Hiburan

Januari di Kota Dili

Lagu Januari di Kota Dili

Januari di kota Dili. Ya, ini adalah judul sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Rita Effendy dan sempat populer di tahun 1998. Dili adalah ibukota dari provinsi Timor Timur, sewaktu masih bergabung dengan Republik Indonesia. Tahun 1999, provinsi ke-27 ini memisahkan diri dari kedaulatan Republik Indonesia melalui sebuah referendum dan berdiri menjadi sebuah negara sendiri dengan nama Timor Leste.

Beberapa hari terakhir saya sempat membaca berita mengenai kondisi terakhir Timor Leste, 21 tahun setelah lepas dari Indonesia. Negara ini tidak bertambah makmur, namun justru mengalami kejatuhan ekonomi. Timor Leste mengalami kemiskinan dan terancam bangkrut.

Terlepas pemberitaan tersebut, saat saya mendengar tentang Timor Leste, salah satu hal yang terlintas di otak saya adalah lagu Januari di Kota Dili milik Rita Effendy. Saya sendiri belum pernah berkunjung ke Dili. Namun, saya sempat singgah sebentar di Kupang, tepatnya di bandara El Tari saat hendak menuju Rote tahun 2019 lalu. Baik Dili maupun Kupang, masih berada di pulau yang sama: Timor.

Baca juga: Pantai Perawan nan Rupawan di Pulau Rote

Mungkin sudah berkali-kali saya mendengarkan lagu Januari di Kota Dili tersebut, namun saya tak pernah bosan karenanya. Kemampuan Rita yang juga menjadi salah satu personil Elfa’s Singers untuk membawakannya dengan apik membuat lagu ini menjadi salah satu lagu kesukaan saya. Dengarlah bagaimana ketika Rita dengan nada lembut dan perlahan memulai menyanyikan bait pembuka.

biarlah layar terkembang ku ingin menyeberang
melintas pulau dan lautan menjemput cintaku
belahan jiwa yang tertinggal di timor loro sae

Disambung kemudian dengan intro yang bertempo sedang, dilanjutkan dengan bait kedua.

menderu ombakmu menabuh pantai, kala tatap matamu sapa jiwaku
membiru lautmu memeluk pasir, kala harum nafasmu sebut namaku

Masuk menuju refrain sampai dengan bagian akhir lagu, semua nada dan syair dalam lagu tersebut mampu dibawakan dengan begitu baik oleh Rita.

dua langit t’lah membaur di suatu cakrawala
dua biduk t’lah berlabuh di satu dermaga cinta

januari di kota dili tak terkira cinta bersemi
januari lekas berganti dan terhempas cintaku
januari di kota dili kian hangat dalam ingatan
nantikanlah aku kembali ‘tuk menjemput cintamu

Rita yang kelahiran Bandung 26 April 1969 memang dikenal memiliki suara merdu. Lagu-lagu yang dinyanyikannya enak didengarkan, seperti lagu Telah Terbiasa, Terima Kasih Mawarnya, atau Selamat Jalan Kekasih.

Selain syair yang indah, Januari di Kota Dili juga punya aransemen musik bagus yang membuat lagu ini layak untuk dikenang sampai sekarang. Kendati memang banyak lagu pop Indonesia dengan syair dan musik bagus, namun ada kesan tersendiri yang hadir setiap kali saya menikmati lagu ini. Sebuah perasaan sentimental, entah mengapa, selalu saja mengisi jiwa setiap kali bait demi bait dinyanyikan.

Di balik kata-kata indah yang menceritakan tentang kerinduan untuk bertemu dengan seorang kekasih, ada sebuah perasaan sedih yang juga ikut hadir di dalamnya. Bisa saja perasaan sentimental itu dipengaruhi oleh fakta historis ketika Timor Leste tidak lagi menjadi bagian dari Indonesia. Dan wajar saja jika rasa kehilangan yang teramat besar itu pun juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari lagu tersebut.

Saat menikmati lagu ini di kanal YoutubeAquarius Musikindo, sengaja saya membaca kolom komentarnya. Ada 2 ribu lebih komentar. Beberapa komentar mengungkapkan kesan warganet yang punya kenangan, baik dengan lagu tersebut maupun dengan hubungan Indonesia-Timor Leste di masa lampau.

Papaku orang Timor Leste, mama orang Yogyakarta, tapi papa ikut mama jadi orang Indonesia karena waktu Timor Timur masih jadi bagian dari Indonesia, papaku kerja untuk pemerintahan Indonesia (PNS). Pas Timor Timur merdeka, banyak saudara papa (pakde, bude, keponakan, sepupu) di Jakarta pada pulang ke Timtim. Tapi saya salut sama papa karena dia menikah sama orang Jawa dan punya anak 3, dia tetap mau jadi orang Indonesia. Dia bilang: saya cinta merah putih.

Salam putera Timor Leste. Meski sekarang kita jadi warga Indonesia, tapi cinta kita tidak akan pernah berubah. Keluarga besar saya Timor Leste, tapi saya dari kecil di Jawa Timur. Saya cinta Indonesia dan Te Amo Timor Leste!

Lagu ini adalah kisah cintaku yang terpisah karena politik, saat Timor Leste membuat negara cintaku pun terpecah. Aku harus kembai ke Jakarta dan dia menetap di sana. Dia jadi warga negara berbeda. Entahlah, tak tahu kabarnya sekarang.

Tahun 90-91, ketika masih mahasiswa di Jogja, saya pernah ditugaskan di Kab. Manatuto. Saya sisipkan waktu untuk mengajar mama-mama membaca, menulis. Tatkala waktu penugasan habis, perpisahan tiba, itu mama-mama pada nangis. Mereka memberikan kenang-kenangan berupa tais, kain tenun khas Timtim.

Januari di Kota Dili, sebuah lagu yang tak hanya menghibur dan enak didengarkan, namun juga membawa kenangan untuk banyak orang. Mungkin teman-teman juga punya kenangan khusus dengan lagu ini?

20 thoughts on “Januari di Kota Dili”

  1. Wah.. jangan-jangan kita seangkatan, nih, Kakkk hihiii..
    Saya termasuk salah satu fans Rita Effendy, terutama lagu Selamat Jalan Kekasih.
    Rita klo bawain lagu itu ada power-nya, menghayatiii banget. Apalagi pencipta lagu-lagu yg dinyanyikannya memang pioneer di bidangnya, macam Beby Romeo. Makanya lagu-lagu jadul itu klo ngehits lamaaa, bisa sampai puluhan tahun tetap dikenang. Beda sama lagu zaman now. 🙂

  2. aku tahunya lagu 11 Januari Gigi, Mas Daniel. Beda angkatan kita yak, haghag. Aku juga dengar dari berita soal kemelut ekonomi di Timor Leste pasca lepas dari Indonesia. Memang berat, aku doakan semoga bisa diatasi deh. Seumpama balik ke Indonesia masih bisa ga sih secara politik? Balik ke mantan ceritany, eaaa….

  3. Aku juga baca beritanya beberapa hari lalu di salah satu portal media online. Katanya Timor Leste pengen balik jadi bagian Indonesia.

    Duh, mumet aku kalao ngomongin soal pemerintahan. Banyakan gak nyambungnya 🙈

  4. Dengerin lagunya, instrumennya dan khas suaranya Rita memang nggak bisa dilupakan ya. Kakak daku seneng sama lagu-lagunya Rita Effendy. Apalagi yang ini sama yang jadi soundtracknya film Si Doel.

  5. Meskipun saya tidak pernah mendengarkan lagu ini, dan belum mendengar nama penyanyi nya, tapi membaca tulisan Kak Sam ini jadi ikut haru. Menerawang rasa cinta di daratan lintas lautan sungguh melow rasanya. Apalagi tempat latar lagu di Timor Leste, menambah haru sekali.

  6. kenangannya banyak ya pengalaman masing-masing orang akan sebuah lagu, apalagi kalau bercerita mengenai tempo lalu dan kepindahan kepergian ini. saya sepertinya malah baru ngerti judulnya januari di kota dili, sepertinya beberapa kali sayup-sayup mendengar juga

  7. Saat lagu ini populer saya masih SD, tapi pas SMP suka banget dengerinnya di Radio. Pas SMA jadi tembang lawas deh. Lagunya enak didengar, ringan, pas banget buat teman makan siang atau belajar di sore hari, hihihi. Saya jadi bayangin kota Dili itu seperti apa pas dengerin lagu ini ^_^

  8. Ya ampun, tulisannya beneran seperti nostalgia. Pertama, saya sangat suka lagi ini. Entah mengapa semua terasa pas di telinga saya. Baik vokal, aransemen dan lirik, ketiganya beneran pas dan membekas. Kedua, saya jadi ingat masa-masa Timor Leste lepas dari Indonesia. Waktu itu saya belum terlalu paham dengan politik, tapi cukup bisa merasakan konflik Timor Leste yang lumayan panas. Ketiga, komen-komennya itu, lumayan bikin baper ya. Gak kebayang jika harus memilih kewarganegaraan dalam situasi konflik. Semoga ke depannya Timor Leste makin jaya.

  9. Kasihan ya orang-orang timor leste yang harus memilih jadi WNI atau warga sana. Pasti tidak mudah. Karena bagaimanapun tanah kelahiran tidak bisa dilupakan. Tapi pindah warga negara juga bukan hal yang mudah.

  10. gara gara bang sam sayapun jadi lihat ke chanel yutub dan ikutan baca komen komennya, bikin terharu ya, cintapun bisa bubar karena pilihan politik ya huhu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *