Saham menjadi instrumen investasi yang sedang populer akhir-akhir ini. Investasi saham memberikan keuntungan yang lebih besar daripada tabungan di bank. Jika masih bingung memulai investasi ini, kita bisa investasi saham melalui aplikasi Stockbit.
Aplikasi Stockbit merupakan aplikasi investasi saham yang juga mewadahi analisis dan review saham dari investor. Jadi, selain bisa melakukan investasi, kita juga bisa berkomunikasi dan berbagi pengetahuan seputar saham.
Belajar Investasi Saham Bersama Stockbit
Ada bermacam tipe investasi, misalnya deposito, properti, emas, reksadana, saham, crypto, dan lainnya. Dari sekian banyak investasi tersebut, salah satu jenis investasi yang cukup populer di Indonesia adalah investasi saham.
Beberapa waktu lalu saya mengikuti kelas finansial yang diadakan oleh Stockbit dan Bloggerhub. Materinya tentang investasi saham yang mudah dimengerti bagi orang awam. Beberapa poin yang dibahas pada kelas tersebut akan saya bagikan di tulisan ini.
Mengapa Investasi Saham?
Ada beberapa alasan mengapa berinvestasi saham. Yang pertama, investasi saham itu legal karena dijamin oleh pemerintah dan punya dasar hukum yaitu UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya, saham memberikan return yang cukup menjanjikan, namun demikian juga sebanding dengan risikonya (high return high risk).
Alasan berikutnya yaitu jangka waktu investasi. Saham cocok bagi kita yang ingin melakukan investasi jangka panjang. Selanjutnya likuiditas saham, di mana kita perlu memilih saham yang likuid artinya saham yang aktif diperdagangkan.
Keuntungan dan Risiko Investasi Saham
Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi saham ini, seperti capital gain dan deviden. Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Sedangkan deviden adalah bagian keuntungan bersih dari perusahaan yang dibagikan kepada investornya.
Ada beberapa risiko dalam investasi saham. Antara lain capital loss, kebangkrutan, likuiditas saham, dan lainnya. Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu potensi kerugian dari selisih harga beli dan realisasi harga jual saham.
Risiko juga bisa terjadi akibat kebangkrutan perusahaan. Jika perusahaan bangkrut, maka investor hanya meneima pembagian dari nilai aset yang tersisa (setelah digunakan untuk melunasi utang dan kewajiban perusahaan).
Risiko akibat likuiditas saham bisa terjadi jika saham yang kita miliki merupakan saham tidur atau tidak likuid. Artinya, tidak banyak diperdagangkan karena rendahnya minat investor terhadap saham ini.
Tipe-Tipe Analisis Saham
Ada 3 tipe analisis saham, yaitu analisis fundamental, analisis teknis, dan bandarmologi. Analisis fundamental artinya mengikuti kinerja atau performance perusahaan, misalnya dari segi kualitas, pertumbuhan, maupun nilainya.
Analisis teknis dilakukan dengan mengikuti grafik saham. Analisis ini biasanya dilakukan oleh trader yang melakukan scalping, day trading, atau swing trading yang membeli saham dan menjualnya kembali dalam waktu singkat.
Bandarmologi merupakan analisis terhadap pergerakan bandar atau big player untuk mengetahui pergerakan saham dalam waktu dekat. Dengan demikian kita bisa mengidentifikasi ke arah mana perdagangan tersebut, serta mengikuti atau “menunggangi” arah pergerakan tersebut untuk mendapatkan keuntungan.
Kesalahan Investor Pemula
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh investor pemula saat melakukan investasi saham. Misalnya, ikut-ikutan orang lain tanpa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai saham. Alasan berikutnya yaitu FOMO (fear of missing out), di mana timbul perasaan ketinggalan atau kehilangan kesempatan ketika melihat orang lain berbagi pengalaman positif di media sosial mengenai kesuksesannya berinvestasi saham.
Alasan-alasan yang lain yaitu membeli dulu baru melakukan riset, terlalu percaya diri, tidak disiplin, serta tidak investasi pakai uang dingin.
Berinvestasi Saham Melalui Aplikasi Stockbit
Aplikasi investasi saham Stockbit bisa diunduh di App Store dan Playstore. Setelah mengunduh dan memasangnya, kita perlu mendaftar atau membuat akun dengan menggunakan G-mail, e-mail lainnya, atau akun Facebook. Selanjutnya kita perlu memasukkan nomor HP untuk verifikasi.
Data-data lainnya perlu dilengkapi yaitu KTP, foto selfie menggunakan KTP, data diri, pekerjaan, dan rekening bank BCA. Jika kita tidak memiliki rekening BCA, bisa menggunakan rekening Bank Jago.
Selain data rekening bank tersebut, selanjutnya kita perlu memiliki RDN atau rekening data nasabah. RDN ini yang akan kita pergunakan untuk bertransaksi, baik membeli atau menjual saham melalui aplikasi Stockbit.
Setelah melakukan langkah-langkah di atas, data-data akan diverifikasi oleh pihak sekuritas, KSEI, dan bank RDN. Saya sendiri berhasil lulus verifikasi setelah dua hari.
Fitur-fitur Stockbit
Ada beberapa fitur menarik dari aplikasi investasi saham Stockbit ini. Fitur yang menarik bagi saya ialah Watchlist, Stream dan Academy.

Fitur Watchlist membantu kita mengamati pergerakan harga saham tertentu yang ingin kita pantau. Fitur Stream bisa dikatakan sebagai media sosial di Stockbit, di mana kita bisa berinteraksi dengan para pengguna lainnya. Jadi kita bisa berbagi pengalaman atau berdiskusi seputar saham.
Sedangkan pada fitur Stockbit Academy, kita bisa mengakses modul-modul yang bisa menambah pengetahuan tentang saham. Misalnya modul basic pasar modal, memahami laporan keuangan, fundamental analysis, dan lainnya. Informasi-informasi yang ada di fitur Stockbit Academy ini sangat membantu kita yang ingin belajar saham.
Dengan beberapa fitur yang dimiliki, aplikasi investasi saham Stockbit sangat cocok bagi kita yang ingin memulai investasi saham dari nol. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi saham. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua.
