jasa outsourcing perlu mengetahui cara menghitung gaji karyawan outsourcing
Ekonomi & Bisnis

Bingung Menghitung Gaji Karyawan Outsourcing? Ini Cara Mudahnya

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh sebuah jasa outsourcing yaitu sistem penggajian karyawannya. Hingga saat ini, pemberian gaji tenaga kerja outsourcing masih menjadi sebuah polemik di masyarakat. Pasalnya, pemberian gaji ini dianggap tidak adil sehingga selalu menjadi bahan pembahasan. 

Tidak sedikit orang yang menganggap jika sistem kerja ini justru dapat merugikan pekerja karena gaji yang diterima ternyata tidak sesuai. Agar hal ini tidak terjadi pada perusahaan Anda, sebaiknya ketahui dulu cara menghitung gaji karyawan outsourcing dalam informasi berikut ini.

Apa itu Jasa Outsourcing?

Sebelum membahas cara menghitung gaji, sebenarnya apa itu outsourcing? Menurut pasal 64-66 Undang-Undang no. 13 Tahun 2003, outsourcing atau alih daya merupakan jasa penyedia tenaga kerja.

Sementara dalam dunia psikologi industri, karyawan outsourcing merupakan seorang tenaga kerja kontrak dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. Dalam hal ini, perusahaan outsourcing hanya menyediakan karyawan dan tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan inti sehingga kurang memperhatikan jenjang karir karyawannya.

Hal-hal yang Berkaitan dengan Gaji Karyawan Outsourcing

Dalam memutuskan berapa gaji karyawan outsourcing, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhinya. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Lama Kontrak

Hal pertama yang sangat berpengaruh pada gaji karyawan yaitu lama kontrak bekerja. Perusahaan perlu memperkirakan berapa lama akan menjalin kontrak dengan tenaga kerja tersebut. 

Biasanya hal ini akan berhubungan dengan berapa lama kontrak yang dijalin dengan perusahaan induk. Apabila kontraknya sudah selesai, maka kontrak dengan tenaga kerja pun akan selesai.

  1. Jam Kerja

Selain kontrak kerja, perusahaan juga perlu memperhitungkan berapa lama karyawan tersebut bekerja sehari. Hal ini bertujuan agar karyawan tersebut tidak melakukan pekerjaan yang tidak seimbang dengan upah yang didapatkannya.

  1. Gaji dan Tunjangan

Jumlah gaji yang diterima oleh seorang tenaga kerja outsourcing akan terpotong oleh penyedia jasa. Hal ini biasanya telah disampaikan pada awal perekrutan karyawan untuk menghindari miss komunikasi.

  1. Posisi dan Tugas 

Hal terakhir yang mempengaruhi besaran gaji karyawan outsourcing yaitu posisi dan tugas yang akan diberikan perusahaan. Jangan sampai perusahaan memberikan upah yang kurang sesuai dengan posisi dan tugas yang dikerjakan karyawan.

Perhitungan Gaji Tenaga Kerja Outsourcing

Sumber gambar: istockphoto.com

Sebenarnya, upah yang harus diterima karyawan telah diatur dalam pasal 1, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa gaji merupakan imbalan dari pengusaha kepada semua karyawannya.

Imbalan ini akan dibayar dan ditetapkan berdasarkan kesepakatan, perjanjian kerja, kesepakatan, dan peraturan Undang-Undang. Dalam putusan Nomor 27/PUU/-IX/2011, Mahkamah Konstitusi membuat putusan bahwa pekerja yang bekerja pada perusahaan outsourcing akan mendapat upah sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, hingga perjanjian kerja sama. 

Selain itu, pekerja juga berhak mendapatkan perlindungan yang sama perihal upah, atau perselisihan yang terjadi pada saat bekerja. Umumnya, jasa outsourcing dan penggunanya sepakat menggunakan rumus 1,8 x gaji karyawan.

Misalnya, seorang karyawan diputuskan mendapat gaji sebesar Rp3,5 juta oleh outsourcing. Jika suatu saat ada perusahaan yang ingin merekrut karyawan tersebut, maka perusahaan outsourcing akan meminta 1,8 dari gaji tersebut. 

Dengan demikian, perusahaan outsourcing akan mendapatkan Rp6,3 juta. Dalam hal ini terdapat selisih Rp2,8 juta, tapi jumlah tersebut biasanya akan dikembalikan dalam bentuk yang lain seperti BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, tunjangan, dan biaya yang lainnya. 

Tidak hanya itu, 1/12 dari gaji tersebut biasanya akan diakumulasikan untuk dijadikan sebagai dana Tunjangan Hari Raya atau THR untuk karyawan tersebut. Ini merupakan salah satu kelebihan outsourcing yang bisa didapatkan karyawan.

Sebenarnya, undang-undang tidak mengatur hal ini secara eksplisit. Karena itu, setiap perusahaan outsourcing memiliki cara masing-masing dalam menentukan gaji para karyawannya. Namun, standar gaji yang ditetapkan biasanya akan merujuk pada angka Upah Minimum Provinsi. 

Pemotongan Gaji Karyawan Outsourcing

Umumnya, para karyawan outsourcing sering mengeluh karena adanya potongan gaji yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa tersebut. Lalu, bagaimana permasalahan ini menurut Undang-Undang?

Berdasarkan aturan yang tercantum dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, gaji yang diterima oleh karyawan dari perusahaan merupakan murni kesepakatan antara kedua belah pihak dan tertulis resmi dalam kontrak. 

Akan tetapi, jika dilakukan pemotongan maka harus berkaitan dengan beberapa hal seperti pajak, iuran jaminan sosial, atau alasan lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini. Pemotongan juga bisa dilakukan apabila karyawan tidak memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Saatnya Perusahaan Anda Beralih ke Staffing Digital yang Lebih Praktis 

Di perkembangan zaman yang sudah semakin modern ini, sudah saatnya perusahaan juga menggunakan sistem yang lebih modern. Baik itu dalam perekrutan karyawan hingga pengawasan jam masuk kerjanya. Termasuk dalam hal mengatur gaji karyawan outsourcing. Melalui Workmate Indonesia, Anda bisa mendapatkan kemudahan berkat beberapa kelebihan outsourcing seperti berikut.

  • Temukan Kandidat yang Tepat dengan Mudah

Disertai dengan fitur-fitur canggih, Workmate Indonesia akan mendukung proses perekrutan karyawan menjadi lebih mudah. Teknologi yang dimiliki juga akan membantu Anda menemukan kandidat karyawan yang tepat.

  • Akurasi Absensi Lebih Tepat

Sudah bukan lagi zamannya menggunakan timesheet manual untuk merekam jam masuk kerja karyawan. Melalui Workmate Indonesia, semua absensi karyawan akan direkam secara otomatis melalui Worker App. Kemudahan ini bisa membuat proses payroll menjadi lebih akurat dan lancar.

  • Hemat hingga 30%

Workmate Indonesia akan dengan senang hati membantu Anda menemukan kandidat yang cocok dengan lebih efisien. Alhasil, Anda bisa menghemat anggaran rekrutmen hingga 30%.

  • Proses Rekrutmen Lebih Efisien

Proses rekrutmen akan menjadi lebih singkat dan tepat berkat fitur staffing digital. Dalam hal ini, termasuk pencarian, screening, serta penilaian kandidat.

Jadi, apa yang membuat Anda menunggu? Selengkapnya mengenai Workmate Indonesia. Temukan karyawan jasa outsourcing dengan mudah dan tingkatkan produktivitas perusahaan Anda dengan Workmate Indonesia. 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published.