Hiburan

Film Kisah 3 Tahun

Film Kisah 3 Tahun tayang di kanal Youtube Chandu Studio

Film Kisah 3 Tahun bercerita tentang hubungan asmara Adra (diperankan Khiva Iskak) dan Kara (Runny Rudiyanti). Mereka hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Film pendek yang tayang di kanal Youtube Chandu Studio sejak 9 Oktober 2020 ini menarik, dengan jalan cerita yang berbeda dari kebanyakan film pendek lainnya.

Sejak diterapkannya PSBB dan adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, penggemar film tak lagi bisa menonton film di gedung bioskop. Televisi dan platform digital seperti Youtube menjadi media alternatif bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi menonton film.

Kemarin saya baru saja menyaksikan Kisah 3 Tahun, sebuah film pendek mempunyai banyak sisi menarik yang layak untuk diapresiasi. Film berdurasi 17 menit ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari film pendek lainnya yang pernah saya saksikan.

Baca juga : Film Bungkeuleukan Berlatar Budaya Sunda

Cerita Sederhana, Kisah 3 Tahun Tetap Memikat

Diawali dengan lagu berbahasa Inggris yang cukup enak didengar, penonton kemudian akan melihat scene sebuah ruangan dengan interior bergaya modern. Dua orang tengah sibuk dengan aktivitas masing-masing, Adra  yang bekerja di depan laptop dan Kara yang bersantai di sebuah sofa sambil mendengarkan lagu yang diputar di gawainya.

Dilanjutkan dengan dialog di antara keduanya, yang memperlihatkan mereka punya hubungan akrab dan hangat. Di awal film, saya sempat mengira jika mereka sepasang suami istri. Hingga akhirnya dugaan saya itu keliru saat film memasuki bagian akhir. Adra dan Kara ternyata hidup bersama tanpa menikah, sebuah fenomena yang mungkin terjadi di kota besar saat ini.

Mereka kemudian bersiap untuk pergi ke sebuah pesta pernikahan teman mereka, Manda (Sheila Miranda Bell). Sambil menunggu Kara yang belum selesai berdandan, Adra melihat sebuah buku yang berada di tas milik Kara. Dari raut mukanya, Adra terlihat kurang nyaman dengan judul buku tersebut.

Sepulang dari pesta pernikahan, konflik dalam film ini mulai terlihat. Kara mengungkapkan betapa bahagianya kehidupan orang-orang yang dikenalnya setelah menikah. Kara pun mengajukan permohonan kepada Adra, agar hubungan keduanya berlanjut ke pernikahan.

Namun, Adra tak menyetujui permohonan Kiara. Adra beralasan mereka akan tetap bahagia tanpa harus menikah. Bahkan ia mencontohkan kedua orang tuanya yang menikah namun tidak bahagia. Perbedaan pandangan Adra dan Kara ini menjadi titik balik hubungan keduanya. Di bagian akhir film, terlihat keduanya duduk terdiam dan saling berhadapan namun dengan ekspresi kosong.

Dialog Penuh Arti

Akting Adra dan Kara cukup memikat dalam film Kisah 3 Tahun ini. Dialog-dialog yang disajikan juga cukup bermakna dan menarik untuk diikuti. Misanya ketika Kara mengutip lirik sebuah lagu “are there really ten decisions that shape your life” untuk menanyakan kepada Adra mengenai keputusan apa yang pernah diambil sehingga membuat hidup lebih baik. Adra kemudian menjawabnya dengan sebuah peristiwa kebetulan di masa lalu, yang mempertemukan Adra dengan Kara.

Dialog lain ketika tensi film sedang naik. Kara mengajak Adra untuk mengubah hubungan mereka, namun Adra menjawab dengan kalimat yang berat namun penuh arti. “Nggak ada yang perlu diubah. Aku nggak akan bisa nikah dengan siapa pun. Because I don’t believe in it.”

Atau ketika Kara tidak menyerah untuk mengubah pandangan Adra, dengan kalimat “Nikahnya nggak besok. Dua atau tiga tahun lagi juga nggak apa-apa, tapi ke arah sana.” Banyak dialog dalam film ini yang akan membawa kita merenung dan mencoba untuk memahami pandangan Adra dan Kara yang berseberangan.

Soundtrack Menawan

Lagu-lagu yang menjadi soundtrack Kisah 3 Tahun juga ikut memperkuat jalan cerita, selain memang enak untuk didengarkan dengan lirik sarat makna. Misalnya lagu Apabila yang dinyanyikan oleh Paquita Genuschka.

Apabila esok tak seindah ini, mungkinkah kau kembali?
Apabila sendiri harus dijalani, mungkinkah kau ada di sini?
Untuk kemarin yang tak datang dua kali, ingin bersama sekali lagi.

Ada tiga lagu bagus di film ini. Selain Apabila yang dinyanyikan Paquita Genuschka, dua lagu lainnya yaitu Let Me (dinyanyikan Paquita Genuschka dan Endi Naufal) dan Take Your Home (dinyanyikan Bemby Gusti dan Runny Rudiyanti).

Baca juga : Januari di Kota Dili

Apresiasi dari Warganet

Film Kisah 3 Tahun yang disutradarai oleh Dara Roshertanty dan ditulis oleh Anissa Rahma Zulhadi ini mendapat respon bagus dari warganet. Hingga saat ini, film ini sudah mendapatkan lebih dari setengah juta view.

Respon positif tersebut juga bisa dilihat pada kolom komentar. Banyak yang mengapresiasi dan ikut memberi pandangan tentang hubungan Adra dan Kara.

Jadi ingat kalimat “cocok aja nggak cukup. Harus punya mimpi yang sama, tujuan yang sama, dan keinginan yang sama.”

“Nunggu 3 tahun lagi juga nggak apa-apa, tapi ke arah sana”, it’s so sad when she’s just searching the reason to stay but he didn’t need the reason.

Kara, don’t waste your time. Adra belum sembuh dengan traumanya. Jangan dipaksa buat menikah. Di luar sana ada laki-laki yang pas lihat kamu, langsung yakin kamu adalah jodohnya sampai punya cucu anak nanti. Kara, kamu berharga.

Share this:

29 thoughts on “Film Kisah 3 Tahun”

  1. Selalu kasian sama yang menjalin hubungan tanpa arah kayak Adra dan Kara.
    Maksud gue: ngapain lo ngabisin waktu dengan “status pengecut” kayak gitu sih?
    saya bilang pengecut karena nggak berani komitmen dg pernikahan tapi maksa buat hidup bareng dalam sebuah rumah.
    Like… why?

    jadi pengen liat filmnya dah. haha

  2. Wah Kara you deserved better, value yourself. Lebih baik cari yang lain, percaya pasti akan mendapat yang lebih baik. Gemes banget aku pasti kalau nonton

  3. Suka dengan kata-kata terakhirnya. Ya memang bener. Jadi kasian sama Kara, tapi yang namanya cinta kadang ya bisa membutakan segalanya. Ada di youtube ya ini? Mau nonton ah nanti

  4. Aw..aw..aw….kalimat “cocok aja nggak cukup. Harus punya mimpi yang sama, tujuan yang sama, dan keinginan yang sama.” Ini jleb banget ya.
    Sama seperti suami istri membangun hubungan keluarga apalagi kalau udah punya anak. Eeeaaaaa

  5. Bagaimanapun juga hidup berdua tanpa ikatan pernikahan belum lazim ya di Indonesia meski di kota-kota besar. Berani juga sutradara ambil tema ini. Tema pro kontra. Buat sebagian orang hal ini dilihat tidak mendidik terlepas dari maksud yg ingin disampaikan film tersebut

  6. Baper nih baper. Baca cuplikannya aja udah kerasa banget nyeseknya jadi Kara. Apalagi kalau nonton langsung. Kutak sanggup 😔

    Tapi aku suka banget sama quotesnya, “2 atau tiga tahun lagi gak papa. Asal kearah sana.” 🤨

  7. Ngebayangin jadi kara, mencoba ke jenjang yg lebih baik tapi pasangan nya tidak akan pernah siap. baiknya pada akhirnya sama2 harus mengikhlaskan jika tidak punya tujuan yg sama.. saaadddddddd..

  8. Iya, ya, kalau mau nikah itu harus punya mimpi yang sama, tujuan yang sama, dan keinginan yang sama. Tapi kalau mau nikah harus mencoba kecocokan dengan tinggal bersama itu, kayaknya kurang sreg. Itu menurut saya, loh ya…hehehe
    Memprihatinkan kalau memang sudah jadi kebiasaan di kota besar 🙁

  9. Endingnya kayaknya seru, Kira sama Adra ini.
    Industri film mulai menggeliat lagi semenjak pandemi memang, semoga masih bisa lanjut trus ya mas. Kangen nonton di bioskop nih, udh pada buka sih tp masih ttp waswas

  10. Pas banget kayanya ya Mba, film pendek dan sarat pelajaran hidup jadi pas buat ditonton Ibu Ibu yang pingin nonton film ini tspi masih punya toddler jadi ga kelamaan juga hehe

  11. Ketika mimpi tak sama, padahal satu sama lain cocok dalam banyak hal, bisa membuat pasangan berpikir ulang untuk bersama. Itu Kiara bisa punya alasan kuat untuk terus bersama Andra kenapa ya? huhu

  12. Sejujurnya aku jarang nonton film pendek di youtube, abis baca ini jadi penasaran tapiiiii.. haha. Langsung mau nonton abis ini ah!

  13. Penasaran sama film ini. Kebetulan di lingkungan pertemananku memang ada yang menjalani kehidupan begini. Menurut mereka, buat apa menikah kalau hidup bersama ya tetap bahagia juga. Entahlah. Cuma kalau bagi aku pribadi, rugi di ceweknya kalau mau tinggal serumah tanpa ikatan begitu

  14. wah untuk durasi sependek itu , kayaknya lumayan berat ya ide ceritanya….
    tapi keren klo bisa disampaikan dgn menarik, aq blm ntn soalnya

  15. Aku baru aja minggu lalu nonton film ini
    Dialognya memang bikin nyes di hati
    Bener banget, cocok aja gak cukup, tapi harus punya visi misi yang sama kalau mau hubungan langgeng dan jelas arahnya. Ah, digantung tanpa status itu memang gak enak

  16. Film ini kayanyaa menarik ya Mas, saya jadi makin penasaran ingin nonton. Langsung saya masukin dalam list film yg akan saya tonton nih. 🙂

  17. Habis baca ini langsung kasihan sama Kara tapi jadi penasaran mau langsung nonton padahal aku jarang banget nonton film di youtube. Next langsung coba cari film-film yang seru di youtube juga ah. Thank info nya kak

  18. udah lama banget gak nonton film pendek, boleh juga nih mas rekomendasinya bikin penasaran endingnya apakah kara akan ttp bertahan atau move on mencari penggantinya ?

  19. Alur ceritanya menarik, meski durasinya hanya sekitar 17 menit. Tapi dari sini, konfliknya kental banget kak dan relate dengan life style masyarakat urban saat ini. Ahh, jadi pengen langsung lihat filmnya nih di youtube. Greget!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *