Pustaka

Review Buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia”

Memilih Menjadi Investor Bahagia

Buku-buku yang membahas tentang investasi biasanya dijejali dengan pembahasan yang njelimet. Namun tidak demikian dengan buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia” yang ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA. Penjelasan di dalamnya mudah dimengerti oleh orang awam.

Pertama kali melihat buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia” ini, saya menangkap kesan yang elegan dari warna hitam sampulnya. Ada gambar ilustrasi seorang pria berjaket merah yang menghadap sebuah komputer. Pada layar komputer tersebut, terlihat sebuah grafik yang tentunya sangat berhubungan dengan pembahasan mengenai investasi.

Selain sampul buku yang elegan tersebut, ternyata isi buku juga disertai gambar-gambar ilustrasi yang menarik. Begitu menarik minat untuk membacanya.

Buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia” dengan Kisah-kisah Inspiratif

Hal menarik lainnya dari buku yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini yaitu adanya kisah-kisah inspiratif pada setiap bab yang diceritakan oleh Wuddy Warsono, seorang investor yang telah berpengalaman puluhan tahun di pasar modal, sekaligus komisaris PT Sucor Sekuritas.

Kisah tersebut berasal dari pengalaman hidup penulis. Di akhir bab, ada moral cerita yang bisa diambil oleh pembaca mengenai berinvestasi. Dengan cara bercerita demikian, pembaca tidak akan merasa bosan untuk mengikuti setiap pembahasan dari satu bab ke bab yang lain.

Saya merasa beruntung bisa mengikuti acara launching buku ini yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 8 April 2021 yang lalu. Pada kesempatan tersebut, Wuddy Warsono mengungkapkan bahwa ia ingin berbagi cerita, antara lain tentang pentingnya hidup di masa kini serta memiliki kebiasaan baik dalam hidup, seperti berinvestasi.

Baca juga: Buku CID, Memahami Makna CSR

Pesan Penting dari Buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia”

Buku ini dibagi dalam 7 bab. Bab-bab tersebut tentang keluarga, tentang pendidikan, tentang membangun karier yang berarti, tentang memilih lingkungan kita, tentang perjalanan, tentang hal yang menginspirasi, dan tentang hidup di era new normal.

Ada beberapa pesan penting yang bisa kita dapatkan dari masing-masing bab dalam buku setebal 224 halaman tersebut. Pesan-pesan bijak tersebut mengalir dari setiap kisah inspiratif yang enak dibaca.

Dalam salah satu bab, Wuddy Warsono menceritakan pengalamannya di tempat kerja. Ada beberapa orang yang selalu membicarakan hal-hal negatif tentang pekerjaan, misalnya target yang berat dan lainnya. Ia akhirnya memilih untuk tidak bergaul dengan orang-orang tersebut.

Dari kisah tersebut, sebuah pesan moral yang bisa kita ambil yaitu memilih dengan siapa kita bergaul adalah hal penting. Mereka akan memengaruhi pembentukan karakter kita. Teman yang baik akan membawa kita untuk berbuat hal-hal yang baik. Teman yang suka berinvestasi akan mempengaruhi sekelilingnya ikut berinvestasi.

Baca juga: Buku Ngehe, Kisah Pendiri Makaroni Ngehe

Pesan lainnya misalnya untuk berani mengambil risiko. Wuddy Warsono mencontohkannya dengan pengalamannya saat menonton langsung beruang 399, salah satu grizzly bear betina di Taman Nasional Grand Teton, Amerika Serikat.

Beruang grizzly memiliki penciuman yang sangat tajam, 2100 kali lipat daya cium manusia. Dengan kemampuannya ini, beruang jantan dewasa bisa membedakan apakah seekor anak beruang adalah anaknya atau bukan. Jika bukan, beruang dewasa tersebut tak segan untuk menghabisi anak beruang. Dengan demikian beruang jantan tersebut bisa mengawini ibu dari anak beruang untuk meneruskan gen supernya.

Beruang 399 tersebut tahu bahaya yang akan dihadapi anak-anaknya, yaitu bahaya yang berasal dari beruang jantan. Dengan cerdik 399 memilih dekat dengan manusia, yaitu dekat dengan jalanan dan mobil terutama ketika baru melahirkan bayi beruang.

Manusia sendiri secara umum dianggap sebagai ancaman terbesar bagi beruang. Namun 399 memilih daerah paling berbahaya, yaitu di sekitar manusia, untuk menjauhkan anak-anaknya dari beruang jantan. Paradoks “tempat yang paling dikira berbahaya adalah tempat yang justru paling aman” ini juga serupa dengan dunia investasi.

Banyak pesan-pesan lainnya yang bisa kita ambil dari buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia” ini. Buku keren ini bisa diperoleh dengan harga Rp 150 ribu rupiah. Selamat membaca!

#InvestorBahagia

4 thoughts on “Review Buku “Memilih (Menjadi Investor) Bahagia””

  1. Wahh akhirnya ada juga yg review buku ini. Aku dr kmrn penasaran sama isinya. Gara² baca tweet teman². Skrg aku jd pgn beli deh 🙂
    makasih sharingnya ya mas.

  2. Aku tertarik banget sama gambar gambarnya mas,
    dan cara Penulis membuat analogi, mengalir gitu .. bikin kita mikir dan menyadari, kita mau ‘investasi” apa untuk hidup kita sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *