saatnya investasi kripto ramah lingkungan cara menambang kripto
Ekonomi & Bisnis

Saatnya Investasi Kripto Ramah Lingkungan

Popularitas uang kripto kian meningkat seiring makin banyaknya orang yang mulai berinvestasi pada mata uang digital tersebut. Di sisi lain, kripto punya masalah terkait dampak negatifnya pada lingkungan. Karenanya, keberadaan kripto ramah lingkungan menjadi solusi atas permasalahan tersebut.

Kripto diminati banyak investor karena kemudahannya, tidak terdampak inflasi, serta potensi imbal balik atau return yang tinggi. Dengan berinvestasi kripto, investor bisa mendapatkan keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Di Indonesia, jumlah transaksi dan investor kripto terus meningkat. Di tahun 2020, jumlah transaksi kripto sebesar Rp 65 triliun dengan jumlah investor 4 juta orang. Sedangkan di tahun 2021, jumlah transaksi kripto mencapai Rp 859, 4 triliun dengan jumlah investor 11,2 juta orang di mana 90 persennya adalah generasi milenial usia 20-30 tahun.

Mengenal Kripto

Kripto atau cryptocurrency sesuai namanya berasal dari dua kata yakni cryptography dan currency. Cryptography artinya kode rahasia, sedangkan currency artinya mata uang. Dengan demikian, kripto bisa diartikan mata uang yang mempunyai kode rahasia yang fungsinya untuk melindungi keamanannya.

Sistem perlindungan berupa kriptografi yang akan melindungi data dari ancaman keamanan. Penggunaan kriptografi membuat penggunaan kripto akan sukar untuk dimanipulasi, atau transaksi kripto tidak bisa dipalsukan. Kripto memiliki sistem terdesentralisasi, yang tidak dilakukan oleh perorangan atau perusahaan tetapi oleh komputer.

Jika nilai mata uang konvensional seperti dolar atau rupiah dikontrol oleh suatu otoritas, maka tidak demikian dengan kripto. Pengontrolan dan pengelolaan kripto sepenuhnya dilakukan oleh pengguna melalui internet. 

Dampak Negatif pada Lingkungan

Dalam prosesnya, kripto melibatkan dua aktivitas yaitu penyampaian informasi dan verifikasi. Proses ini disebut dengan istilah mining atau penambangan, yaitu dengan mencatat setiap transaksi ke dalam blockchain agar setiap orang memiliki informasi yang sama.

Proses penambahan informasi ke blockchain tersebut menggunakan algoritma kompleks yang dikerjakan oleh komputer dengan software berspesifikasi tinggi. Proses ini tentunya membutuhkan modal yang begitu besar.

Selain butuh modal besar, menambang kripto memerlukan energi yang besar pula. Tak heran jika kripto punya dampak negatif terhadap lingkungan, terutama jika sumber energinya menggunakan listrik berbahan bakar fosil seperti batu bara. Selain bersifat tak terbarukan, penggunaan sumber energi ini juga menghasilkan emisi karbon yang tinggi.

Menurut Investopedia, energi yang diperlukan untuk untuk menambang kripto sebesar 121 Twh (Terawatt-hour) setiap tahun. Angka tersebut lebih besar daripada jumlah energi yang dibutuhkan oleh negara Argentina.

Kripto Ramah Lingkungan

Permintaan pasar yang makin tinggi terhadap kripto perlu diimbangi dengan upaya menambang kripto yang lebih ramah lingkungan. Untuk itu diperlukan metode alternatif dalam menambang kripto. 

Metode tersebut bertujuan agar proses menambang kripto memiliki dampak yang lebih rendah terhadap lingkungan. Misalnya dengan penggunaan energi terbarukan, protokol yang efisien energi, serta  pengurangan jejak karbon.

Kripto ramah lingkungan yang mengusung misi pengurangan emisi karbon kini telah hadir di Indonesia. Token kripto asli Indonesia ini bernama Alam Hijau Anagata (AHA).

AHA Token

AHA Token bertujuan mengawasi transisi energi dan memberikan kontribusi pada proyek energi hijau seperti perdagangan karbon, konservasi pengolahan air dan udara, atau entitas lainnya. Akan ada kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Indonesia untuk mencapai bauran energi 23% dari energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025.

Proyek Solar PV dan Carbon Trade Platform akan menjadi fokus Anagata sebagai proyek dasar. Indonesia yang berada di garis khatulistiwa punya potensi 207 GW (GigaWatt) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan estimasi nilai USD 140 miliar dan pengurangan CO2 miliaran ton.

AHA Token menyediakan transaksi yang aman serta menguntungkan investor. Sistemnya menggunakan decentralized yield-generation utility eco-token, yang didasarkan pada teknologi Binance Smart Chain (BSC). 

Token kripto AHA memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

Tanpa Fluktuasi 

AHA Token diperdagangkan dengan token dan koin yang stabil dengan harga di pasar yang tidak fluktuatif.

Biaya Transaksi Lebih Rendah

AHA Token mengenakan biaya pada setiap transaksi sebesar hanya 6%. Biaya ini dibagi atas 3% untuk refleksi ke pemegang lainnya, 2% untuk dana amal, dan 1% untuk maintenance sistem.

Perlindungan Identitas

Setiap transaksi AHA Token akan terjaga secara privat dan konfidensial. Hal ini dimungkinkan karena transaksi terhubung dengan sistem desentralisasi.

Proses Mudah

Setiap transaksi AHA Token bisa dilakukan dengan mudah, murah, dan aman bagi pengguna. Platform yang digunakan begitu user friendly dan menarik.

Token AHA selain meluncurkan koin kripto juga akan meluncurkan produk game yang mendukung penanaman pohon asli di beberapa wilayah,. Selain itu juga akan membuat NFT dengan melibatkan komunitas yang berpola pikir go green.

Kini saatnya kita melakukan investasi kripto ramah lingkungan. Selain untuk mendapatkan keuntungan, kita juga ikut berperan serta dalam mengurangi emisi karbon.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *