Ekonomi

Mau Mulai Investasi Reksadana? Ini 5 Tipsnya untuk Pemula

tips investasi reksadana dengan aplikasi reksadana Pluang.com

Berinvestasi kini menjadi salah satu hal yang mulai banyak dilakukan orang-orang untuk menyiapkan dana pensiun mereka. Terlebih, bunga yang lebih besar dari tabungan biasa membuat orang-orang mulai sadar untuk melakukan investasi.

Salah satu instrumen investasi reksadana yang bisa dipilih, terutama untuk pemula adalah aplikasi reksadana Pluang.com. Dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga jumlah investasi yang bisa dimulai dari nominal kecil menjadi alasan reksadana dipilih oleh para pemula.

Nah, jika kamu salah satu orang yang ingin memulai investasi reksadana, tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya, tak perlu khawatir. Berikut tips untuk memulai investasi reksadana untuk pemula.

Tentukan Tujuan Berinvestasi

Sebelum memulai, tentukan dulu tujuan berinvestasi. Ada beberapa orang yang memiliki tujuan jangka pendek, seperti mendapatkan keuntungan yang besar dengan waktu yang relatif singkat. Atau ada pula orang yang memiliki tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun ketika memulai berinvestasi.

Tujuan ini juga yang nantinya akan menentukan kamu untuk mengambil produk investasi reksadana mana yang sesuai. Sehingga tidak salah langkah dalam memulai berinvestasi.

Pahami Jeni-jenis Reksadana

Setelah menentukan tujuan kamu untuk berinvestasi, kini saatnya memahami jenis-jenis reksadana. Saat ini, ada tiga reksadana dengan profil risiko yang berbeda.

Pertama adalah reksadana pasar uang, di mana uang kamu akan disimpan dalam bentuk obligasi, deposito, maupun Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Biasanya, jatuh tempo reksadana pasar uang adalah 1 tahun dan memiliki risiko yang kecil, sehingga cocok untuk kamu yang memiliki profil risiko konservatif.

Kedua, ada reksadana pendapatan tetap, yang biasanya disimpan dalam bentuk obligasi 80 persen. Di reksadana jenis ini, kamu bisa mendapatkan keuntungan hingga lebih dari 10 persen per tahunnya dan cocok untuk investor dengan profil risiko moderat (sedang). Reksadana ini juga cocok untuk investasi jangka waktu 1-3 tahun.

Ketiga adalah reksadana campuran yang sebenarnya hampir sama dengan saham, karena bisa diperjualbelikan di bursa saham dengan harga yang cenderung berubah-ubah. Reksadana ini cocok untuk investor dengan profil risiko agresif yang sangat siap untung dan juga siap rugi (risk taker). Serta cocok untuk investasi jangka panjang di atas 5 tahun.

Cari Tahu Portofolio Reksadana yang Ingin Dipilih

Jika sudah memahami jenis reksadana dan profil risiko yang cocok untuk kamu, langkah selanjutnya adalah mencari tahu portofolio reksadana yang ingin dipilih. Cobalah untuk membaca laporan bulanan reksadana dan prospektus (gabungan profil perusahaan dan laporan tahunan) sebelum memutuskan untuk membeli.

Kemudian, kamu juga harus me-reset rekam jejak manajer investasi dan bagaimana cara mereka mengelola dananya. Sebab, kinerja di masa lalu bisa memberi gambaran bagaimana  cara manajer investasi mengelola dana ke depannya, sehingga kamu tidak salah langkah dan rugi.

Pahami Istilah-istilah Reksadana

Berinvestasi di reksadana tak hanya tentang bagaimana kamu menaruh uang dan mempercayakannya pada manajer investasi. Kamu juga harus mengetahui dan memahami istilah-istilah reksadana, agar semakin paham bagaimana cara kerja instrumen investasi reksadana ini.

Di dalam reksadana, kamu akan menemukan berbagai istilah, seperti NAB atau Nilai Aktiva Bersih. NAB merupakan total aset reksadana setelah dikurangi oleh seluruh kewajiban yang harus dipenuhi reksadana.

Ada pula NAB/Unit yang dapat diperoleh dengan cara membagi total NAB reksadana setelah dibagi total unit penyertaan reksadana. Pergerakan NAB per unit juga menunjukkan kinerja reksadana.

Selanjutnya, Tanggal Emisi Reksadana, sebuah tanggal peluncuran reksadana atau tanggal nilai aktiva bersih perdana. Ada juga Tanggal Efektif Reksadana, sebuah tanggal ketika reksadana memperoleh pernyataan efektif dari OJK.

Beli Reksadana di Saat yang Tepat

Hampir sama seperti instrumen investas lainnya, harga reksadana juga akan mengalami naik turun yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang sering berubah-ubah. Untuk itu, cara terbaik untuk investasi reksadana adalah dengan membeli rutin di setiap periode yang ditentukan.

Kamu bisa membeli reksadana tiap bulan setelah gajian, dengan jumlah nominal yang sudah dialokasikan sebelumnya. Misalnya, 30 persen dari nominal gaji, sehingga tidak memberatkan dirimu dalam berinvestasi.

Bagaimana, siap memulai investasi di aplikasi reksadana di Pluang.com?

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *