Sehat

No Hoax: Vaksin Aman, Hati Nyaman

no hoax: vaksin aman hati nyaman

Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan menyelenggarakan webinar dengan tema “No Hoax: Vaksin Aman, Hati Nyaman”. Webinar diselenggarakan pada Rabu, 14 Juli 2021.

Hoaks atau berita bohong tentang kesehatan banyak beredar di masa pandemi ini. Informasi tidak benar seputar pandemi dan vaksin tersebut bersliweran di media sosial, yang akan memengaruhi kecepatan penanganan pandemi di negeri ini.

“Hari ini ibuku menerima vaksin ke-1, setelah sekian lama diajak. Karena hoaks, banyak orang jadi takut dan tidak percaya terhadap vaksin. Setelah melihat kondisi sekarang, ibu akhirnya mau juga untuk divaksin.”

Seorang teman mengunggah status di Facebook beberapa hari lalu. Unggahan ini adalah satu contoh bagaimana hoaks membuat orang menjadi ragu bahkan tidak percaya terhadap vaksin.  Media sosial kerap disalahgunakan untuk menyebarkan informasi bohong.

Hoaks vaksin Covid-19 menyebar di berbagai platform media sosial: Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan TikTok. Begitu mengerikan! Sementara angka kasus positif Covid-19 yang melonjak naik beberapa hari terakhir ini, harus sesegera mungkin ditekan dan diturunkan. Salah satu caranya yaitu melalui vaksinasi.

Baca juga: Yuk, Disiplin agar Covid-19 Ambyar!

Webinar “No Hoax: Vaksin Aman, Hati Nyaman”

Guna memberikan literasi kepada masyarakat mengenai vaksin, Direktorat Jenderal Informansi dan Komunikasi Publik Kemkominfo dan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan menyelenggarakan webinar dengan tema “No Hoax: Vaksin Aman, Hati Nyaman”. Webinar ini diselenggarakan pada Rabu, 14 Juli 2021.

Acara yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube Ditjen IKP Kominfo ini menghadirkan beberapa narasumber. Antara lain Prof. Dr. Widodo Muktiyo (Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kemkominfo), dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid. (Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Kementerian Kesehatan), dan Dr. Benedictus A. Simangunsong, S.IP., M.Si. (Ketua Prodi Magister Komunikasi UPH).

Turut memberikan sambutan pada webinar ini antara lain Marsefio Sevyone Luhukay, S.Sos., M.Si. (Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UPH) dan Drs. Bambang Gunawan, M.Si. (Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam, Kemkominfo).

Ancaman Hoaks di Media Sosial

Widodo Muktiyo mengatakan bahwa saat ini pengguna internet di Indonesia mencapai 175 juta (64% dari populasi) dan akses media sosial 160 juta (59%). Ini menjadi kekuatan baru yang bisa menjadi harapan sekaligus ancaman.

Internet maupun medsos mampu memengaruhi opini secara masal dalam waktu singkat dan sulit dilacak. Pemerintah sendiri telah melakukan bermacam cara, mulai dari penegakan hukum hingga edukasi publik. Internet bisa menjadi ancaman baru yaitu propaganda medsos, dan bentuk ancamannya berupa provokasi, agitasi, dan propaganda.

Saat ini kita berada di era post truth dan echo chamber. Kebenaran, fakta, dan bukti tidak lagi penting sepanjang narasi bisa diterima berdasarkan kesamaan pandangan dan keyakinan. Karenanya, tumbuh subur cara-cara manipulatif untuk menyihir orang agar memercayainya berdasarkan prinsip di luar akal sehat.

Hoaks di media sosial bisa dikenali. Antara lain melalui rambu-rambu berikut: sumber informasinya tidak jelas, informasi memuat ketidakwajaran, bahasa yang provokatif, tidak mempunyai kesesuaian antara judul dan isi, mendiskreditkan pihak tertentu, dan ancaman jika pembaca tidak menyebarkan informasinya.

Strategi Penanggulangan Covid-19

SIti Nadia Tarmizi mengungkapkan strategi pemerintah mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Strategi tersebut meliputi deteksi, terapeutik, vaksinasi, dan perubahan perilaku. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menerapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) serta mewaspadai titik lengah yang bisa menyebabkan penularan. Misalnya makan bersama, acara pemakaman, rapat tatap muka, olahraga bersama, foto bersama, kunjungan ke mal, dan transportasi umum.

Strategi penanggulangan Covid-19 meliputi:
– pemerintah (3T: tet, trace, treat)
– masyarakat (3M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)
– vaksinasi.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa berdasarkan analisis situasi, perilaku pencegahan COVID-19 di masyarakat sepanjang masa pandemi belum konsisten dan belum sepenuhnya menjadi bagian dari norma, tingkat pengetahuan tentang gejala dan penularannya masih rendah, serta paparan akses yang rendah terhadap sumber informasi yang kredibel.

Tantangan vaksinasi yang dihadapi saat ini yaitu masyarakat lebih banyak yang takut susah dibandingkan takut sakit. Siti juga menjamin bahwa vaksinasi COVID-19 aman. Jika zin penggunaan darurat oleh Badan POM sudah diberikan, itu berarti aspek keamanannya sudah diperhatikan dengan baik oleh Badan POM.

Menjadi Warga Digital yang Baik

Di sesi berikutnya, Benedictus Simangunsong mengungkapkan bagaimana penggunaan internet saat ini. Internet menjadi tempat perang komunikasi dan media sosial digunakan sebagai alat propaganda dengan mengalahkan pihak lawan.

Mengutip data dari Kemenkominfo, hingga awal Juni 2021 sudah ada 1.621 hoaks mengenai Covid-19. Juga, hoaks mengenai vaksin antara lain penerima vaksin akan meninggal dua tahun setelah divaksin, vaksin Covid-19 mengandung unsur magnetic dan chip pelacak, vaksin Sinovac  punya eek samping memperbesar organ reproduksi pria, dan hoaks lainnya.

Ada 3 faktor utama yang menjadi pemicu hoaks. Yaitu, perilaku menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu (sharing tanpa saring), tingkat literasi dan sosial budaya, serta faktor politik.

Perspektif kita mengenai media akan membantu kita mengenali pilihan yang kita buat, khususnya pada sebuah situasi di mana ketika tujuan media berbeda dengan tujuan diri kita. Karenanya, semakin tinggi tingkat literasi seseorang, semakin mampu melihat berbagai macam dimensi dari konten yang diterima. Dan sebaliknya semakin rendah tingkat literasi, semakin tidak mampu melihat berbagai macam dimensi dari konten yang diterimanya.

Demikian infomasi dari webinar “No Hoax: Vaksin Aman, Hati Nyaman” yang penting untuk kita mengerti. Semoga pandemi segera berlalu dan kita semua dalam keadaan sehat senantiasa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *