Destinasi

Sekeping Senja di Waduk Seloromo

waduk seloromo

Pulang kampung menjadi salah satu hal yang dirindukan oleh setiap perantau. Pulang kampung bagi saya adalah kesempatan untuk lebih leluasa mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di kota Pati dan sekitarnya.

Pada tulisan ini saya berbagi tentang kunjungan saya ke Waduk Seloromo, salah satu waduk yang berada di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Waduk yang berada di sebelah timur Gunung Muria ini berusia cukup tua, dibangun pada masa pendudukan Belanda tahun 1930. Gunung Muria sendiri menjadi perbatasan bagi 3 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Pati, Kudus, dan Jepara.

Sore hari itu sekitar jam 4.30 berangkat dari kota Pati, dan sekitar 30 menit kemudian tiba di Waduk Seloromo atau disebut juga Waduk Gembong. Pemandangan menuju lokasi cukup menyegarkan mata dengan pohon-pohon hijau, kebun singkong juga kebun tebu. Pohon-pohon randu berukuran besar dan tinggi masih banyak dijumpai, di mana hasil panennya yang berupa kapuk randu dipergunakan untuk material pengisi kasur, bantal dan guling.

Saat tiba di waduk, matahari belum terlalu rendah turun ke arah barat dan masih menimbulkan warna putih keperakan pada permukaan air. Banyak pengunjung juga berada di tempat tersebut untuk menikmati sore yang tenang. Mereka datang bersama anggota keluarga, teman, atau kekasih.

Baca Juga: Sego Jagung dan Bothok Yuyu, Kuliner “Ndeso” dari Pati

Sambil berbincang satu dengan lainnya, pemandangan yang elok menambah keakraban sore itu. Satu dua orang nampak mengabadikan suasana dengan kamera DSLR dan ponsel.

Seorang nelayan di atas sebuah rakit menyisir perlahan di tepian waduk. Di beberapa titik, pria itu turun ke air setinggi dada. Dengan menggunakan serokan yang terbuat dari anyaman bambu, ia menangkap udang air tawar yang hidup di waduk. Udang-udang yang tertangkap dipindahkannya ke dalam sebuah kantong plastik transparan.

Setelah mendapat hasil tangkapan yang lumayan, pria tersebut menyerahkannya kepada seorang ibu yang telah menunggu di darat. Beberapa lembar uang diterima oleh nelayan dari ibu tersebut.

Lambat-laun matahari bergerak merendah ke arah bukit dan Gunung Muria di sebelah barat. Warna kuning kemerahan pun tercipta langit dan terpantul di atas permukaan air waduk. Senja yang begitu menawan. Hampir satu jam saya berada di Seloromo, hingga akhirnya hari gelap dan saya kembali pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *