Sehat

Mengenal Leukimia (Kanker Darah)

Sabtu siang ini bangsa Indonesia menerima berita duka. Ibu Kristiani Herrawati atau yang kita kenal dengan Ibu Ani Yudhoyono pergi menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Istri dari presiden keenam Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.50 WIB di Singapura.

Mantan Ibu Negara Indonesia tersebut mengidap leukimia atau kanker darah. Beliau harus menjalani pengobatan intensif di National University Hospital Singapura sejak bulan Februari 2019 lalu, sebelum akhirnya meninggal hari ini.

***

Kanker berawal ketika sel-sel di dalam tubuh mulai tumbuh tidak terkendali. Kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dalam tubuh. Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi.

Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi. Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh. Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.

Pada penderita leukimia, sumsum tulang belakang memproduksi sel-sel darah putih yang tak normal. Hal ini akan mengakibatkan penumpukan sel-sel darah tak normal di dalam sumsum tulang, yang membuat sel-sel darah yang sehat menjadi berkurang.

Sel-sel yang abnormal tersebut juga menyebar ke organ lain, yaitu hati, paru-paru, ginjal, limfa serta ke otak dan tulang belakang. Kondisi tubuh yang lemah dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital tersebut.

Gejala yang Timbul

Gejala kanker darah pada dasarnya sulit untuk dikenali kerena tidak memiliki ciri-ciri yang khas. Meski begitu, kita perlu mewaspadai setiap perubahan tubuh untuk membantu mendeteksi penyakit ini. Semakin cepat mendeteksi gejala kanker, maka semakin cepat dapat dilakukan pengobatan sehingga peluang untuk sembuh juga semakin tinggi.

1. Darah sulit membeku

Kanker darah terjadi karena sel-sel kanker menyerang trombosit darah yang penting untuk proses pembekuan darah. Sehingga jika seseorang mengidap kanker darah, maka akan sering mengalami perdarahan.

Pada orang normal jika terluka, darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah pun akan segera berhenti. Namun jika yang terluka dan berdarah adalah penderita leukimia, maka aliran darah akan sangat sulit dihentikan dan darah yang dikeluarkan pun tidak berwarna merah pekat, melainkan berwarna merah muda.

2. Sering berdarah dan memar

Gejala lainnya yaitu sering mengalami pendarahan dan memar di bagian tubuh akibat kekurangan trombosit. Trombosit berungsi membantu darah untuk membeku. Rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh mengakibatkan keterlambatan pembekuan darah. Tak jarang, muncul bintik-bintik merah atau  keunguan yang akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit.

3. Rentan terkena infeksi

Pada pengidap kanker darah, sel darah putih berkembang abnormal. Akibatnya berbagai macam kuman yang menyerang tubuh jadi tidak bisa dilawan oleh sel darah putih. Hal ini membuat tubuh jadi rentan terkena infeksi dan sering mengalami demam yang berlangsung selama beberapa hari dengan kenaikan suhu yang mencapai lebih dari 38º Celsius.

4. Nyeri sendi dan tulang

Penderita kanker darah sering merasakan nyeri pada persendian atau di bagian tulang belakang. Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, penderita juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati atau limpa mengalami pembengkakan.

5. Anemia

Anemia terjadi karena seseorang kekurangan sel darah merah. Oleh sebab itu, penderita leukimia umumnya mengalami anemia yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, warna kulit pucat, lemah, letih, dan lesu. 

6. Gejala lainnya

Gejala lainnya misalnya sering mimisan, peradangan gusi, mual, demam, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, penurunan berat badan secara drastis, muncul darah dalam tinja atau muntah, dan keringat berlebih di malam hari.

Faktor Penyebab

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang bisa terserang leukemia. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Faktor keturunan

Leukimia bisa terjadi pada seseorang yang memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukimia. Seseorang yang memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderita leukimia, beresiko tinggi akan terserang penyakit yang mematikan ini.

Jika seseorang memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderita leukimia, sebaiknya rajin melakukan general check up minimal setahun sekali. Jika penyakit ini terdeteksi lebih awal, akan lebih mudah sembuh daripada jika terdeteksi saat sudah mencapai stadium lanjut.

2. Paparan radiasi

Pada dunia medis, radiasi digunakan untuk mendiagnosa suatu penyakit dan pengobatan kanker. Namun, efek radiasi tersebut dapat memicu timbulnya sel kanker baru, salah satunya yaitu sel kanker darah. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak melakukan pemeriksaan sinar-X atau CT Scan jika tidak benar-benar memerlukannya karena radiasi dari alat-alat tersebut dapat meningkatkan resiko terserang leukimia.

3. Paparan benzena

Leukimia tak hanya disebabkan oleh faktor genetik dan terkena paparan radiasi saja, namun juga disebabkan oleh paparan benzena. Benzena merupakan senyawa kimia yang biasanya banyak digunakan dalam produksi karet buatan, bensin, pewarna rambut, dan obat.

Jika seseorang sering terkena paparan benzena, maka akan beresiko tinggi terkena leukemia. Benzena dapat menyebabkan displasia (kelainan perkembangan pada organ tubuh yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, serta organisasi sel dewasa) sum-sum tulang belakang.

4. Merokok

Kebiasaan merokok selain menyebabkan seseorang rentan terserang penyakit jantung dan kanker paru-paru, juga dapat memicu leukimia. Rokok mengandung karsinogen, yaitu zat penyebab timbulnya sel kanker. Tak hanya menyerang perokok saja, anak dari seorang perokok juga rentan terserang leukemia. Jika orang tua yang merokok tersebut sudah mulai merokok sebelum masa kehamilan, akan memiliki resiko yang lebih tinggi lagi.

5. Obesitas

Ositas juga dapat memicu seseorang terkena leukemia karena sel khusus yang digunakan tubuh untuk melawan kanker, tersumbat oleh lemak. Hal tersebut menyebabkan sel khusus tersebut tidak berfungsi, sehingga sel kanker bisa berkembang dengan bebas.  Jalankan pola hidup yang sehat agar berat badan seimbang, dan terhindar dari beberapa penyakit kronis, salah satunya yaitu leukimia.

6. Kelainan gen

Kelainan gen yang paling sering menjadi penyebab leukimia adalah sindrom down. Sindrom down merupakan gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar serta ciri-ciri fisik tertentu.

Hindari Makanan yang Memicu Leukimia

Menurut IARC (International Agency for Research on Cancer), ada beberapa makanan yang perlu dihindari untuk mengurangi risiko terkena leukemia.

1. Kornet

Daging kornet juga merupakan salah satu contoh yang terdaftar oleh IARC sebagai daging olahan yang terkait dengan kanker kolorektal. Sebagian besar daging olahan mengandung daging sapi, tetapi daging olahan juga mengandung daging merah, unggas atau produk sampingan daging lainnya seperti darah. Contoh lain dari daging olahan termasuk daging kaleng dan olahan dan saus berbasis daging.

2. Sosis

Sosis adalah jenis daging olahan lainnya yang dijadikan contoh dalam siaran pers IARC sebagai penyebab kanker. Setiap 50 gram daging olahan yang dimakan setiap hari meningkatkan risiko kanker kolorektal sebesar 18%. Konsumsi daging sangat bervariasi antar negara, beberapa persen hingga 100% orang makan daging merah, tergantung pada negaranya, dan pemakan daging olahan lebih sedikit.

3. Ham

Ham adalah daging olahan yang tidak hanya bersifat karsinogenik karena sifatnya yang diproses, tetapi juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya karena kandungan natriumnya yang sangat tinggi.

Daging dari olahan lainnya, seperti pastrami, salami, pepperoni, dan sejenisnya, memiliki risiko yang sama dengan kanker.

***

Selamat jalan Ibu Ani Yudhoyono. Semoga amal baik beliau diterima oleh Tuhan YME dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya.

(dari berbagai sumber)

1 thought on “Mengenal Leukimia (Kanker Darah)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *