rahasia promosi bisnis saat pandemi dengan memasarkan produk secara online
Ekonomi & Bisnis

Cara Memasarkan Produk Secara Online

Di era digital ini penggunaan internet terus mengalami peningkatan. Bagi pemilik bisnis mulai dari UMKM hingga bisnis skala besar, memasarkan produk secara online menjadi hal yang perlu dilakukan. Pemasaran online akan membuat bisnis berkembang lebih optimal.

Di sisi lain, media konvensional mulai ditinggalkan audiens. Publik tak lagi menggunakan surat kabar, televisi, atau radio sebagai media utama untuk mengakses informasi. Mereka mulai beralih ke media online.

Jumlah Pengguna Internet dan Media Sosial Terus Naik

Pada bulan Januari 2022 yang lalu, We Are Social dan Hootsuite membuat rilis yang berjudul Digital 2022 Global Overview Report. Laporan ini berisi data-data terkait peningkatan pemakaian internet secara global.

Dilaporkan, populasi global di awal tahun 2022 sejumlah 7,91 milyar di mana 67,1% adalah pengguna telepon seluler. Pengguna internet sebanyak 4,95 milyar, naik sebanyak 192 juta atau 4% dari tahun sebelumnya. Pengguna media sosial di awal tahun 2022 sejumlah 4,62 milyar, di mana  muncul pengguna baru sebanyak 424 juta atau tumbuh 10% selama 12 bulan terakhir ini.

Di Indonesia sendiri terdapat 204,7 juta pengguna internet per Januari 2022. Ada kenaikan 1,03% dibandingkan tahun 2021 di mana jumlah pengguna internet di tanah air sebanyak 202,6 juta. Dalam 5 tahun terakhir, pengguna internet di negara kita terus bertambah. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, saat ini jumlahnya naik sebesar 54,25%.

Data-data di atas perlu diperhatikan oleh pemilik bisnis. Penggunaan teknologi digital atau platform online perlu lebih dimaksimalkan mulai dari mencari ide bisnis hingga memasarkan produk.

Cara-Cara Memasarkan Produk Secara Online

Ada beberapa cara yang bisa dipakai oleh pemilk bisnis untuk memasarkan produk secara online, antara lain:

Website

Mesin pencari (search engines) seperti Google, Yahoo, atau Bing menjadi kanal yang paling banyak digunakan konsumen untuk mencari informasi produk. Berdasarkan kata yang dimasukkan dalam pencarian, search engine akan menampilkan bermacam-macam website yang releven.

Sebuah bisnis perlu memiliki website agar bisa ditemukan di mesin pencari. Penggunaan website untuk memperkenalkan produk atau brand akan membuat pembeli semakin percaya terhadap brand tersebut. Pembeli akan lebih percaya terhadap brand atau bisnis yang memiliki website dibandingkan dengan bisnis yang belum memilikinya. Karenanya, keberdaan website bisa meningkatkan kredibilitas bisnis.

Untuk membuat website, sebuah bisnis perlu nama domain dan hosting. Nama domain akan menjadi identitas bisnis, sementara hosting berfungsi sebagai layanan online yang digunakan untuk mengelola website oleh pengguna dan ditampilkan melalui via internet.

Ada beragam jenis hosting. Pemilik bisnis perlu memilih cloud hosting murah. Selain harganya kompetitif, hosting ini memiliki teknologi canggih yang akan membuat website selalu available, cepat diakses, dan terlindungi keamanannya dari serangan malware dan hacker.

Media Sosial

Media sosial menjadi kanal kedua yang paling banyak digunakan oleh konsumen dalam pencarian informasi produk. Memasarkan produk secara online melalui media sosial lebih efisien karena tidak perlu membayar untuk membuat akun.

Ada beragam platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan TikTok yang masing-masing memiliki karakter tersendiri. Melalui media sosial, brand atau bisnis bisa melakukan interaksi dengan para pelanggan.

Untuk menarik minat audiens, bisnis perlu memposting konten berkualitas secara berkala. Selain itu, juga bisa menggunakan konten berbayar agar jangkauannya bisa lebih luas.

WhatsApp Marketing

Whatsapp atau WA merupakan platform chat terpopuler. Banyak orang menggunakan  WA karena fiturnya yg sederhana dan gampang digunakan. Para pebisnis juga bisa menggunakan WA untuk memasarkan produknya, yaitu melalui WhatsApp blast.

WhatsApp blast dilakukan dengan cara mengirim pesan sekaligus ke banyak orang. Namun perlu dipehatikan, pesan sebaiknya dikirim kepada pelanggan yang sebelumnya sudah pernah menghubungi bisnis. Dengan demikian, pelanggan tidak merasa terganggu dengan pesan yang mereka terima.

Content Marketing

Content marketing memiliki fokus pada pembuatan dan pendistribusian konten yang mampu menarik audiens. Jenis kontennya bisa berupa tulisan atau artikel, foto, video, infografik, podcast, hingga webinar.

Sebagai catatan yang perlu diperhatikan, saat ini pelanggan kurang tertarik dengan iklan yang bersifat hard selling. Karenanya, konten yang kreatif diperlukan agar bisa diterima pelanggan.

Email Marketing

Saat ini sebagian besar orang memang mulai jarang menggunakan email. Namun demikian, masih ada kelompok tertentu yang menggunakan surat elektronik ini. Misalnya, profesional, mahasiswa, dan para pencari kerja. Karena itu, email masih potensial digunakan untuk memasarkan produk secara online.

Pesan yang ditulis dalam email bisa berupa informasi tentang bisnis, product knowledge, hingga peluncuran produk baru. Sertakan Call to Action di bagian akhir email untuk mengarahkan target menindaklanjuti informasi tersebut.

Affiliate Marketing

Cara lain untuk pemasaran online yaitu dengan affiliate marketing. Cara ini dilakukan dengan membayar jasa seseorang untuk menjual produk. Sebuah bisnis bisa memanfaatkan popularitas influencer atau mereka yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk meningkatkan penjualan produk.

Itulah bermacam cara yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk secara online agar bisnis semakin berkembang. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published.