Hiburan

Kenali Potensi dan Terus Berkreasi di Masa Pandemi

Kenali Potensi - Erix Soekamti

Kita mempunyai potensi masing-masing, dan kita perlu mengenali potensi tersebut dan mengembangkannya menjadi karya yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Demikian pesan yang saya ambil dari acara Fun Talk #AyoMajuBersama yang saya saksikan di Live Instagram @HomeCreditID pada Rabu, 14 Oktober 2020 jam 19.00 WIB yang lalu.

Fun Talk tersebut mengangkat topik “Sejuta Kreasi untuk Maju Bersama” dan menampilkan bintang tamu Erix Soekamti, musisi dari band Endank Soekamti dan juga pendiri DOES University. Acara berlangsung dalam suasana santai, menghibur, namun sarat pesan bermakna.

Kesibukan Erix di Desa Nglinggo

Erix saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di Nglinggo, sebuah desa wisata yang ada di Kulonprogo, Yogyakarta. Di desa ini terdapat banyak potensi masyarakat yang bisa diberdayakan dan dikolaborasikan. Ada program yang dikembangkan Erix bersama Akamsi Berdaya Gelang Projo untuk membangkitkan pariwisata yang pada akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat.

Gelang Projo merupakan singkatan dari Magelang, Kulonprogo, dan Purworejo. Desa Nglinggo berada di perbatasan 3 wilayah tersebut serta memiliki akses dekat dengan New Yogyakarta International Airport, hanya 30 menit saja. Potensi wisata yang ada di Nglinggo misalnya wisata jeep. Daerah ini cocok bagi penggemar offroad, trail, downhill, maupun trekking.

Saat pandemi, Erix tidak bisa bebas pergi ke luar kota. Ia banyak memanfaatkan waktu untuk camping di Nglinggo. Kemudian ia mendapat tawaran untuk membeli lahan. Setelah ia membeli lahan tersebut, baru tepikir untuk memindahkan DOES Univesity yang ada di Godean, Sleman ‘bergeser’ ke Nglinggo yang udaranya adem tersebut. Kampus yang di Godean akan dimanfaatkan untuk kaum difabel.

DOES University merupakan merupakan bentuk protes Erix terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Ia ingin membuat perubahan terhadap pendidikan yang ada. Harapannya DOES University bisa menjadi sekolah aternatif. Tidak hanya mengkritisi, namun ada aksi nyata. DOES University sudah berjalan 5 tahun, dan sudah ada hasilnya. Lulusannya banyak yang sudah bekerja.

Optimis dan Proses Belajar

Dalam Fun Talk tersebut, beberapa warganet juga mengajukan pertanyaan kepada Erix. Misalnya, bagaimana cara memotivasi diri sendiri agar tetap optimis dalam mencapai visi misi yang sudah dibangun.

Menurut Erix, rasa optimis harus ada terlebih dulu dan menjadi modal dasar yang menjadikan kita bisa bergerak melakukan apa pun. Justru jika kebanyakan berpikir dahulu, rasa takut bisa timbul dan rasa optimis jadi hilang. Untuk itu, Erix akan mengerjakan sesuatu yang menimbulkan ketertarikan.

 “Jadi, mikirnya sambil jalan.” Kita perlu optimis dulu, jika ada masalah bisa diperbaiki pelan-pelan, inilah proses belajar. Adanya permasalahan di tengah jalan membuat kita menjadi lebih solutif. Masalah membuat kita belajar, bisa membuat solusi atas masalah tersebut.

Pertanyaan lainnya yaitu selama masa pandemi, bagaimana cara untuk bisa survive dengan kondisi yang sulit akses, susah mendapatkan pendidikan layak dengan keterbatasan dan bagaimana mengayomi warga sekitar agar yakin.

Erix mengungkapkan, cara pandang sistem pendidikan yang berbeda membuat kita sedikit terbentur dengan adanya posisi seperti ini. Menurutnya, proses belajar tidak seperti bersekolah atau menuntut ilmu dengan membaca buku. Yang dipelajari seharusnya yang membuat kita tertarik. Ini akan membuat kita lebih fokus bagaimana caranya untuk bisa. Dari sini sudah ada trigger, yang membuat kita bisa melakukan apa pun.

Bila sekolah tidak memberikan kita banyak kunci, kita bisa mendapatkan kunci dari tempat lain. Misalnya dari teman, atau internet. Jadi bukan sekolahnya yang menjadi kunci. Untuk bisa belajar, berawal dari kemauan kita. Kuncinya ada di kita, karena sekolah hanya salah satu tool untuk sarana belajar. Jika kita tidak bisa bersekolah, masih banyak ‘sekolah-sekolah’ yang lain. Fokusnya adalah belajar, dari tidak tahu menjadi tahu.

Tentang DOES University

DOES sendiri merupakan singkatan dari Diary of Erix Soekamti. Ya, Erix memang gemar mendokumentasikan aktivitasnya dan mengunggahnya di media sosial. Istilah DOES ini kemudian dipakainya untuk nama DOES University, sebuah sekolah minat dan bakat non-formal dan non-komersial. Di sini, siswa tidak dipungut biaya alias gratis. Saat ini DOES University memfasilitasi ilmu animasi, 3D modelling, desain UX, programmer, desainer web atau aplikasi, sinematografi, dan nantinya akan dikembangkan lagi. Sistem pendidikannya dilaksanakan melalui karantina. Untuk masuk, ada pendaftaran dan tes yang cukup simpel untuk menguji bakat. Karena ada karantina tersebut, maka siswa perlu mendapatkan ijin dari orang tua.

Setiap orang diberi anugerah. Seorang chef punya sensor lidah yang lebih sensitif dari orang pada umumnya untuk mengetahui spesiikasi atau standar enak sebuah makanan. Di bidang musik juga demikian. Mau jadi vokalis, maka tidak boleh tuna nada. Mau jadi drummer, harus punya ritmikal yang baik. Tugas seleksi di DOES University yaitu membuat murid sinkron antara bakat dengan kemauannya. 

Untuk itu perlu ada proses mengenal diri sendiri, apa potensi yang dimiliki sehingga potensi itu bisa mendukung keinginan. Jika tidak demikian, maka kita akan terobsesi yang akhirnya hanya membuang waktu saja dan menutup potensi-potensi yang lain.

DOES University memiliki studio komersial untuk jasa pembuatan animasi, website, dan aplikasi. Studio ini dijalankan oleh murid-murid DOES University, tidak ada dari luar.

Nglarisi Konco Dewe

Erix juga menginisiasi gerakan Nglarisi Konco Dewe. Gerakan untuk mentrigger usaha atau bisnis teman dengan cara membeli produknya. Gerakan dilakukan secara masif, salah satu cara dengan bersepeda bersama. Acara ini sudah sempat berjalan beberapa kali, namun terhenti sementara karena adanya PSBB.

Dalam keseharian, kita bisa membantu teman-teman dengan membeli produk mereka. “Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membantu mereka?” Menurut Erix, jika membantu dengan cara memberi makan maka besok akan lapar lagi dan kita juga tidak sustainable untuk terus memberi makan. Tapi jika kita memberikan ilmu atau bantuan usaha, maka usaha tersebut akan lebih berkembang dan bahkan bisa menghidupi orang banyak.

Ilmu jika diberikan akan bertumbuh terus, seperti bola salju yang semakin besar. Ilmu bisa dikonversi menjadi sebuah usaha yang menghasilkan dan menghidupi. Berbagi ilmu bisa memicu orang untuk berusaha dan memberi nafkah bagi orang lain.

Lakukan Apa yang Membuat Tetarik

Erix melakukan apa yang ia suka, bukan sekedar citra. Mulai dari ketertarikan terlebih dahulu. Jika sekadar pencitraan, suatu saat akan kehabisan energi untuk menghidupi sebuh citra. Erix suka jalan-jalan, maka ia melakukan traveling. Dari traveling, Erix punya pengalaman untuk membangun sebuah daerah berdasarkan referensi yang ia dapatkan dari daerah lain yang lebih maju dan bagus mengelola pariwisatanya. Ia coba menerapkannya di Nglinggo, supaya bisa bangkit pariwisatanya dengan dikelola masyarakat sendiri.

Demikian juga dengan DOES Univesity, pada dasarnya memang Erix senang atau tertarik mengajar seseorang. Banyak murid yang bekerja bersama, tumbuh, dan menjadi besar. Hal ini terus berlanjut dan tak bisa dihentikan. DOES University bisa secara mandiri mengurus kegiatannya.

Posisi rektor DOES University kini tidak dijabat oleh Erix, namun ia serahkan ke orang lain. Menurutnya seorang pemimpin tidak akan terus hidup selamanya. Untuk itu, seorang pemimpin juga mempersiapkan pemimpin selanjutnya.

Di bidang pariwisata, tiap daerah punya potensi yang harus digali. Jangan terus melihat rumah orang lain, atau jangan terobsesi dengan daerah lain yang membuat kita tidak peka terhadap daerah sendiri. Erix juga menyinggung kebiasaan ikut-ikutan, misalnya ketika hutan di sebuah daerah dibangun amphiteatre, maka daerah lain akan latah mengikutinya. Padaha ketika selesai dibangun, amphitheater malah tidak dipakai.

Sering terjadi, kita punya ide tetapi tidak ada modal. Erix mengingatkan untuk tidak membatasi kreativitas. Kita bisa melakukan kolaborasi dengan teman yang punya modal. Libatkan juga masyarakat setempat untuk membangun. Efek positifnya untuk daerah tersebut. Karena itu, harus kelola tempat wisata dengan baik dan jaga agar sustainable.

Baca juga: Tetap Bahagia di Masa Pandemi

14 thoughts on “Kenali Potensi dan Terus Berkreasi di Masa Pandemi”

  1. Keren ya Mas DOES University yang digagas Erix ini. Pribadinya memang unik dan menarik, sejak akatif di Youtube beberapa waktu lalu, sudah sangat inspiratif. Apalahi program Nglarisi Konco Dewe itu relevan di masa sekarang, kita bisa berdaya dan survive dengan membeli produk teman lain agar tidak jadi sasaran gratisan saja. Semoga program dan kampus baru di Nglinggo makin sukses dan dilancarkan. Mantul!

  2. Setuju sama Mas Erix. Yang penting optimis dulu. Kalo niatnya baik, pasti akan dibukakan jalannya. Kayak DOES University ini, sangat menginspirasi. Malah bisa banget jadi jalan buat dapet skill baru di berbagai bidang seperti animasi, 3D modelling, desain UX, programmer, desainer web atau aplikasi ampe sinematografi. Bidang-bidangnya yang memang profesi pekerjaannya bakal dibutuhkan dimasa-masa mendatang. Apalagi sekolahnya gratis. Mantaap. Jadi penasaran sama mekanisme pendaftarannya.

  3. Seru banget nih diskusinya sama Home Credit, Berkreasi bukan sibuk urus yang tak ada tetapi memaksimalkan hal yang di miliki. Buktinya sudah banyak dan terwujud. Semangat berkarya

  4. AKu baru tau dari postingan beberapa teman juga ih soal DOES University yang dibuat oleh Erix. Sebagai bentuk sekolah alternatif yang fokus pada minat & bakat ya

  5. Semangatnya luar biasa nih Mas Erix. Meski saat ini sedang terjadi pandemi, jangan sampai kreasinya kendur. Keren juga DOES University. Tidak dipungut biaya, tapi bisa belajar banyak hal.

  6. Quotenya keren “Nglarisi Konco Dewe”. Gitu kaaan harusnya teman tuh. Saling tolong menolong. Jangan minta gratis mentang-mentang teman…Haha…
    Semoga semakin banyak program yang ditawarkan oleh DOES University, dan menciptakan lapangan kerja baru. Sip…

  7. Inspiratif banget ya Kak, Erix ini.
    Belajar gratis dengan segala fasilitasnya pasti ya, subjectnya juga keren-keren, beda dari kampus-kampus lainnya. Salut banget, moga terus maju DOES University ini, kali aja bisa merambah ke daerah-daerah lain juga di Indonesia biar semua bisa berkesempatan belajar disini.

  8. Keren banget mas Erix Soekamti bikin DOES university nya. Bidang keahlian yang bisa diambil juga kekinian alias yang dibutuhkan di zaman teknologi digital. Dari mulai animasi, desain UX sampai sinematografi. Kerennya lagi mas Erix sambil traveling sambil melihat keadaan daerah tersebut, terus kemajuannya di tanamkan di daerah lain. Luar biasa 🙂

  9. Wah ketinggalan tau ada info event webinar yang seru ini. Keren deh idenya soal DOES University. Konsep yang diusung mulia sekali tiap orang pasti punya potensi yang tidak sama dengan lainnya

  10. DOES University ini konsepnya keren banget ya. Aku setuju sih kalau dalam hidup ini yang penting optimis dulu aja, karena akan selalu ada jalan kok. Misalnya tak punya modal pun, ada cara lain buat memulai, entah kolaborasi, kerja sama, dan sebagainya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *