Hiburan

Lirik Puitis dalam Koleksi Kaset Lawas

Beberapa waktu yang lalu saya menyempatkan waktu untuk beres-beres kamar belakang yang saya fungsikan untuk penyimpanan barang. Beberapa tumpukan kardus berada di tempat tersebut, berisi barang-barang yang lama tidak saya gunakan.

Tiga kardus kecil yang teronggok di pojokan ruangan kondisinya agak rusak. Memang dulu atap kamar sempat bocor sewaktu hujan turun, dan air yang merembes masuk rupanya membasahi tiga kardus ini walaupun sekarang sudah mengering. Saya membuka kardus dan melihat isinya.

Ternyata koleksi kaset-kaset ada di dalamnya dan kondisinya cukup mengenaskan. Kotoran menempel cukup kuat di beberapa kaset. Beberapa sampul kertas dari kaset ada yang rusak. Bahkan pada beberapa kaset yang telanjang tanpa tutup pelindung yang terbuat dari mika, kotoran menempel hingga ke pita kaset. 

Saya mulai membeli kaset sewaktu masa kuliah di akhir tahun 90-an. Waktu itu memang file musik digital belum begitu populer. Kebiasaan membeli kaset musik terus berlanjut hingga saya bekerja. Satu atau dua kaset biasa saya beli setelah gajian bulanan.

Seiring berkembangnya musik digital, penggunaan kaset jenis pita semakin ditinggalkan masyarakat. Saya membeli kaset lagu terakhir sekitar tahun 2007 atau 2008, dan setelah itu lebih sering mendengarkan lagu melalui telepon seluler.

Sebagian besar koleksi musik saya adalah lagu pop baik lagu dari penyanyi dalam negeri maupun luar negeri, termasuk lagu-lagu gereja. Sudah sekian tahun lagu-lagu yang tersimpan di kaset-kaset yang saya miliki tidak saya putar dan dengar.

Selain karena kehadiran musik digital, saya sudah tidak lagi memutar kaset juga karena kondisi tape/recorder yang tidak bisa dipergunakan lagi. Lengkap sudah, tape yang rusak serta kaset yang kotor dan mungkin juga rusak dan tidak dapat diputar lagi.

Yang bisa saya lakukan adalah membuka sampul kaset dan melihat kembali lagu-lagu yang saya suka dan begitu populer pada masanya. Tiga kaset saya coba ambil dan bersihkan, dan kenangan sekian tahun yang lalu hadir bersama bait-bait lagu yang ada.

Ada album Damai & Cinta dari Katon Bagaskara yang saya beli pada tahun 2000. Selanjutnya yaitu Sesuatu yang Tertunda (Padi) tahun 2001 dan Closer (Josh Groban) tahun 2004. Larik-larik lagu yang puitis banyak tertulis di album tersebut.

Generasi tahun 90-an tentu mengenal Katon Bagaskara. Bersama kelompoknya KLA Project, sang vokalis Katon Bagaskara begitu merdu melantunkan Yogyakarta, Tak Bisa ke Lain Hati, Terpurukku di Sini, dan banyak lagu lainnya.

Lagu-lagu KLA Project memiliki kekuatan pada lirik yang puitis. Tidak hanya itu, musik yang indah dan karakter vokal yang kuat membuat lagu-lagu KLA Project memiliki tempat tersendiri bagi pecinta musik pop Indonesia.

Baca juga: Malioboro di Ujung Malam

Album Damai & Cinta adalah album solo dari Katon Bagaskara. Musisi yang terlibat antara lain Andi Rianto dan Tohpati. Suara Melly Goeslaw ada di beberapa lagu.

Lirik lagu-lagu di album tersebut sudah tentu puitis. Salah satunya di lagu terakhir berjudul Daun Gugur yang diciptakan oleh Dian P. Poetra dan Katon Bagaskara.

Lagu sedih ini ditulis untuk mengenang Papi Juarno, Billy J. Budiarjo, Omi dan Opi Ollman. Berikut sepenggal lirik dalam lagu Daun Gugur

daun gugur terbang dan melayang. jiwa haru terbayang seorang. berkejaran kenangan berkesan. air mata dan suka hadir merebut makna.

Lirik-lirik puitis juga kerap ditulis oleh grup musik Padi dalam lagu-lagunya. Salah satunya pada album Sesuatu yang Tertunda, ada 10 lagu yang semuanya puitis. Tentunya kita masih ingat lagu Bayangkanlah, Sesuatu yang Indah, atau Semua Tak Sama yang sangat populer di tahun 2001 lalu.

Lagu lainnya yang tidak kalah puitis adalah Kasih Tak Sampai yang ditulis oleh Piyu. Hadir pula Andi Rianto (string), Maya Hassan (harpa) dan Infinito Trisakti Choir pada lagu tersebut. Masih ingat kan dengan larik-larik indah berikut?

tetaplah menjadi bintang di langit. agar cinta kita akan abadi.
biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini. agar menjadi saksi cinta kita berdua
.”

Kaset atau album ketiga yang berisi lirik puitis adalah Closer milik Josh Groban. Album ini diproduseri oleh David Foster, nama besar yang dikenal di dunia musik internasional.

Ada 14 lagu dalam album Closer ini yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Latin. Suara tenor Josh Groban menjadi nyawa dari setiap lagu yang ada, selain juga lirik-lirik lagu yang indah.

Beberapa lagu favorit saya di album ini antara lain You Raise Me Up, Broken Vow, dan Remember When It Rained. Dan berhubung saat ini sudah masuk musim hujan, sepertinya cocok untuk menikmati puitisnya lirik lagu Remember When It Rained yang ditulis oleh Josh Groban sendiri.

wash away the thoughts inside. that keep my minds away from you. no more love and no more pride. and thoughts are all i have to do.

remember when it rained. i felt the ground and looked up high and called your name. remember when it rained. in the darkness i remain.

Kaset pita memang sudah tidak diproduksi lagi untuk menyimpan lagu. Perkembangan teknologi telah menggusur keberadaan kaset pita tersebut, menggantinya dengan format digital yang lebih praktis dan modern.

Namun demikian, kenangan masa lalu tetap tersimpan dalam koleksi kaset pita tersebut. Lagu dengan lirik-lirik puitis akan tetap terbawa dalam memori-memori kita melintasi perjalanan waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *