Destinasi Jawa

Di Tebing Koja, Berkunjung ke Kandang Godzila


Jalan beraspal itu tidaklah terlalu lebar, jika dua kendaraan roda empat berpapas dari dua arah berbeda maka sedikit saja ruang yang tersisa. Saya sendiri jarang mendahului mobil atau truk yang berada di depan, bahkan lebih memilih mengendarai sepeda motor underbone dalam laju sedang.

Sore yang cukup teduh karena mendung seharian memayungi Kabupaten Tangerang, membuat saya menikmati suasana sepanjang perjalanan menuju Solear. Pada salah satu pertigaan, saya membelokkan sepeda motor ke kanan atau ke arah barat masuk ke jalan kampung. Hingga pada suatu tempat, saya pun berhenti dan bergegas masuk ke Tebing Koja.

Nama Tebing Koja mulai terkenal sebagai tempat wisata yang instagramable di Tangerang dua tahun terakhir ini. Saya sendiri pertama kali mengenalnya melalui unggahan di akun Instagram salah seorang teman, yang melakukan foto pre-wedding di tempat ini. Dari sinilah saya menjadi penasaran untuk melihatnya secara langsung.

Tahun lalu saya pertama kali berkunjung ke Tebing Koja, yang juga memiliki nama lain yaitu Kandang Godzilla. Saya datang pada hari Minggu siang yang cukup cerah bersama para pengunjung yang juga ingin mengabadikan diri di tempat ini. Ya, pada hari Minggu atau libur tempat ini bakal didatangi banyak pengunjung.

Jika ingin puas berfoto tanpa gangguan kehadiran pengunjung lain yang masuk ke frame, datanglah di luar hari-hari tersebut. Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini adalah pada waktu pagi hari, saat matahari terbit dan warna langit jingga keemasan dan kabut tipis belum menghilang.

Berkaca pada kunjungan saya yang pertama tahun lalu, saya akhirnya datang kembali ke Tebing Koja saat bukan hari libur. Benar saja, tidak banyak pengunjung yang datang sehingga saya bisa leluasa mengambil gambar melalui kamera smartphone.

Tebing Koja berlokasi di Kampung Koja, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Berada di tempat yang sering disebut Kandang Godzilla ini terasa seperti di pedesaan yang asri. Tebing-tebing tak beraturan yang berwarna coklat keputihan berpadu dengan kolam di bawahnya. Saya seolah sedang berada di tempat antah berantah. Begitu memukau!

Entah mengapa tempat ini dinamakan Kandang Godzilla. Apakah mungkin dulu ada kerajaan godzilla dan karena manusia bertambah banyak sehingga godzilla terdesak? Saya yakin bukan ini alasannya.

Mungkin juga diberi nama Kandang Godzilla untuk menarik minat pengunjung. Yang pasti tidak ada reptil sebesar godzilla yang akan terlihat di sini.

Atau mungkin karena lokasi yang seperti tempat antah berantah dengan tebing-tebing tinggi, kolam air alami dan banyak pepohonan, sehingga menjadi gambaran bahwa reptil raksasa seperti godzilla atau dinosaurus memikiki habitat seperti ini.

Ah, tidak perlu ambil pusing ihwal nama Kandang Godzilla tersebut. Namun jika saya amati lebih lanjut, ada sebongkah tebing batu yang memang berbentuk mirip dengan reptil raksasa.

Tempat ini pada awalnya adalah lahan tambang atau penggalian pasir yang dimiliki salah satu keluarga. Setelah tidak bisa ditambang lagi, tersisalah tebing-tebing tak beraturan di beberapa tempat. Bekas galian terisi air hujan dan menjadi kolam alami, dan saya melihat ada beberapa orang yang memancing ikan di kolam-kolam tersebut.

Beberapa fasilitas tambahan juga dibangun. Misalnya jembatan dari anyaman bambu, perahu kayu, lorong atau terowongan dari bambu, hingga rumah-rumahan mungil yang tentunya cocok untuk tempat berfoto. Ada beberapa warung makanan yang menyediakan minuman dan makanan bagi pengunjung.

Sore itu setelah puas mengambil beberapa gambar, saya bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah anggota keluarga dari pemilik lahan Tebing Koja ini. Kami pun berbincang cukup lama sembari nongkrong di atas pagar kayu yang terletak di sisi barat lokasi.

Banyak informasi yang saya peroleh, misalnya tentang ramainya pengunjung saat hari libur. Saat libur akhir tahun atau libur tahun baru, tempat wisata ini menjadi salah satu pilihan warga.

Salah satu iklan yang ditayangkan televisi juga pernah mengambil lokasi syuting di sini. Dan juga tempat ini pernah didatangi turis Perancis, yang bahkan sempat bermalam di salah satu bangunan warung demi bisa melihat suasana matahari terbit pada keesokan harinya.

Laki-laki tersebut juga bercerita tentang bagaimana keluarga mengelola tempat wisata ini dan harapannya agar pemerintah, setidaknya pemerintah desa, ikut membantu pengelolaannya agar Tebing Koja sebagai tujuan wisata bisa terus berumur panjang.

Di akhir perbincangan, dia menawarkan bantuan untuk memotret saya dengan latar belakang tebing dan kolam. Coba kita perhatikan, tebing di sisi kanan saya memiliki bentuk mirip seekor reptil raksasa. Inikah godzilla itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *