Sehat

Apakah Vaksin Covid-19 Halal dan Aman?

vaksin covid-19 halal

Pertanyaan apakah vaksin Covid-19 halal seringkali muncul di masyarakat. Sementara vaksinasi sangat diperlukan untuk menekan penyebaran Covid-19 tersebut.

Sudah setahun pandemi Covid-19 kita alami, sejak kasus pertama diumumkan oleh Presiden Jokowi pada 2 Maret 2020. Vaksin Covid-19 kini sudah mulai diberikan kepada masyarakat sejak Januari 2021 secara bertahap. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik menjadi prioritas penerima vaksin, kemudian dilanjutkan ke kelompok masyarakat lainnya .

Pemberian vaksin Covid-19 ini menjadi kabar gembira bagi kita. Dengan adanya vaksinasi, sistem kekebalan tubuh akan dirangsang untuk melawan virus Covid-19. Namun demikian, ada beberapa pertanyaan di kalangan masyarakat terkait vaksinasi tersebut. Misalnya, apakah vaksin Covid-19 halal, kapan vaksin diberikan ke seluruh masyarakat, dan sebagainya.

Vaksin Covid-19 Halal dan Aman?

Pada prinsipnya pengobatan harus dilakukan dengan barang yang halal, termasuk pada vaksinasi. Penggunaan barang halal tersebut tidak terbatas pada dzatnya, namun juga di dalam proses produksinya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa Nomor 12 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac dan Bio Farma. MUI menyatakan bahwa vaksin produksi Sinovac dan Bio Farma tersebut hukumnya suci dan halal. Vaksin tesebut boleh digunakan sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

Selanjutnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 11 Januari 2021 memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (emergency use authorization – EUA) untuk vaksin Sinovac. Penerapan EUA dilakukan oleh setiap otoritas regulatori obat di seluruh dunia untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Pro Kontra Imunisasi Menurut Agama dan Kesehatan

Vaksin Covid-19 Terbuat dari Apa?

Setiap vaksin Covid-19 memiliki komposisi yang beragam. Satu vaksin bisa memiliki bahan yang berbeda dari vaksin yang lainnya.

Vaksin Sinovac dibuat dari virus SARS-CoV-2 yang sudah dimatikan (inactivated), adjuvant, buffer dan garam. Vaksin Pfizer dibuat dari molekul mRNA terkait protein spike SARS-CoV-2, minyak, garam dan gula. Sedangkan vaksin Moderna dibuat dari molekul mRNA terkait protein spike SARS-CoV-2, minyak, garam dan gula.

Berapa Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia?

Kementerian Kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/12758/2020 menetapkan ada 7 jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya, vaksin tetap harus melalui persetujuan (UEA) dan izin edar dari BPOM.

Tujuh vaksin yang sudah ditetapkan oleh Menkes yaitu:
– Bio Farma (Indonesia), yang menjalin kejasama dengan Sinovac Biotech (China)
– AstraZeneca (Inggris)
– Moderna (Amerika Serikat)
– Sinopharm (China)
– Pfizer and BioNTech (Jerman)
– Sinovac (China)
– Novavax (Amerika Serikat)

Baca juga: Yuk, Disiplin agar Covid-19 Ambyar!

Kapan Vaksin Covid-19 Diberikan kepada Masyarakat?

Vaksinasi di Indonesia telah dilaksanakan mulai 13 Januari 2021 lalu. Pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 tersebut dilakukan secara bertahap. Ada 4 tahap pemberian vaksin di mana tahap 1 dan 2 dilakukan pada Januari – April 2021, serta tahap 3 dan 4 pada April 2021 – Maret 2022.

Tahap 1 memiliki sasaran tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang dan mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Tahap 2  menyasar pada petugas pelayanan publik seperti TNI/Polri, aparat hukum, petugas bandara/pelabuhan/stasiun/terminal dan lainnya, serta kelompok usia 60 tahun atau lebih. Tahap 3 vaksinasi memiliki sasaran kepada masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Terakhir, tahap 4 menyasar pada masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.

Mengapa Pemberian Vaksin Covid-19 Dilakukan 2 Kali?

Vaksinasi yang saat ini sedang dilakukan menggunakan vaksin produksi Sinovac yang bekerjasama dengan Bio Farma. Ada 2 dosis vaksin yang disuntikkan dalam selang waktu 14 hari, di mana suntikan pertama dan kedua memiliki tujuan berbeda.

Dosis pertama untuk mengenalkan kandungan yang ada di dalam vaksin kepada sistem kekebalan tubuh. Dosis ini akan memicu respon kekebalan awal. Dosis kedua yang diberikan 14 hari kemudian bertujuan menguatkan respon imun yang sudah terbentuk sebelumnya. Jadi, dua dosis suntikan tersebut akan memicu respon antibodi yang lebih optimal dan efektif di masa mendatang.

Apakah Vaksin Covid-19 akan Membuat Seseorang Terjangkit Covid-19?

Vaksin Covid-19 tidak mengandung virus hidup. Dengan demikian, vaksin Covid-19 tidak dapat membuat penerimanya sakit terinfeksi COVID-19. Ada beberapa jenis vaksin dan semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Proses ini kadang bisa menimbulkan gejala seperti demam ringan yang menunjukkan tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus.

Apakah Ada Efek Samping Vaksin Covid 19?

Setelah menerima vaksinasi, tubuh kita kadang mengalami beberapa efek samping. Misalnya nyeri di tempat suntikan, pusing atau sakit kepala, nyeri otot, menggigil dan demam, hingga alergi. Efek samping tersebut merupakan tanda bahwa tubuh kita sedang membangun sistem kekebalan.

Apakah Vaksin Covid 19 Bisa Mengubah DNA Kita?

Vaksin Covid-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA kita dengan cara apapun. Sebagai contoh vaksin RNA Messenger atau vaksin mRNA yang diizinkan di Amerika Serikat. Vaksin mRNA mengandung sebagian protein dalam virus yang akan memicu respon imun dalam tubuh kita.

Vaksin mRNA tidak pernah memasuki inti sel, tempat di mana DNA disimpan. Dengan demikian,vaksin tidak bisa mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA kita. Setelah vaksinasi, tubuh kita akan belajar bagaimana melindungi diri dari infeksi di kemudian hari. Respon kekebalan tersebut akan melindungi tubuh jika virus sebenarnya masuk ke tubuh kita.

Informasi Mengenai Vaksin Covid-19 di Halodoc

Halodoc merupakan web dan aplikasi di bidang kesehatan yang memberikan layanan kesehatan online, seperti konsutasi dokter, info pemeriksaan di rumah sakit, pembelian obat maupun vitamin, maupun pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, Halodoc juga memberikan informasi kesehatan salah satunya mengenai Vaksin Covid 19. Banyak informasi penting dan aktual yang bisa kita peroleh di Halodoc. Bahkan, untuk mendukung proses penyuntikan vaksin Covid-19, Halodoc juga menghadirkan pusat layanan vaksinasi Covid-19 drive thru yang berada di area parkir Hall JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

20 thoughts on “Apakah Vaksin Covid-19 Halal dan Aman?”

  1. Ini sebagai ikhtiar agar tubuh tetap sehat dan tidak menyulitkan kehidupan orang lain ya mas Daniel. Saya kayanya butuh baca lebih banyak soal vaksinasi ini. Semoga saja dunia dan Indonesia bisa jadi lebih baik yaaa.

  2. Berarti sudah jelas ya, kehalalannya serta kandungannya. Jadi kita semua tidak perlu was-was lagi deh. Tapi masih banyak yang belum divaksin ya? Nanti keburu Coronanya minggat, eh nggak apa-apa lah, biar cepat-cepat kabur dari bumi, hehehe…

    Wow, Halodoc sih udah nggak perlu diragukan lagi ya, informasinya memang lengkap dan berbobot.

    Siip makasih infonya, jadi tau banyak deh soal vaksin ini

  3. Dilihat dari paparannya, kayaknya vaksin COVID-19 aman lah ya. Tapi utk kita kayaknya di tahap 4 yang belum tahu kapan diberikan vaksinnya. Semoga aja pemberian vaksin ini dapat memberikan kekebalan bagi kita dan pandemi lekas usai. Semoga semua kembali normal.

  4. Bisa dikatakan melakukan vaksin sebagai salah satu bentuk ikhtiar, sekarang ini masih mau ngumpulin info untuk vaksin yg umurnya 60+, sebelumnya tidak diperbolehkan, sekarang aturannya berubah dan diperbolehkan, cuma belum tau detail, efeknya apa beda yg dirasakan manula, atau ada pantangan lain

  5. Iya, sudah setahun covid 19 menyerang kita ya, Mas. Semoga dengan vaksinasi ini, kekebalan tubuh kita bertambah, sistem imun bertambah, jadi virus tidak akan menyerang lagi, dan pandemi segera berakhir. Aamiin. Dan dengan info ini, orang tidak perlu takut lagi pas divaksin, karena sudah dijamin halal dan aman.

  6. Kemarin sempat khawatir ama kehalalannya untunglah sekarang sudah tidak lagi ya.
    Saya udah suntik vaksin tahap 1 dan sedang menunggu tahap 2. Semoga kita semua diberi kesehatan selalu yaa

  7. Ini pertanyaan2 yang pastinya banyak orang ingin ketahui jawabannya. Semoga vaksinasi ini sukses dan pandemi bisa segera teratasi ya. Nunggu giliran buat divaksin…

  8. Cukup lengkap yaa informasi mengenai vaksin covid ini diulas disini. Makasih yaa kak. Saya jadi tahu lebih banyak mengenai vaksin ini. Dan ternyata di Halodoc juga ada yaa informasi nya.

  9. Oh bearti vaksin covid 19 tidak berbahaya asalkan dengan dosis yang sesuai dari laboratorium, dan 2 kali di suntik. Kalaupun gratis dari pemerintah menjadi salah satu usaha yang bagus banget

  10. Ada kezelnya juga aku nih. Tau-tau udah setahu aja hidup bersama covid dan kemana-mana harus maskeran. Udah daftar sih aku…
    Semoga segera mendapat giliran untuk divaksih yaa…

  11. Ternyata produsen vaksinnya banyak to. Kupikir cuma Sinovac dan Pfizer. Aku sangat mendukung sih adanya vaksin, meski kalau disuruh milih, aku bakal antri paling akhir, wkwk. Bukan gimana-gimana, cuma takut sama jarum suntik aja.. hihi.

    Semoga setelah adanya vaksin ini, penyebaran covid-19 di Indonesia dan dunia bisa terputus ya. Aamiin.

  12. Aaaah
    Awalnya juga saya mempertanyakan ini dong
    Bukan apa-apa sih
    Karena apapun masuk ke dalam tubuh itu harus jelas sifat dan kadarnya

  13. Kalauu aku sih udah ga sabar bener nunggu divaksinn huhu sepertinya masih lama tahap 4 ini, biar lekas tubuh punya imun yang lebih kuat dari bahaya covud, sudah pasti aman dan halal juga ya.

    Syarat vaksin itu harus gmn ya kak btw, bs dicek d aplikasi halodoc jg nih sepertinya

  14. Untung artikel ini menjawab pertanyaan banyak orang.
    Tetangga2 saya kalo di data pada ga mau di vaksin krn ga tau gimana , halal atau engganya…

  15. Nah, akhirnya ada pencerahan bahwa vaksin COVID-19 halal dan aman.. Efek samping pasti ada cuma ya nggak parah juga ya, cuma mengigil, nyeri otot, demam ringan dan reaksi alergi. Berarti kalau orang alergi baiknya nggak divaksin atau gimana nih kak?

  16. Terima kasih informasinya kak, jadi gak was-was lagi deh nih kalau mau divaksin covid 19 ini. Keren nih Halodoc mengadakan pusat vaksinasi di Jakarta.

  17. masih menunggu giliran di vaksin, semoga dibantu perusahaan deh nnti, maksudya biar bisa vaksin massal gitu,,, nggak harus nurutin KTP mana vaksinnya dimana, insaylloh aman lah kita percaya aja yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *