Kuliner

Sego Jagung dan Bothok Yuyu, Kuliner dari Pati

sego jagung

Sego Jagung dan Bothok Yuyu – Hal yang paling dicari ketika berkunjung ke suatu daerah salah satunya adalah kuliner khas daerah tersebut. Apalagi jika daerah tersebut tak lain adalah kampung halaman tercinta yang telah sekian lama ditinggalkan, maka kerinduan menyantap kuliner khas itu tentunya semakin memuncak. Kenangan masa lalu pasti ikut hadir saat kita menikmatinya.

Salah satu kuliner khas Pati, kota di jalur pantura Jawa Tengah yaitu sego (nasi) jagung dan bothok yuyu. Kuliner ini sering saya nikmati semasa kecil di tahun 80-an dahulu, sebagai makanan selingan. Kata orang-orang tua, nasi jagung dahulu menjadi makanan pokok ketika terjadi paceklik tahun 60-an hingga 70-an. Bisa dibilang nasi jagung adalah makanan rakyat, mengingat tak semua orang bisa menikmati nasi (dari padi) setiap hari.

Menikmati nasi jagung tak lengkap rasanya jika tidak bersama lauk yang menjadi pasangannya, yaitu bothok yuyu. Salah satu tempat yang menjual kuliner ndeso tersebut ada di ‘Warung Sego Jagung Bothok Yuyu Mas Kahar’. Bersepeda motor dari kota Pati ke arah selatan, saya melintasi Jalan Pati-Gabus yang tak terlalu lebar. 8 kilometer setelah terminal induk Seleko, Pati, tepatnya di Kampung Jogan, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, sampailah saya di tempat tujuan yang berada di sisi kanan jalan.

Baca Juga: Sekeping Senja di Waduk Seloromo

Warung milik Sukahar ini cukup sederhana, berdinding paduan bata merah yang tak diplester dan anyaman bambu. Begitu masuk ke warung, sebuah meja dan beberapa bangku panjang ada di sisi kanan, sementara di sisi kirinya terdapat meja-meja yang lebih kecil untuk lesehan. Saya pun memesan beberapa menu: nasi jagung, bothok yuyu, sayur lompong (daun talas),dan peyek wader. Tak ketinggalan es teh manisnya. Menu lain yang juga dijual disini misalnya pepes peda, pepes udang dan pepes keong sawah serta beberapa menu lainnya.

Untuk membuat nasi jagung, maka terlebih dahulu jagung ditumbuk atau digiling menjadi tepung. Tepung jagung yang telah dicuci kemudian diberi sedikit air dan dikukus beberapa saat lamanya, selanjutnya diangin-anginkan di atas tampah. Setelah tak terlalu panas dan tak menggumpal, maka tepung jagung tersebut diberikan garam dan daun pandan, lalu dikukus kembali.

Sementara bothok yuyu dibuat dari bahan yuyu (kepiting air tawar) dan parutan kelapa. Yuyu yang banyak dijumpai di sawah-sawah di Pati tersebut tidak langsung diolah, namun diinapkan di sebuah kolam selama 2 hari untuk menghilangkan bau amis dan sterilisasi. Yuyu-yuyu selanjutnya dicuci, dibuka cangkangnya dan diambil sari-sari dagingnya untuk dicampur ke adonan bothok (parutan kelapa dan bumbu-bumbu). Ada juga yang membuat bothok yuyu ini dengan cara yuyu yang telah dicuci ditumbuk, kemudian diperas dan disaring, lalu sari-sarinya dicampurkan ke adonan bothok. Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak.

Sego jagung dan bothok yuyu memang memiliki cita rasa yang khas. Sego jagung memiliki tekstur yang kempyar (tidak pulen seperti nasi dari padi), rasanya gurih dan juga harum karena ada aroma pandannya. Sementara bothok yuyu rasanya khas dan agak pedas. Untuk melengkapi sego jagung dan bothok yuyu ini, maka semangkok sayur lompong, peyek wader dan es teh manis cukup membuat saya puas.

Share this:

1 thought on “Sego Jagung dan Bothok Yuyu, Kuliner dari Pati”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *