Hari AIDS Sedunia
Sehat

Berbincang HIV AIDS Bersama Kemenkumham

Berbincang HIV AIDS – Sebuah acara temu bloger bersama Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2018 dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2018. Acara tersebut diselenggarakan di Lapas Narkotika Kelas IIA di Cipinang, Jakarta Timur dan tema yang diambil yaitu “Saya berani saya sehat, ada obat ada jalan”.

Lapas Narkotika Kelas IIA memiliki kapasitas 1.084 orang, namun saat ini menampung warga binaan sebanyak 2.453 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 404 orang di antaranya adalah ODHA (Orang dengan HIV AIDS).

Tingginya kasus HIV AIDS di lapas membuat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) berupaya melakukan pencegahan. Salah satunya dengan melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS bagi warga binaan secara konsisten sejak tahun 2003 lalu. Untuk melaksanakan program tersebut, Kemenkumham bekerja sama dengan berbagai instansi utamanya Kemenkes.

Program tersebut telah menunjukkan hasil positif. Jika pada tahun 2005 terdapat 90 penghuni lapas yang meninggal dunia per tahun akibat HIV AIDS, maka pada tahun 2018 angka kematian tersebut turun menjadi 3 orang.

Lapas Narkotika terus melakukan upaya untuk mencegah penularan HIV. Tim medis lapas tersebut mengadopsi layanan kesehatan yang didukung oleh Kemenkes. Upaya screening juga dilakukan terhadap warga binaan ketika pertama kali masuk lapas.

Kemenkes berkomitmen untuk mengupayakan layanan terkait HIV/AIDS di lapas. Misalnya dengan pelatihan bagi dokter dan perawat di lapas untuk meningkatkan pemahaman terhadap program HIV.  Selain itu Kemenkes memberikan dukungan dalam pengadaan obat ARV (Antiretroviral) serta pendampingan ODHA.

Zero discrimination juga perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya stigma negatif dan diskriminasi terhadap ODHA. Jika pada awalnya para petugas lapas bersikap menjaga jarak dengan para warga binaan ODHA, saat ini mereka sudah terbiasa bergaul dengan para warga binaan ODHA tersebut.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes. menjelaskan HIV dan cara penularannya. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sebuah virus yang mengakibatkan turunnya sistem kekebalan tubuh manusia.

HIV tidak mudah menular dan cara penularannya sangat terbatas, yaitu melalui darah dan cairan tubuh. Penularan bisa melalui hubungan seksual yang tidak aman, transfusi darah, berbagi jarum suntik, serta penularan dari ibu hamil yang positif HIV kepada anaknya.

Namun HIV saat ini sudah tidak lagi mematikan karena sudah ada obatnya, yaitu ARV. Terapi ARV yang dilakukan rutin setiap hari akan menjaga ODHA tetap sehat dan produktif dalam melakukan aktivitasnya. ARV akan mencegah virus berkembang lebih jauh.

Siapa saja yang berpotensi terpapar virus HIV ini harus berani memeriksakan diri. Jika diketahui dengan cepat maka langkah pengobatan pun dapat segera dilakukan. Sayangnya masih banyak orang yang menunda pengobatan meski mengetahui dirinya positif HIV.

Padahal pengobatan harus dilakukan sejak dini supaya hasilnya baik. Begitu diketahui positif HIV, maka harus langsung dilakukan pengobatan. Jangan dibiarkan begitu saja sehingga berkembang menjadi AIDS.

Pemerintah melalui Kemenkes terus melakukan upaya untuk mencapai target 3 Zero, yaitu: zero new HIV infection, zero AIDS related death, dan zero discrimination. Diharapkan agar 90% ODHA mengetahui statusnya, dan 90% dari ODHA yang mengetahui status tersebut meminum obat, serta 90% dari pengobatan itu harus membuat virus tersekresi hingga tidak terdeteksi lagi.

Pada acara tersebut hadir pula Wesley, mantan pemakai narkoba yang terinfeksi HIV melalui jarum suntik saat duduk di bangku SMP di Jakarta. Saat itu ia bahkan melihat temannya mati karena obat-obat terlarang tersebut. Ia pun berpikir untuk berhenti memakai narkoba.

Tantangan yang berat ia hadapi dalam usahanya untuk kembali sehat. Bahkan, keluarganya sendiri tidak memercayai dan menjauhinya. Wesley ingin membuktikan kepada keluarganya bahwa ia bisa kembali sehat dan hidup layaknya orang lain.

Wesley secara rutin minum obat ARV dan membuahkan hasil yang baik. Berkat ARV, pria berkulit coklat ini bisa tetap sehat. Ia bahkan menikah dan memiliki seorang anak yang negatif HIV.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published.