Serba-serbi Tekno

Orb dan Gerhana Matahari

orb dan gerhana matahari

Fenomena gerhana matahari cincin terlihat hari ini (26/12/2019) di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan. Di Pulau Jawa sendiri, yang telihat adalah gerhana parsial atau sebagian. Siang ini saya mencoba menikmati fenomena tersebut dengan cara melihat gerhana dengan bantuan tumpukan plastik rontgen.

Ada 5 lembar plastik yang saya tumpuk, sehingga cukup aman bagi mata saya. Dan saya melihat gerhana matahari sebagian ini, seperti penampakan bulan sabit. Perlu diingat, melihat gerhana matahari secara langsung tanpa bantuan alat sangat berbahaya!

Gerhana matahari sendiri ada beberapa macam, yaitu sebagian, total, dan cincin. Gerhana sebagian dan cincin akan membuat keadaan sekitar kita seperti sedang redup, berawan atau mendung. Sedangkan gerhana matahari total akan membuat suasana gelap gulita seperti malam hari. Gerhana matahari total ini pernah terlihat di Indonesia pada tahun 2016 dan 1983.

Gerhana matahari tahun 1983 adalah gerhana matahari total pertama yang pernah saya alami saat tinggal di Pati, Jawa Tengah. Saya masih balita saat itu dan masih teringat bagaimana ketakutan yang dialami sebagian besar masyarakat yang memilih untuk berdiam diri di dalam rumah. Keterbatasan informasi dan teknologilah yang menjadikan masyarakat melewatkan begitu saja peristiwa langka itu.

Baru pada Maret 2016, momen gerhana matahari total mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Beberapa wilayah di Indonesia bahkan sengaja membuat even khusus untuk menyambut peristiwa ini, mulai dari Palembang, Belitung, Palu hingga Ternate. Sementara di wilayah lainnya seperti Jakarta, Bandung, Mataram, hingga Papua yang hanya mendapatkan gerhana parsial, antusiasme masyarakat juga cukup besar.

Di Maret 2016 tersebut saya termasuk dari masyarakat yang hanya bisa menyaksikan gerhana parsial. Tidak ada persiapan khusus menyambut momen ini mengingat sebeumnya saya pernah melihat gerhana parsial melalui plastik klise atau negatif foto sekitar tahun ’90-an dulu. Alih-alih berniat menyaksikan gerhana, saya justru memanfaatkan hari libur untuk berlari pagi.

Jam 6 lewat saya mulai meninggalkan rumah. Tidak ketinggalan saya hidupkan aplikasi di telepon seluler untuk mengukur waktu dan jarak tempuh berlari. Kondisi jalan di perumahan tempat saya tinggal di Tangerang tidak seramai biasanya karena hari libur. Langit cerah dan matahari bersinar dengan baik.

Satu dua orang terlihat menyaksikan gerhana dengan memakai kacamata khusus, sementara saya tetap berlari. Beberapa kali saya menyempatkan untuk memotret keadaan sekitar, seperti yang biasa saya lakukan saat berlari pagi. Ada beberapa jepretan yang sengaja saya lakukan dengan mengarahkan kamera langsung ke matahari, sekedar iseng menangkap proses terjadinya gerhana.

Hasil jepretan tentunya bisa ditebak. Karena tanpa filter khusus yang dipasang ke kamera seluer, yang terlihat adalah lingkaran putih dari matahari. Tidak nampak tanda-tanda ‘gerogotan’ bayangan bulan pada lingkaran putih tersebut.

Sampai di rumah, saya mencoba melihat kembali hasil jepretan tadi. Saya mulai memperbesar foto-foto tersebut. Ada hal yang cukup menarik bagi saya, pada masing-masing foto selalu terdapat satu orb berwarna kebiruan. Posisi orb tersebut berbeda-beda pada setiap foto. Di satu foto ada orb yang terletak di dekat matahari, di foto lainnya orb terletak di posisi yang jauh dari matahari.

Dalam fotografi, istilah teknis untuk kemunculan orb adalah “backscatter”, “orb backscatter”, atau pantulan di dekat kamera. Orb terjadi ketika sinar atau flash dari kamera dipantulkan kembali oleh benda-benda renik yang ada di ruangan tersebut, misalnya adanya debu, titik air, spora tanaman atau benda asing yang lain. Dan ketika benda tersebut memantulkan cahaya, maka ia akan memantulkannya ke segala arah sehingga berbentuk bola atau lingkaran.

Jika orb pada umumnya berbentuk lingkaran berwarna putih, orb yang ada pada foto-foto hari Rabu memiliki keunikan. Selain warnanya yang kebiruan seperti yang saya sebut sebelumnya, orb tersebut tidak berbentuk lingkaran penuh. Bentuknya persis seperti lingkaran matahari yang tertutup sebagian oleh bayangan bulan.

Foto pada jam 06.34, posisi orb ada di bagian bawah foto yaitu pada bayangan orang yang sedang berjalan. Pada jam tersebut proses gerhana sedang dimulai. Jika dibandingkan dengan kondisi sesungguhnya saat proses mulainya gerhana di mana bayangan bulan mulai menutup pada bagian atas lingkaran matahari, pada orb justru sebaliknya. Yang terlihat pada orb adalah bagian bawahlah yang tertutup.

Foto pada jam 07.12, posisi orb berdekatan dengan patung, yakni di sebelah kirinya.

Foto pada jam 07.31, posisi orb dekat dengan lampu sepeda motor.

Itulah beberapa jepretan foto yang saya lakukan pada saat gerhana matahari tahun 2016. Lingkaran orb yang pada umumnya berbentuk lingkaran, kali ini bentuknya mengikuti proses terjadinya gerhana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *