resolusi 2023 pengen punya rumah sendiri
Ekonomi & Bisnis

Resolusi 2023: Pengen Punya Rumah Sendiri Meski Penghasilan Pas-pasan, Mungkin Nggak Sih?

Menjelang pergantian tahun, banyak orang yang biasanya bikin resolusi 2023. Misalnya, mau melakukan gaya hidup sehat, pengen karir meningkat, berencana untuk menikah, pengen punya rumah sendiri, atau target lainnya.

Bagi kaum milenial yang baru lulus kuliah atau mulai bekerja, salah satu target penting yang kerap dijadikan resolusi yaitu punya rumah. Di sisi lain, harga rumah terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Jika sudah demikian, milenial pun maju mundur untuk merencanakan punya rumah sendiri. Ada sebuah keraguan apakah target untuk memiliki hunian sendiri itu realistis dan bisa tercapai, atau sebaliknya. Apalagi bagi mereka yang punya penghasilan rendah dan pas-pasan.

Seperempat Penduduk Indonesia adalah Milenial

Generasi milenial menempati jumlah yang cukup besar dalam demografi nasional, yaitu sebanyak seperempat dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Dari 270,20 juta orang di Indonesia (hasil Sensus Penduduk 2020), sebanyak 25,87% di antaranya merupakan generasi milenial atau generasi Y yang lahir pada tahun 1981-1996.

Jumlah tersebut menjadikan generasi milenial menempati peringkat kedua terbanyak setelah generasi Z. Jumlah yang cukup signifikan ini membuat generasi milenial sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan bonus demografi di Indonesia.

Generasi milenial identik dengan anak-anak muda yang melek teknologi. Nggak mengherankan apabila kehidupan mereka sulit dilepaskan dari teknologi, terutama gawai. Kemudahan mengakses informasi menjadikan generasi ini cepat mengikuti tren gaya hidup terkini.

Milenial sering nongkrong bersama teman-teman di kafe atau tempat hiburan lainnya. Mereka juga sering membeli gawai baru dengan fitur-fitur canggih terkini, meski gawai lama masih berfungsi dengan baik dan fitur-fiturnya nggak terlalu ketinggalan zaman. Gaya hidup konsumtif ini membuat milenial sulit menyisihkan penghasilannya untuk menabung atau membeli rumah.

Sebuah survei menyebutkan ada beberapa alasan yang membuat milenial belum membeli rumah. Hasilnya, sebagian besar berkaitan dengan finansial. Mulai dari belum mampu secara finansial, belum mampu membayar DP dan KPR, hingga masih ada cicilan lainnya.

Kondisi di atas tentunya nggak boleh dibiarkan begitu saja. Perlu ada solusi, agar milenial bisa memiliki rumah sendiri.

Perlu Punya Mindset bahwa Rumah adalah Kebutuhan Pokok

Masih ingat pelajaran di sekolah dulu, kan, bahwa ada tiga hal yang menjadi kebutuhan pokok manusia yaitu pangan, sandang, dan papan? Untuk memiliki keamanan dan kenyamanan hidup, maka ketiga kebutuhan pokok tersebut harus terpenuhi. Teori ini masih tetap relevan sampai hari ini, bahkan untuk beberapa generasi ke depan.

Generasi milenial perlu menanamkan mindset bahwa rumah adalah kebutuhan pokok. Karenanya, membeli rumah tetap menjadi prioritas dan disesuaikan dengan kemampuan. Milenial perlu menyisisihkan sebagian penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.

Di sisi lain, gaya hidup juga diubah. Hal-hal yang bersifat konsumtif seperti makan di luar, nongkrong di tempat hiburan, dan lainnya perlu dikurangi.

Perlu diperhatikan, harga rumah terus naik setiap tahun. Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti inflasi, lahan yang semakin langka, tingginya permintaan kebutuhan rumah yang nggak diimbangi oleh pasokan, dan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah yang semakin mempermudah akses sehingga berimbas pada naiknya harga properti.

Kenaikan harga rumah nggak sebanding dengan kenaikan gaji. Di Jabodetabek, harga properti bisa naik 10-15% setiap tahunnya. Bandingkan dengan kenaikan Upah Minimum Regonal (UMR) yang berada pada kisaran 8% saja!

Ini artinya semakin lama milenial menunda kepemilikan rumah, maka penghasilan yang dimiliki akan semakin nggak cukup untuk membeli rumah. Jika nggak direncanakan dari sekarang, jangan-jangan milenial nggak bisa punya rumah sampai masa tua nanti.

Meski Penghasilan Pas-pasan, Milenial Bisa Punya Rumah Sendiri

Tapi nggak perlu khawatir. Meskipun penghasilan rendah atau pas-pasan, generasi milenial tetap bisa punya rumah sendiri. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan impian memiliki rumah.

1. Periksa Kemampuan Finansial

Membeli rumah membutuhkan anggaran yang besar. Karenanya, milenial perlu memeriksa kemampuan finansial sebelum memutuskan membeli rumah. Hitung secara matang, apakah impian untuk memiliki hunian bisa terpenuhi oleh penghasilan yang dimiliki.

Perhatikan juga kebutuhan lainnya, seperti biaya makan dan hidup sehari-hari, cicilan kendaraan, biaya kuliah (jika bekerja sambil kuliah), dan lainnya yang juga penting untuk dipenuhi. Jangan sampai keinginan membeli rumah malah membuat kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi terabaikan.

2. Susun Anggaran

Ada beberapa cara pembayaran rumah secara kredit yang bisa dipertimbangkan oleh milenial, misalnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kemudian, milenial perlu menyusun anggarannya. Tetapkan target secara jelas, baik target waktu maupun angkanya. Sehingga, milenial bisa menyusun rencana keuangan secara realistis untuk mengumpulkan uang.

Ngomong-ngomong soal KPR, saat ini pemerintah telah mengalokasikan APBN untuk mendukung pemilikan rumah bagi masyarakat melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Subsidi.  Kesempatan baik ini perlu dimanfaatkan oleh milenial untuk memiliki rumah sendiri.

3. Tetapkan Prioritas

Setelah menyusun rencana keuangan, milenial menetapkan perlu prioritas. Tujuannya agar bisa memiliki fokus pada satu hal. Misalnya bagi milenial yang berencana mengambil KPR, maka fokus pertamanya untuk menyiapkan uang muka atau DP sesuai kemampuan finansial yang dimiliki.

4. Investasi

Untuk menyiapkan DP rumah, milenial bisa melakukan investasi agar nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Sisihkan sebagian gaji untuk berinvestasi secara konsisten, sehingga seiring berjalannya waktu maka DP rumah bisa terpenuhi.

Ada beragam instrumen investasi yang bisa dipilih, salah satunya Efek Beragun Aset (EBA) Ritel. Efek Beragun Aset atau asset-based security yaitu surat berharga yang terdiri dari sekumpulan aset keuangan berupa tagihan.

Di Indonesia, EBA ada yang berbentuk Surat Partisipasi (SP) yaitu surat berharga yang terdiri dari sekumpulan KPR yang diterbitkan melalui proses sekuritisasi. Dengan kata lain, EBA Ritel sama dengan membeli tagihan KPR dari perbankan. EBA-SP terbit pertama kali pada tahun 2009. Namun, baru pada tahun 2018 PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) meluncurkan EBA Ritel kepada investor perorangan.

SMF ini merupakan salah satu special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan RI. Tugas khusus SMF yaitu menyediakan dana jangka panjang untuk mendukung sektor perumahan di Indonesia dengan menerbitkan EBA-SP sebagai salah satu instrumen investasi di pasar modal.

Sebagai informasi, pada tahun 2018 Menteri Keuangan RI meminta agar EBA-SP tersebut diritelkan sehingga investor perorangan bisa melakukan investasi di EBA Ritel ini. Dengan berinvestasi di EBA, maka sekaligus membantu masyarakat untuk memiliki rumah yang terjangkau.

5. Disiplin

Langkah terakhir, milenial perlu disiplin untuk menerapkan rencana keuangan di atas. Ingat, rencana membeli rumah memerlukan komitmen disiplin jangka panjang. Mulailah berdisiplin dalam mengeksekusi rencana keuanganmu sehingga cita-cita untuk membeli rumah bisa terwujud.

KPR Subsidi

Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau KPR Subsidi merupakan program pemerintah untuk memberikan akses pemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Skema berupa angsuran tetap selama 20 tahun.

Sejak tahun 2010 hingga September 2022, program KPR LPP ini berhasil membantu pemilikan rumah sebanyak 1,1 juta unit rumah kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Nilai yang disalurkan mencapai 104,8 triliun rupiah.

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan RI punya peranan penting dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP.  Dalam menjalankan program ini, SMF bersinergi dengan BP Tapera dalam menyediakan dana KPR yang disalurkan kepada masyarakat melalui bank-bank penyalur.

Pembiayaan perumahan yang dilakukan oleh SMF ialah pembiayaan sekunder. SMF berada di belakang bank atau lembaga penyalur KPR untuk memberikan pembiayaan dalam bidang perumahan. Untuk mendapatkan KPR, milenial tetap harus ke bank atau lembaga penyalur KPR tersebut.

Bagi milenial yang ingin tahu lebih lanjut, bisa kunjungi laman https://www.smf-indonesia.co.id/ serta akun Instagram @inveseries dan @ptsmfpersero ya! Banyak informasi menarik dan literasi keuangan yang sangat bermanfaat. Semoga resolusi 2023 untuk punya rumah sendiri bisa terwujud.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *