Sehat

Bersepeda Sehat dan Aman di Masa Pandemi

Tips bersepeda sehat dan aman di masa pandemi

Kita perlu memerhatikan beberapa hal saat bersepeda agar tetap sehat dan aman di masa pandemi atau adaptasi kebiasan baru ini. Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang populer di masyarakat pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Aktivitas ini membuat kita menjadi bugar dan memiliki daya tahan tubuh yang baik sehingga tidak gampang terserang virus.

Bersepeda memang tidak sulit dilakukan. Kita tinggal duduk di sadel dan kedua kaki mengayuh pedal, kemudian sepeda meluncur menuju tempat yang kita inginkan. Bersepeda di masa new normal, protokol kesehatan dan persiapan lainnya perlu diperhatikan agar kita tetap sehat dan aman.

Untuk membahas bagaimana bersepeda sehat dan aman di masa adaptasi kebiasaan baru, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI mengadakan seminar online bareng komunitas bersepeda pada hari Sabtu, 7 November 2020.

Acara yang berlangsung melalui Zoom meeting ini menghadirkan narasumber Bapak dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M. Kes. (direktur Promkes dan PM), Bapak Azwar Hadi Kusuma (founder Indonesia Folding Bike Community), dan Bapak Poetoet Soedarjanto (ketua Bike to Work Indonesia).

Baca juga: Yuk, Disiplin agar Covid-19 Ambyar!

Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Berolahraga

Selama adaptasi kebiasaan baru, Bapak Riskiyana mengungkapkan adanya beberapa tantangan perubahan. Tingginya pengetahuan masyarakat tentang cara penularan dan penyebaran virus Covid-19 tidak dibarengi dengan praktik yang disiplin oleh warga masyarakat. Sebagian masyarakat sulit melakukan physical distancing atau social distancing dan sebagian masih mempraktikkan bersentuhan dengan orang lain. Sebagian warga masyarakat masih keluar rumah dengan tidak menggunakan APD yang adekuat. Juga, Sebagian warga masyarakat sewaktu pulang ke rumah masih ada yang tidak melakukan cuci tangan atau mandi.

Beliau mengingatkan pentingnya melakukan protokol kesehatan sebagai upaya perilndungan kesehatan individu. Selain 3M yang sudah dikenal masyarakat (menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan), kita juga perlu mengonsumsi gizi seimbang serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup dan berolahraga. Dengan kata lain, “3 Baik, 5 Sempurna”.

Adaptasi kebiasaan baru dalam berolahraga perlu dilakukan masyarakat. Misalnya dengan tetap memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir (atau hand sanitizer), menjaga jarak (5 meter dengan orang di depannya saat jalan kaki, 10 meter saat berlari, dan 20 meter saat bersepeda), dan segera cuci tangan, mandi, dan berganti pakaian saat tiba di rumah. Jangan lupa,bersihkan alat olahraga, handphone, kacamata, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

Baca juga: Cara Membuat Campuran Disinfektan Covid-19

Bersepeda yang Aman di Masa Pandemi

Selanjutnya, Bapak Azwar memberikan tips bersepeda yang aman di masa pandemi.  Dimulai dengan persiapan sebelum bersepeda, seperti memastikan kondisi tubuh sehat dan bugar, merencanakan rute gowes yang aman dan tidak terlalu ramai, menggunakan pakaian yang lebih tertutup, serta mempersiapkan perengkapan keamanan sepeda, masker cadangan, hand sanitizer, air minum menggunakan botol bertutup.

Sewaktu bersepeda, lakukan hal penting berikut ini. Yaitu usahakan gowes mandiri atau kelompok kecil maksimal 5 orang, menggunakan helm, kacamata, masker, menjaga jarak depan belakang maupun samping, mematuhi rambu-rambu lalulintas, dan menghindari sosialisasi atau istirahat makan minum bareng.

Sesampainya di rumah setelah bersepeda, tetap hindari kontak fisik dengan orang rumah terlebih dahulu. Lepas masker, kacamata, sarung tangan, sepatu, helm, topi di luar rumah. Juga semprot helm, kacamata, sepatu, sepeda dengan disinfektan, serta segera mandi dan ganti baju.

Tetap Prima Selama Bersepeda

Bapak Potoet dari komunitas Bike to Work Indonesia mengungkapkan bagaimana bersepeda yang aman dan nyaman, yaitu dengan kenali sepeda, kenali diri, dan kenali lingkungan. Pastikan kita mengetahui rute yang akan dilalui (jarak tempuh, tanjakan/turunan, kondisi jalan berlubang atau rusak, area padat, rawan lalu lintas, rawan kriminalitas, dan lainnya), dan lokasi penting seperti pos polisi, pos kesehatan, dan bengkel.

Pastikan juga agar kita selau bepikir dan bertindak untuk tidak membuat diri kita dan orang lain celaka, dengan cara mengenali diri dengan baik, mematuhi peraturan lalu lintas, dan waspadai tindak kejahatan. Selama bersepeda, kita perlu menghargai dan mengormati pengguna jalan lainnya. Selain itu, tetap patuhi protokol kesehatan agar kita tidak menularkan dan tidak tertular Covid-19.

Agar tetap prima selama bersepeda, asupan cairan tubuh juga perlu diperhatikan. 10-20 menit sebelum start, minumlah sebanyak 150-300 ml. Saat bersepeda, jangan menunggu haus untuk minum.  Konsumsilah air minum 1,5 kali lebih banyak dari cairan tubuh yang keluar melalui keringat. Untuk 1 jam bersepeda, perkiraan kebutuhan air sebanyak  500-700 ml.

Jangan lupa untuk memeriksa bagian-bagian sepeda seperti sadel, setang, pedal, dan sebagainya. Lakukanlah peregangan atau stretching sebelum bersepeda. Jika membawa tas selempang atau tas punggung, selalu perhatikan posisi dan keseimbangannya. Letakkan bidon di bagian sepeda untuk memudahkan rehidrasi. Serta, gunakan alat keselamatan.

21 thoughts on “Bersepeda Sehat dan Aman di Masa Pandemi”

  1. Kami pun mulai sepedahan tipis² sih…
    Pakai sepeda lama saja yg dicat dan dibangun kembali.
    Tapi harus dibiasakan pakai masker ya sepedahannya…

  2. Kegiatan bersepeda ini sebelum adanya Pandemi juga sudah mulai bergeliat di tempatku. Membaca blog ini, Aku mendapatkan tips bersepeda yang aman dan sehat di masa Pandemi.

  3. Wah, aku juga ikutan nih webinar. Suka banget denger pematerinya karena pas aku juga suka bersepeda. Banyak ilmu penting yang saya dapatkan dari webinar ini. Pasalnya saya masih sering mengindahkan aturan dalam bersepeda, eh ternyata banyak juga yang harus ditaati ya. Sayangnya banyak orang yang tidak menaati protokol kesehatan ya saat bersepeda

  4. Bersepeda emang jadi hobi yang tak pernah mati, sedari kecil kita pasti hampir semua orang ada moment “belajar bersepeda”, hanya musim jenis sepedanya saja yang berputar. Semua orang bisa bersepeda, tapi ga semuanya taat aturan, mesti diedukasi sedari dini tentang keamanan bersepeda ya

  5. Konsumsilah air 1,5 kali lebih banyak dari biasanya.

    Berarti memang bersepeda bukan olahraga ringan dong ya Mas. Makanya hidrasi tubuh harus selalu dijaga sepanjang gowes.

  6. Akhir-akhir ini masyarakat banyak yang senang dengan kegiatan bersepeda ya. Saya lihat toko sepeda jadi lebih ramai dibandingkan biasanya.
    Setuju dengan pendapat bahwa bersepeda itu bukan olahraga ringan, dan butuh stamina prima untuk menjalaninya. Yang penting jangan lupa minum ya…

  7. Beberapa kali saya melihat mungkin itu komunitas bersepeda, kalau lagi istirahat ya berkumpul. Kek pas saya ke pantai tlangoh. Ada para pesepeda yang istirahat di cafe itu. Meski nggak desak-desakan sih. Seenggaknya ada space lah.

    Tapi namanya juga lagi era new normal. Mungkin seharusnya, beristirahat di alam terbuka. Menikmati bekal masing-masing yang dibawa dari rumah. Itu lebih asyik dan aman kan ya?

  8. Bener banget nih, olahraga bersepeda kini menjadi trend di masa pandemi, suamiku aja ikutan grup gowes yg tiap Minggu selalu ada rute yang akan dilewati untuk berolahraga

  9. Nah, ini menjaga jarak (5 meter dengan orang di depannya saat jalan kaki, 10 meter saat berlari, dan 20 meter saat bersepeda) aslinya baru dengar selama ini taunya 2 m doang

  10. Bersepeda kini sudah jadi healthy life style ya mas.

    Anakku itu udah dari usia 5 tahun minta dibelikan sepeda. Tapi sampai sekarang usia 7.5 tahun belum juga kebeli. Bahkan harga sepeda sekarang udah naik wkwkwk.

  11. Waah sampai ada webinarnya ya. Olahraga sepeda booming banget ya di masa pandemi gini. Semakin banyak peminatnya. Bukan sebatas hobi tapi ini juga jadi aktivitas olahraga yang menyehatkan.

  12. klo aq jadwal rutin sepedaan tiap minggu pagi
    sepedaan sama anak keliling kompleks, tapi kami nggak pakai masker, susah nafasnya.kami pake faceshield

  13. Di lingkungan tempat tinggalku juga pada banyak yang suka sepedaan sekarang. Katanya biar sehat, selain itu bisa refreshing bareng keluarga gitu. Sayangnya, aku sama Pewe tak ada sepeda kalau di Jakarta, jadi penonton saja kalau tetangga pada lewat.

  14. selama pandemi ini banyaknya jalan kaki untuk olahraga pagi, mulai juga bersepeda dikit dikit, awalnya kalau olahraga pakai masker sedikit ribet & hirup udara susah, lama lama terbiasa, atau kalau lagi ingin menghirup udara pagi ketika olahraga, pake face shield plus olahraga bareng keluarga aja, menghindari keramaian

  15. Houuuh sebaiknya memang minum jangan menunggu haus ya namun hrs dihitung kira2 kapan waktu yg tepat utk minum, oh ya pastinya biar lebih aman nggak sendirian sih ya sepedaanya misal bs dg anggota keluarga

  16. Bagus materi webinarnya. Semoga menyadarkan masyarakat yang gemar bersepeda namun masih kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Biar tujuan tubuh sehat dan bugar setelah bersepeda benar-benar dapat diwujudkan

  17. wah ada om Poetoet jadi pembicara. Kebetulan saya kenal baik nih dengan beliau. Kawan gowes waktu masih di Tangerang, eh sekarang kantornya jadi salah satu customer saya.
    Beliau ini konsisten B2W dari dulu hingga sekarang, saya malah udah gak pernah B2W, tapi masih gowes sih.
    Selama pandemi ini, baru 2 minggu terakhir saya mulai gowes lagi. Itupun gak pernah jauh. Rasanya masih ada perasaan takut gimana gitu.
    Tapi kalau dari paparannya, sangat membantu untuk bisa tetap gowes dan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *