Destinasi Sumatera

Pulau Lengkuas, Destinasi Wajib Dikunjungi saat Plesiran ke Belitung

Belitung. Pulau yang identik dengan film Laskar Pelangi yang diangkat dari novel bertajuk sama karya Andrea Hirata ini memiliki beberapa spot wisata yang keren. Dan jika berkunjung ke Belitung, maka Pulau Lengkuas adalah salah satu destinasi yang wajib untuk disambangi oleh setiap pelancong.

Sekitar jam 6 pagi, aku berangkat dari penginapan di Tanjung Pandan dengan mengendarai motor seorang diri. Hari itu adalah hari kedua aku berada di Belitung. Hari sebelumnya aku berkunjung ke Belitung Timur, juga dengan bersepeda motor sejauh 200 kilometer pergi pulang dari Tanjung Pandan. Kondisi jalan raya di Belitung sangat bagus dan sepi, jarak yang begitu jauh tidak terlalu melelahkan. Kunjungan hari pertama ke Belitung Timur akan aku ceritakan di kesempatan lainnya saja.

Tanjung Kelayang

Kembali ke perjalanan di hari kedua. Sempat mampir dan melihat aktivitas di desa nelayan di Tanjung Binga, aku akhirnya tiba di Tanjung Kelayang yang berada di pesisir barat laut Pulau Belitung sekitar jam 7.30.

Dari Tanjung Kelayang inilah perjalanan akan dilanjutkan dengan perahu menuju Pulau Lengkuas. Pantai Tanjung Kelayang cukup tenang pagi itu dan beberapa perahu motor sedang berlabuh di pantai, siap membawa turis ke Pulau Lengkuas.

Baca juga: Fort Marlborough, Jejak Kolonialisme Inggris di Bengkulu

Harga sewa per perahu ukuran kecil tentunya cukup mahal jika aku menyewa seorang diri saja. Setelah berbicara dengan salah satu pemilik perahu, beliau akhirnya mau menyelipkan aku untuk bergabung dengan penumpang lain yang hari itu memakai perahunya. Jam 9.30 perahu bertolak meninggalkan Tanjung Kelayang.

Perjalanan dari Tanjung Kelayang menuju Pulau Lengkuas sekitar 30-40 menit. Waktu tempuh ini bisa menjadi lebih lama jika singgah di beberapa pulau lain. Gugusan batu-batu granit berukuran besar berwarna putih yang muncul ke atas permukaan air yang jernih kebiruan menjadi pesona tersendiri. Mendarat di Lengkuas, banyak pengunjung yang sudah tiba terlebih dulu.

Begitu menginjakkan kaki di pasir putihnya, aku langsung melangkahkan kaki masuk ke area mercu suar. Untuk naik ke mercu suar, pengunjung diharuskan melepas alas kaki dan mencuci kaki, serta dikenakan biaya 5 ribu sebagai biaya kebersihan atau perawatan.

Dari pintu masuk, sebuah tangga besi berada di sisi kiri yang akan membawa pengunjung ke lantai berikutnya. Tangga-tangga besi inilah yang menghubungkan dari lantai paling bawah sampai lantai 18. Dinding baja yang mengelilingi ruangan dengan satu atau dua jendela kaca berada di lantai 1 hingga 17. Setibanya di lantai 18, dinding kaca mengelilingi ruangan ini dan aku bisa melihat pemandangan 360 derajat dari dalam ruangan.

Aku kemudian keluar menuju balkon yang berada di luar dinding kaca tersebut untuk menyaksikan pemandangan yang lebih spektakuler. Nafas yang agak tersengal segera berganti dengan decak kagum saat aku melihat pemandangan yang luar biasa di sekeliling menara.

Keindahan seluruh penjuru Pulau Lengkuas terpapar di depan mata: laut biru kehijauan, batu-batu granit yang berserakan, pasir putih, dan perahu-perahu yang merapat di pantai. Dan dari ketinggian sekitar 70 meter, kutitipkan jejak kaki di pulau eksotis ini.

Puas mengamati pesona alam dari atas menara, aku turun dan menuju gugusan batu-batu yang juga tak kalah menariknya yang berada di salah satu sisi pulau. Dan tengah hari, perahu bertolak beberapa ratus meter dari pantai Pulau Lengkuas.

Di sini keindahan bawah air bisa disaksikan dengan bersnorkeling. Kegiatan snorkeling ini akhirnya menjadi penutup kunjunganku ke Lengkuas. Perahu pun kembali ke Tanjung Kelayang, dan aku pun melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya di Belitung.

2 thoughts on “Pulau Lengkuas, Destinasi Wajib Dikunjungi saat Plesiran ke Belitung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *