta bengkak terutama pada kaki dan pergelangan kaki.

Penyakit ginjal kronis (PGK) hingga saat ini tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit kardiovaskular. Jika tidak tertangani, maka dapat berlanjut kepada penyakit ginja tahap akhir (PGTA) yang membutuhkan terapi pengganti ginjal.

Penyakit ginjal kronis (PGK) pada thap awal hingga menengah dapat tidak bergejala, sehingga deteksi dini merupakan hal yang penting dilakukan dan dapat menghambat progresivitas penyakit. Deteksi dini PGK dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah (laju filtrasi glomerulus) dan pemeriksaan urine (protein urine atau albuminuria).

Sumber: WA Grup

Sementara itu, dr. Cut Putri Ariane mengatkaan bahwa penyakit ginjal sangat bisa dicegah, yaitu mencegah faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat. Faktor risiko penyakit ginjal ini sama dengan faktor risiko penyakit tidak menular lainnya, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, faktor genetik, dan usia. Dari seluruh faktor risiko tersebut, hanya faktor usia dan genetik yang tidak dapat dicegah, sementara faktor risiko lainnya sangat bisa dicegah.

Pencegahan penyakit ginjal bisa dilakukan oleh masyarakat dengan perilaku CERDIK, yaitu:
– Cek kesehatan secara rutin
– Enyahkan asap rokok
– Rajin aktivitas fisik
– Diet kalori seimbang
– Istirahat cukup
– Kelola stres

(gambar utama, sumber: worldkidneyday.org)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *