Kuliner

Ke Belitung, Harus Cicipi Lezatnya Mie Atep

Setiap berkunjung ke suatu kota atau daerah, salah satu hal yang wajib untuk dilakukan adalah menikmati kuliner lokal. Tak terkecuali ketika saya datang berwisata di Belitung.

Matahari mulai surut ke ufuk barat saat saya berada di jantung kota Tanjungpandan. Berbekal jawaban dari seorang satpam atas pertanyaan yang saya ajukan, saya segera mengarahkan sepeda motor menuju Jalan Sriwijaya nomor 27 yang memang berujung  di bundaran Tugu Batu Satam. Dan tak sampai 50 meter dari bundaran itu, saya pun berhenti.

“Mie Belitung Atep”, demikian sebuah tulisan yang tertera pada papan nama sebuah ruko yang tak terlalu besar. Beberapa pembeli sedang menunggu pesanan yang sedang dibuat, ada pula yang sedang menikmati santap sore di tempat. Saya pun duduk di salah satu kursi dan memesan mie atep tersebut.

Baca juga: Pulau Lengkuas, Destinasi Wajib Dikunjungi saat Plesiran ke Belitung

Menunggu menu yang sedang diolah, pandangan saya tertuju pada beberapa bingkai foto yang terpampang di dinding. Wajah-wajah tokoh yang cukup ternama ada di situ seperti Tukul Arwana, Megawati Soekarnoputri, atau Bondan Winarno, yang menandakan bahwa mereka telah datang dan mencicipi kuliner di tempat tersebut.

Nyonya Atep yang sudah cukup lanjut usia telah memulai berjualan sejak 40 tahun lalu. Ia meracik jualannya sendiri, seperti yang saya lihat sore itu dan tidak membuka cabang di tempat lain. Penyajiannya pun menunggu pembeli datang dan memesan, sehingga mienya selalu baru dimasak.

Beberapa menit kemudian seporsi mie terhidang di depan saya. Mie berwarna kuning dengan ukurannya yang agak besar dihidangkan dengan irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan udang. Tak lupa kuah kental yang menebarkan aroma menggoda membuat saya makin tak sabar untuk menikmati.

Begitu menyeruput kuahnya, saya merasakan citarasa yang khas pada kuah tersebut dan belum pernah saya jumpai pada mie-mie lainnya. Rasanya gurih bercampur sedikit manis dan asam. Ada kemiripan dengan kuah empek-empek Palembang, atau asinan Bogor namun tidak pedas dan tidak terlalu asam atau asin.

Ada satu menu lagi yang dijual di tempat tersebut, yakni nasi tim yang saat itu dipesan pengunjung lain. Bagaimana rasanya, saya belum mencobanya karena sudah cukup kenyang menikmati mie. Setelah puas menikmati mie atep dan segelas teh hangat, saya pun bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke penginapan.

2 thoughts on “Ke Belitung, Harus Cicipi Lezatnya Mie Atep”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *