Sehat

Praktis dan Lezat, Sarapan Sehat dengan Kreasi Semangkuk Nestle NESTUM

Sarapan. Satu kata sederhana namun memiliki banyak cara dalam melakukannya. Sewaktu kita masih kecil atau saat bersekolah, sarapan menjadi kegiatan wajib setiap pagi dan kita tinggal melakukannya karena segala sesuatunya sudah disiapkan di meja makan oleh orang tua kita.

Beranjak remaja, utamanya saat melanjutkan kuliah dan terpisah dari orang tua, kegiatan yang awalnya wajib tersebut akan terdegradasi kadar kewajibannya. Jauh dari orang tua membuat kita perlu menyiapkannya sendiri. Karena malas, ribet atau kendala biaya, sarapan sering diabaikan dan ditinggalkan. Sekalian makan siang saja, mungkin begitulah kita membela diri untuk meniadakan sarapan.

Kebiasaan saat kuliah tersebut mungkin berlanjut ketika kita mulai masuk dunia kerja. Sudah punya penghasilan sendiri, namun rasa malas dan tidak mau ribet membuat kita tidak melakukan sarapan. Atau seandainya sarapan, karena terburu-buru, kita akan melakukan sarapan seadanya saja.

Seadanya dan sesempatnya. Bisa saja dengan memakan beberapa potong biskuit atau roti dan meminum segelas teh atau air putih sebelum berangkat kerja. Atau jika sempat, kita mampir sarapan ke tukang nasi uduk, bubur ayam dan teman-temannya.

Tragisnya, kadang kita malah tidak sempat makan apa pun, kemudian hanya minum air putih atau kopi di tempat kerja. Alhasil, minimnya asupan tersebut membuat kita kurang bertenaga dan berkonsentrasi saat melakukan pekerjaan.

Sampai di sini, mungkin semua yang dituliskan di atas tidak dialami oleh semua orang. Baiklah, kata “kita” boleh diganti dengan “saya”, karena itulah yang saya alami.

Sarapan: makan atau minum?

Fakta menyatakan bahwa sebanyak 51% orang di Indonesia menyadari adalah waktu makan terpenting dalam sehari. Namun sayangnya 76% orang yang mengonsumsi sarapan belum memilih menu yang tepat.

Kesibukan di pagi hari kadang membuat kita hanya sempat meneguk minuman atau bahkan melewatkan sarapan. Padahal dengan mengonsumsi makanan saat sarapan, kita bisa merasakan manfaat yang lebih.

Sebuah pertanyaan, apakah sarapan bisa dilakukan dengan makan saja, minum saja, atau harus makan dan minum?

Makan dan minum memiliki arti yang tentu saja berbeda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, makan adalah memasukkan makanan pokok ke dalam mulut serta mengunyahnya (melumatkan) dan menelan; makanan berada lebih lama di mulut. Sedangkan minum adalah memasukkan air (benda cair) ke dalam mulut dan meneguknya.

Pentingnya sarapan bagi kita yaitu untuk memberikan energi dan zat gizi pada tubuh setelah berpuasa sepanjang malam. Sarapan juga menyediakan energi dan zat gizi untuk menjalankan aktivitas pagi hingga siang hari, sehingga produktivitas kerja meningkat serta konsentrasi berpikit menjadi lebih baik.

Mengingat begitu pentingnya sarapan, maka kita perlu membuat sarapan menjadi berkualitas. Sarapan harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan. Sarapan berperan sebagai sumber energi sebanyak 20-25% energi total, yang harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan. Selain itu sarapan perlu untuk merangsang organ pencernaan secara baik, di mana mulut, esofagus, lambung, usus saling berinteraksi dalam mencerna dan menyerap makanan. Sarapan juga perlu memberikan kepuasan psikologis terkait cita rasa makanan.

Dalam sarapan, ada aktivitas mengunyah yang dilakukan. Mengunyah terkait dengan produksi beberapa hormon yang berperan dalam pengaturan nafsu makan dan dapat menurunkan hormon grealin yaitu hormon yang berperan dalam merangsang nafsu makan dan meningkatkan hormon cholecytokinin yang mampu menurunkan nafsu makan.

Beberapa kali kita mungkin pernah merasa tetap lapar padahal baru saja makan. Hal ini terkait dengan bagaimana cara kita mengunyah makanan. Mengunyah secara signifikan mampu mengurangi rasa lapar dan mengunyah lebih lama akan memengaruhi selera dan asupan makan. Pada saat proses pengunyahan, indera pengecap akan terpapar oleh makanan. Hal ini akan membangkitkan rasa kenyang sehingga mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak.

Proses mengunyah juga akan merangsang fungsi otak dalam meningkatkan kemampuan kognitif, yaitu kemampuan mengingat dan berkonsentrasi. Mengunyah berperan sebagai input sensorik periferal, yang penting untuk merangsang hipocampus (area otak yang berperan dalam proses belajar san daya ingat) dalam menjaga dan mendukung fungsi kognitif.

Ketika mengunyah, makanan akan mendapatkan kesempatan bersentuhan dengan lidah lebih lama. Pada lidah kita terdapat alat pengecap berbagai rasa, dan dengan mengunyah maka kita dapat menikmati cita rasa makanan tersebut dan memberikan nilai kepuasan. Rasa puas saat makan akan memengaruhi pola makan selanjutnya.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa sarapan sehat adalah kegiatan makan dan minum sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 1/4 bagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) sebagai salah satu pilar seimbang mewujudkan hidup sehat, aktif, dan cerdas.

Praktis, tidak berarti mengesampingkan kandungan nutrisi

Bahan makanan yang cocok untuk sarapan adalah grainsmarta, yaitu sereal yang berasal dari multigrain (jagung, beras, dan gandum) dan mengandung sumber serat pangan, vitamin B1, B5, zat besi, kalsium dan vitamin C.

Multigrain tersebut mengandung karbohidrat kompleks karena diperoleh dari beberapa jenis sereal (biji-bijian atau bulir) sehingga tubuh perlu waktu lebih lama untuk mencernanya sehingga menjadi sumber energi berkelanjutan yang membuat kita kenyang lebih lama.

Sejak tahun 2018 lalu, Nestle NESTUM hadir di Indonesia. Nestle NESTUM adalah bubur sarapan dengan grainsmarta yaitu kombinasi unik multigrain yang terdiri dari gandum utuh, beras, jagung, serat pangan, vitamin dan mineral.

Nestle NESTUM hadir dalam berbagai varian rasa yaitu Nestle NESTUM porridge (rasa manis dan original) serta Nestle NESTUM 3-in-1 (rasa susu, susu + pisang, susu + cokelat). Gizi yang terkandung dalam satu mangkuk Nestle NESTUM setara dengan protein dari satu gelas yoghurt, kalsium dari satu gelas susu, dan serat makanan dari satu lembar roti gandum.

Nestle NESTUM meluncurkan sebuah gerakan yang mengajak masyarakat Indonesia untuk berkreasi membuat ragam makanan sarapan yang praktis namun tetap sehat dan lezat. Terinspirasi keragaman cita rasa kuliner Indonesia, gerakan NESTUM 101 Healthy Bowls ingin menginspirasi keluarga Indonesia dalam membuat sarapan bergizi, praktis dan lezat dengan mengkreasikan bubur Nestle NESTUM dengan aneka topping khas nusantara.

Dalam acara yang dilaksanakan di Glass House 8 th Level SCBD The Ritz Carlton  Jakarta tanggal 29 Januari 2019 lalu, para blogger hadir dan mendapatkan insight mengenai pentingnya sarapan pagi dari beberapa narasumber yaitu Dr Rita Ramayulis DCN, M. Kes , Eka Herdiana (Corporate Nutritionist Nestle Indonesia), Windy Cahyaning Wulan (Business Executive Officer Dairy Nestle Indonesia).

Pada acara ini juga dihadirkan Chef Steby Rafael untuk melakukan demo masak kreasi NESTUM HEALTHY BOWLS yang terinspirasi dari kreasi kuliner nusantara. Ada dua menu yang dibuat oleh Chef Steby, yakni Nestle NESTUM bubur kari ayam dan Nestle NESTUM Lapis (Parfaits). Menu-menu tersebut dibuat dalam waktu yang cukup singkat, sehingga praktis dan cocok untuk dijadikan menu sarapan pagi.

Di akhir acara, para blogger mendapatkan tantangan untuk membuat menu sarapan berbahan dasar Nestle NESTUM. Setiap tim yang terdiri dari 2 blogger boleh memilih apakah akan membuat menu gurih dengan tambahan bumbu-bumbu, atau menu segar dengan kombinasi buah-buahan.

Tim saya memilih untuk membuat menu segar, karena cepat dan praktis membuatnya. Nestle NESTUM 3-in-1 rasa susu + pisang kami campur dengan cream cheese dan gula pasir, kemudian ditambahkan buah potong. Rasanya lezat dan segar!

Sepulang dari acara tersebut, saya terinspirasi membuat menu sarapan praktis dan lezat yang lainnya. Saya mengombinasikan Nestle NESTUM 3-in-1 susu + cokelat dengan bahan-bahan lain yang tersedia di kulkas. Ada buah naga merah, semangka kuning, pisang, dan nata de coco. Bahan-bahan ini mudah saya dapatkan di tukang buah atau minimarket di dekat rumah.

Cara membuatnya sangat mudah. Nestle NESTUM 3-in-1 susu + cokelat saya campur dengan setengah gelas susu hangat. Kemudian sebagai topping, buah naga merah, semangka kuning, pisang, dan nata de coco saya tambahkan.

Nestle NESTUM sebenarnya merupakan bahan yang sudah matang. Kita tinggal pakai dan tidak perlu memasak atau menyeduhnya dengan air panas lagi. Untuk Nestle NESTUM 3-in-1, dapat dicampur dengan air hangat (bukan air panas) dan dapat juga ditambahkan yoghurt untuk meningkatkan cita rasa. Untuk Nestle NESTUM kemasan 350 gram, kita bisa mencampurnya dengan susu dingin, yoghurt atau minuman yoghurt. Dan untuk menciptakan cita rasa gurih, kita bisa mencampur Nestle NESTUM kemasan 350 gram varian original dengan air hangat, susu hangat, dan kuah sup.

Nah, kalau sudah ada Nestle NESTUM, tidak ada lagi alasan untuk tidak sarapan lagi. Mari kita awali hari dengan semangkuk sarapan sehat, lezat, dan praktis. Sambut hari yang besar dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sarapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *