Ekonomi

Cara Pasti untuk Klaim Asuransi saat Kecelakaan

cara klaim asuransi mobil apabila terjadi kecelakaan

Pada tahun 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mendata bahwa terdapat 134 juta unit kendaraan bermotor di Indonesia yang terhimpun dari berbagai macam jenis kendaraan bermotor tersebut. Menurut data BPS pula, jenis kendaraan yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah sepeda motor yang menyumbang persentase sebesar 83,9% dari total kendaraan bermotor di Indonesia dan kemudian diikuti oleh mobil penumpang yang menyumbang persentase sebesar 11,6%.

Tren kepemilikan kendaraan bermotor jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tercatat cenderung naik dan bahkan kenaikannya kerap kali signifikan. Hal yang berbeda tampaknya terjadi pada tahun 2020-2021 dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Meskipun demikian, kenaikan tetap ada walaupun tidak signifikan kenaikannya. Terdapat banyak faktor mengapa populasi kendaraan bermotor di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Salah satunya karena kebutuhan akan masyarakat dengan tingkat mobilitas yang tinggi, terlebih di perkotaan/kawasan urban.

Dengan banyaknya populasi kendaraan bermotor di Indonesia, dinamika kendaraan bermotor di jalan raya pun semakin fluktuatif. Tidak jarang kita temui kecelakaan kendaraan bermotor, baik itu di jalan protokol atau bahkan jalan bebas hambatan. Selain itu, di kawasan urban/perkotaan, tindak kriminalitas juga cukup tinggi. Tidak jarang kita menemukan kasus curanmor, pengrusakan kendaraan, dan sebagainya.

Pada tahun 2020 saja, BPS mencatat terdapat 8052 kasus kecelakaan lalu lintas di Jakarta saja. Walaupun lebih rendah dibandingkan tahun 2019, namun jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di ibukota ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2016. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan adanya peningkatan kecelakaan lalu lintas akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor di ibukota. Selain itu, banyak faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kasus kecelakaan tersebut, yang terbesar adalah human error.

Selain itu, masa pandemi meningkatkan kasus kriminalitas, khususnya di ibukota. BPS menyatakan pencurian motor menduduki peringkat kelima dari jumlah kejahatan di ibukota dengan angka total kasus sepanjang 2020 sebanyak 541 kasus. Hal ini menunjukkan besarnya resiko yang dapat menimpa kendaraan bermotor yang kamu miliki dan pastinya dapat merugikan kamu, baik secara fisik ataupun material.

Dengan kata lain, perlindungan terhadap kendaraan menjadi penting untuk dimiliki sebagai bentuk tindakan preventif yang bisa kamu ambil atas kerugian yang dapat menimpa kamu maupun kendaraan pribadimu. Perlindungan tersebut adalah asuransi. Banyak jenis asuransi yang dapat kamu miliki untuk melindungi kamu dan kendaraanmu secara maksimal. Mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan juga asuransi mobil.

Namun, banyak anggapan di masyarakat yang menyatakan bahwa memiliki asuransi tidak cukup membantu terutama karena klaim yang sulit. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan diinfokan cara kamu untuk melakukan klaim asuransi apabila terjadi kecelakaan mobil

  1. Memastikan keadaan pasca kecelakaan

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memastikan keadaan sekitar setelah kecelakaan berlangsung. Sebagai pengendara yang bertanggung jawab, hal ini perlu dilakukan. Kamu harus memastikan apakah ada korban jiwa ataupun luka-luka. Pastikan bahwa kecelakaan yang menimpa kamu bukan karena tanggung jawab pihak ketiga yang dapat diberikan tanggungan hukum untuk ganti rugi. Apabila terdapat korban luka-luka ataupun jiwa kamu harus segera menghubungi ambulans dan pihak berwajib.

2. Menghubungi pihak asuransi

Setelah kamu tahu kondisi pasca kecelakaan, kamu baru bisa menghubungi pihak asuransi-mu. Apabila kamu mengalami luka-luka kamu bisa menghubungi pihak asuransi kesehatan, apabila ada korban jiwa kamu bisa hubungi asuransi jiwa, apabila mobilmu rusak kamu bisa menghubungi pihak asuransi mobil. Maksimal kamu melaporkan kejadian 3 x 24 jam pasca kejadian. Semakin cepat kamu menghubungi, semakin baik. Bahkan apabila kamu menelepon sesaat pasca kejadian, pihak asuransi dapat memanggil mobil derek untuk membawa mobilmu ke bengkel rekanan. Perlu bagi kamu untuk menjelaskan kejadian secara singkat padat dan jelas kepada pihak asuransi.

3. Menyiapkan bukti serta kronologi kecelakaan

Setelah menelpon, kamu perlu menyiapkan bukti-bukti dari kejadian yang merugikan kamu dan mobilmu. Poin ini menjadi penting karena akan menentukan apakah klaim-mu diterima atau tidak dan juga menunjukkan bahwa kecelakaan tidaklah disengaja. Kamu bisa memotret bagian-bagian kerusakan yang menimpa mobilmu. Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan bukti seperti rekaman CCTV, khususnya untuk kasus pencurian. Selain menyiapkan bukti, kamu juga perlu menyiapkan kronologi kecelakaan yang menimpa kamu. Semakin rinci kronologis, semakin baik untuk melakukan klaim asuransi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengingat lokasi kejadian, sampai posisi pengemudi.

4. Melengkapi persyaratan klaim

Selanjutnya adalah kamu perlu untuk menyiapkan syarat klaim lainnya seperti fotokopi STNK, polis asuransi, bukti-bukti, serta formulir pengajuan klaim. Persyaratan klaim ini diharuskan untuk lengkap. Pastikan pula di polis asuransimu, mana yang menjadi tanggungan dari pihak asuransi. Apabila kamu menimpa kecelakaan parah yang membuat mobil kamu hancur hampir total, asuransi TLO merupakan yang terbaik. Namun, apabila ingin menerima ganti rugi atas segala kerusakan kecil akibat kecelakaan, maka asuransi mobil all risk lebih baik.

Nah, itu dia langkah-langkah tepat untuk kamu dalam melakukan klaim asuransi. Hal terpenting dalam klaim asuransi adalah membuat pernyataan yang jelas dan rinci yang disertakan oleh bukti sehingga proses klaimmu tidak berbelit-belit. Selamat mencoba!

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *